Model Pelatihan dan Pendampingan Kurikulum 2013 di tahun 2015

30 Des

Dalam rangka melengkapi pemahaman kita semua khususnya rekan-rekan yang berprofesi sebagai tenaga pengajar dan pendidik, pada kesempatan siang hari ini situs herlinbima.com akan membagikan informasi tebaru terkait model pelatihan dan petunjuk teknis pemberlakuan Kurikulum 2006 (KTSP) dan Kurikulum 2013 yang akan mulai dijalankan tahun 2015 mendatang.

Guna menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Bersama Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendididikan dan Kebudayaan No. 5496/C/KR/2014 dan No. 7915/D/KP/2014 tentang Petunjuk Teknis Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum Tahun 2013 pada Sekolah Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Bagi saya, hal yang menarik dari kehadiran Petunjuk Teknis (Juknis) ini yaitu berkaitan dengan Model Pelatihan dan Pendampingan Kurikulum 2013.

Seperti diketahui, semula model Pelatihan dan Pendampingan Kurikulum 2013 yang digunakan adalah model berbasis guru yang mengandalkan pada individu guru itu sendiri dengan mekanisme “getok tular, dari satu mulut ke mulut lainnya”

Tetapi untuk ke depannya menurut Juknis ini, Model Pelatihan dan Pendampingan Kurkulum 2013 yang akan digunakan adalah model berbasis satuan pendidikan (Pasal 4 ayat 1).

Dalam pemahaman saya, model pelatihan dan pendampingan berbasis satuan pendidikan merupakan model dimana kegiatan pelatihan berlangsung di satuan pendidikan setempat (Sekolah yang ditunjuk sebagai Sekolah Rintisan Penerapan Kurikulum 2013), dengan sasaran seluruh guru dan tenaga kependidikan yang ada di satuan pendidikan setempat.

Seluruh guru sama-sama belajar tentang Kurikulum 2013 dan menerima materi pelatihan secara langsung dari sumber utama yang terpercaya, bukan dari sumber-sumber lain yang mungkin sudah jauh terdistorsi.

Setiap guru di Sekolah Rintisan Penerapan Kurikulum 2013 dipantau dan dibimbing secara intensif tingkat kemampuannya dalam mengimplementasikan hasil pelatihan.

Demikian pula, dengan kepala sekolah, mereka akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan secara intens dalam mengelola kurikulum 2013 dan mendapatkan bimbingan dari sumber yang terpercaya.

Proses pendampingan dan setiap kegiatan pemecahan masalah (problem solving) benar-benar disesuaikan dengan karakteristik dan keunikan yang dimiliki masing-masing sekolah.

Keberhasilan implementasi Kurikulum 2013 di sekolah  tidak lagi bergantung kepada orang per orang, melainkan dalam bingkai organisasi secara kolektif. Peluang guru untuk memperoleh bimbingan dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di sekolahnya masing-masing dapat lebih utuh dan merata, tidak hanya didominasi oleh guru-guru tertentu yang kebetulan sering mendapat panggilan pelatihan. Begitu juga, sekolah dapat  mengembangkan kurikulum 2013 sesuai dengan segenap potensi yang dimilikinya. dan pada akhirnya terhindar dari “pseudo kesuksesan” yang menganggap seolah-olah di sekolah Kurikulum 2013 sudah berjalan dengan baik padahal kenyataannya masih terjadi compang-camping disana-sini, baik dari sisi proses maupun hasilnya.

Mudah-mudahan seperti itulah gambarannya, sehingga implementasi kurikulum 2013 dapat berjalan selaras dengan ide kurikulum 2013 itu sendiri yang secara konseptual memang tidak perlu diragukan lagi kehebatannya.

Untuk mengetahui lebih jauh isi Permendikbud No. 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 dan Peraturan Bersama No. 5496/C/KR/2014 dan No. 7915/D/KP/2014 tentang Petunjuk Teknis dapat diunduh melalui tautan ini:

Sekian dan semoga bermanfaat.

sumber http://www.herlinbima.com

Permendikbud no.160 tahun 2014

14 Des

Permendikbud ini sebagai obat yang paling mujarab buat rekan-rekan guru yang selalu berkeluh kesah dan gundah gulana semenjak mendikbud M.Nuh menggelontorkan Kurikulum 2013, ada yang mengeluhkan tentang metodologi pembelajarannya, ada yang mengeluh karena harus menyiapkan berbagai media pembelajaran untuk bisa mengaplikasikan pendekatan saintifik, ada yang mengeluh penilaian yang harus dilakukan terlalu banyak dan berbagai keluhan-keluhan lainnya.

Agar tidak salah menerjemahkan berita-berita tentang implementasi K 13 yang telah beredar di berbagai   mas media perlu dibaca permendikbud nomor 160 ini. Untuk itu semua guru, kepala sekolah dan pengawas pendidikan perlu mendownload permendikbud tersebut. Biar nggak penasaran silahkan didownload disini PERMENDIKBUD NO.160 TAHUN 2014_Mr.Anis Bawesdan. Semoga Permen ini dapat mengobati insan-insan pendidik yang selalu galau dengan lahirnya Kurikulum 2013.

Panduan Penulisan Artikel Untuk Jurnal Pendidikan Bumi Raflesia LPMP Bengkulu

23 Nov

JURNAL LPMP BENGKULU

Cara Menulis Rujukan

23 Nov

CARA MENULISKAN RUJUKAN

Materi Matrikulasi SMP dan SMA Kurikulum 2013

9 Jul

Penerapan Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2014/2015 bersifat bertahap dan tidak terbatas maksudnya adalah pelaksanaannya berlaku untuk seluruh sekolah tanpa pengecualian yaitu untuk SD kelas I, II, IV, dan V untuk SMP Kelas VII dan VIII sedangkan Untuk SMA/SMK kelas X dan XII. Sehubungan dengan itu sekolah wajib menyelenggarakan program matrikulasi Kurikulum 2013. Berikut ini disampaikan pedoman pelaksanaan matrikulasi SMP dan MATERI-MATRIKULASI-KUR.-2013 SMP pedoman matrikulasi SMA matrikulasi_K13 SMA semoga bermanfaat.

Petunjuk penilaian dan pengisian rapor SD

15 Jun

RAPORT, PENILAIAN TD TANGAN DIRJEN

INSTRUMEN SUPERVISI AKADEMIK

26 Apr

Instrumen ini dibuat sebelum perberlakuan kurikulum 2013, sehubungan dengan hal tersebut jika sobat-sobat pengawas ingin menggunakannya mohon di edit dan disesuaikan dengan ketentuan yang diatur dalam Permendikbud nomor 81 A lampiran IV, yang berkaitan dengan format dan pengembangan RPP, pelaksanaan Pembelajarannya, dan sistem serta cara penilaiannya. Instrumen dapat didownload di sini INSTRUMEN-SUPERVISI-AKADEMIK Semoga ada manfaatnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.322 pengikut lainnya.