Cari

elpramwidya.com

Berbuat sedikit lebih berarti daripada hanya berharap

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN MEMBERDAYAKAN KECERDASAN UNTUK MENCAPAI HASIL BELAJAR YANG OPTIMAL

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN MEMBERDAYAKAN KECERDASAN UNTUK MENCAPAI HASIL BELAJAR YANG OPTIMAL

oleh: Lanjar Pramudi

  1. Pendahuluan

Salah satu bidang kawasan Teknologi Pembelajaran yang menentukan keberhasilan proses belajar mengajar adalah perancangan. Sells (1994:32) menegaskan bahwa perancangan adalah penentuan kondisi untuk belajar dengan tujuan untuk menghasilkan strategi yang sesuai dengan sasaran akhir yang ingin dicapai. Dari kutipan tersebut terlihat bahwa untuk mencapai tujuan yang optimal diperlukan suatu perancangan yang baik sebagai pendukung suasana belajar yang diinginkan. Dalam hal ini strategi yang baik juga sangat menentukan untuk pencapaian tujuan yang ditetapkan.

Stretegi pembelajaran merupakan langkah-langkah untuk penentuan dan pengurutan kondisi dalam kegiatan pembelajaran. Strategi pembelajaran berinteraksi dengan situasi belajar. Strategi pembelajaran merupakan suatu pendekatan dalam mengorganisasikan komponen-komponen pembelajaran yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Strategi pembelajaran yang baik adalah strategi yang mampu mengkondisikan segala aspek perbedaan peserta didik baik yang menyangkut kecerdasan, perbedaan individu, latar belakang, kemampuan dan segala aspek yang ada pada anak didik. Dewasa ini di persekolahan kemampuan otak siswa kadang kurang diperhatikan padahal kemampuan otak manusia adalah tidak terbatas. Namun banyak orang yang tidak mampu mengolahnya sampai kepada penggunaan yang optimal, sehingga hasil yang dicapai juga kurang maksimal. Hal ini disebabkan karena strategi pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran kurang merangsang kepada penggunaan otak secara keseluruhan.

Kenyataan di lapangan banyak siswa yang sebenarnya memiliki kecerdasan yang tinggi namun tidak dapat diberdayakan sebaik mungkin, sehingga dalam belajar ia tidak mencapai hasil belajar yang baik. Ada anak yang memiliki kecerdasan tinggi namun karena strategi pembelajaran yang kurang sesuai dengan perkembangannya menjadikan pebelajar tersebut berada di tingkat bawah. Namun sebaliknya ada anak yang memiliki kecerdasan menengah dapat berhasil dalam pembelajaran karena strategi pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kebutuhannya.

Secara umum cara anak belajar menurut Schmith adalah sebagai berikut :

  • anak- anak belajar sambil bermain
  • Anak-anak belajar melalui pengalaman langsung, melihat, menyentuh, meraba, mencium,
  • anak-anaka belajar berkomunikasi dengan mengobrol
  • anak-anak belajar dengan mencoba memecahkan masalah sungguhan
  • anak-anak tahu bahwa menyelidik dan menjelajah bermanfaat bagi mereka

Dari kutipan tersebut terlihat tentang cara-cara anak dalam belajar. Jadi untuk menjadikan anak sukses belajar maka strategi yang diciptakan juga harus mempedomani tentang bagai mana cara anak sebenarnya belajar. Penekanan yang paling penting adalah kondisikan anak saat belajar benar-benar seperti apa kenyatannya. Sesuai dengan prinsip mereka belajar. Dan buatlah strategi pembelajaran yang melibatkan semua aspek pengalaman anak didik.

Strategi pembelajaran yang baik adalah yang mampu mengatasi segala sesuatu penghambat dalam suatu pembelajaran. Sehubungan dengan hal ini De Poter (2000:5) menegaskan bahwa “ menyingkirkan hambatan yang menghalangi proses belajar alamiah dengan secara sengaja menggunakan musik, mewarnai lingkungan sekeliling, menyusun bahan pengajaran yang sesuai, cara efektif penyajian dan keterlibatan aktif” dari penjelasan tersebut dapat diulas bahwa hambatan dalam proses pembelajaran dapat diatasi dengan mempertimbangkan strategi yang memuat unsur-unsur musik, warna, bahan ajar dan lain sebagainya.

Perkembangan kecerdasan pada seseorang sesuai dengan rangsangan yang diberikan. Artinya jika menginginkan kondisi kecerdasan yang maksimal maka seseorang guru harus mampu menciptakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kecerdasannya. Guru harus mampu merancang suatu strategi yang mampu melibatkan seluruh kecerdasan yang ada pada peserta didiknya. Namun pada saat ini strategi yang ada masih menekaankan pada satu atau dua aspek kecerdasan.

Sebagai bidang kawasan maka perancangan yang menyangkut strategi pembelajaran tidak dapat dipisahkan dengan teori motivasi, belajar dan lainnya. Hal ini penting karena strategi pembelajaran adalah menyangkut segala sesuatu yang dilakukan untuk memberdayakan orang untuk belajar. Teori motivasi penting karena akan menyangkut erat pada saat pelaksanakaan baik yang menyangkut perbedaan individu, kondisi siswa dan lain sebagainya yang juga patut untuk dipertimbangkan.

Strategi pembelajaran yang sering digunakan guru pada saat ini belum mampu mencapai tujuan yang diinginkan. Hal ini disebabkan karena srategi pembelajaran yang digunakan guru belum berbasis kepada berbagai jenis kecerdasan yang ada pada seseorang. Kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang perlu dirangsang karena ia akan berhubungan dengan kecerdasan lainnya.

Melihat fenomena di atas, maka penulis tertarik membuat makalah ini dengan judul strategi pembelajaran dengan memberdayakan kecerdasan untuk mencapai hasil belajar yang optimal.

 Pembahasan

  1. Jenis Kecerdasan yang Mendasar pada Anak Didik

Dari berbagai hasil penelitian maka ada berbagai jenis kecerdasan yang digunakan oleh manusia untuk mencapai kesuksesan. Menurut Gardner, kecerdasan tidak hanya berupa IQ saja namun kecerdasan merupakan sekumpulan kepingan kemampuan yang ada beragam pada bagian otak. Kemampuan kecerdasan dapat ditingkatkan dan dimanfaatkan jika dapat dibina dan dipelihara dalam lingkungan yang tepat.

Menurut Gardner ada setidaknya tujuh jenis kecerdasan utama dalam diri manusia diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Kecerdasan Linguistik

Kecerdasan ini merupakan kemampuan menggunakan kata secara efektif, baik lisan maupun tertulis. Selain itu kecerdasan ini juga meliputi kemampuan memanipulasi struktur bahasa, fonologi atau bunyi bahasa, sematik atau makana bahasa, dimensi pragmatic atau penggunaan praktis bahasa, mnemonic atau hafalan, eksplanasi dan metabahasa.

Ciri-ciri seseorang yang memiliki kecerdasan ini adalah suka menulis kreatif, suka mengarang kisah khayal atau menutur lelucon, sangat hafal nama, tempat, tanggal atau hal-hal lain kecil. Selain itu ciri lain dari seseorang yang memiliki kecerdasan ini adalah membaca di waktu senggang, mengeja kata dengan tepat dan mudah, menyukai pantun lelucon, suka mengisi TTS, meningmati dengan mendengarkan, memiliki kosa kata yang luas dan unggul dalam mata pelajaran bahasa.

  1. Kecerdasan matematis-Logis,

Kecerdasan ini merupakan kemampuan menggunakan angka dengan baik dan melakukan penalaran yang benar. Kecerdasan ini juga meliputi kepekaan terhadap pola dan hubungan logis, pernyataan dan dalil, fungsi logika dan kemampuan abstraksi lainnya.

Adapun ciri-ciri dari seseorang yang memiliki kecerdasan ini adalah dapat menghitung problema aritmetika dengan cepat di luar kepala. Kemudian mampu menikmati penggunaan bahasa komputer atau program software logika. Suka mengajukan pertanyaan yang bersifat analisis, misalnya mengapa hujan turun? dimana ujung langit dan sebagainya. Ahli dalam permainan strategi, suka merancang eksperimen untuk pembuktian sesuatu. Orang yang memiliki kecerdasan ini umumnya menghabiskan waktu dengan permainan logika dan suka menyusun dalam kategori atau hirarki.

  1.  Kecerdasan Spasial

Kecerdasan spasial merupakan kemampuan mengekspresikan dunia spasial secara akurat dan kemampuan mentransformasikan persepsi dunia visual tersebut dalam berbagai aspek kehidupan. Adapun ciri-ciri dari seseorang yang memiliki kecerdasan ini adalah sebagai berikut : mampu memberikan gambaran visual yang jelas ketika menjelaskan sesuatu, mudah membaca peta, grafik dan diagram. Selain itu mampu menggambar sosok orang atau benda persis ahlinya. Senang melihat film, slide, foto dan karya seni lainnya. Sangat suka melamun dan berfantasi dan banyak lagi ciri-ciri seseorang yang memiliki kecerdasan spasial ini.

  1. Kecerdasan Kinestetik Jasmani

Kecerdasan ini adalah keahlian mengggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan, keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan sesuatu, dan kemampuan fisik. Adapun ciri-ciri dari seseorang yang memiliki kecerdasan ini adalah sebagai berikut : orangnya banyak bergerak ketika sedang duduk atau mendengarkan sesuatu, aktif dalam kegiatan fisik. Selain itu dapat menikmati kegiatan melompat, lari, gulat dan kegiatan fisik lainnya. Mampu memperlihatkan keterampilan dalam bidang kerajinan tangan, pandai meniru gerakan, kebiasaan, atau perilaku orang lain. Mampu bereaksi secara fisik terhadap jawaban masalah yang dihadapi. Menikmati kegiatan dengan tanah liat, melukis dengan jari dan suka membongkar berbagai benda kemudian menyusun lagi.

  1. Kecerdasan Musikal

Adalah kemampuan mengekspresikan berbagai bentuk musical, membedakan, mengubah dan mengekspresikannya. Kecerdasan ini juga meliputi kepekaan terhadap irama, pola nada atau melodi dan warna nada. Adapun ciri-ciri dari seseorang yang memiiki kecerdasan musical adalah suka memainkan alat musik di rumah dan di sekolah, mudah mengingat melodi suatu lagu. Orang yang memiliki kecerdasan ini suka belajar dengan iringan musik, suka mengoleksi kaset-kaset atau CD lagu-lagu, bernyanyi atau bersenandung untuk diri sendiri atau untuk orang lain. Mudah mengikuti irama, mempunyai suara yang bagus untuk bernyanyi. Peka terhadap bunyi-bunyian di lingkungannya.

  1. Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan ini adalah kemampuan memersepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi serta perasaan orang lain. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap ekspresi wajah, gerak isyarat, kemampuan membedakan berbagai macam tanda interpersonal, dan kemampuan mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu.

Ciri-ciri seseorang yang memiliki kecerdasan ini adalah : mempunyai banyak teman, suka bersosialisasi di lingkungannya. Orangnya sangat mengenali lingkungannya, banyak terlibat dalam kegiatan kelompok. Orangnya mampu berperan sebegai penengah ketika terjadi pertikaian. Mampu menikmati berbagai macam kelompok. Sangat suka menikmati pekerjaan mengajari orang lain. Dan berbakat menjadi pemimpin dan berprestasi dalam mata pelajaran ilmu social.

  1. Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan ini adalah kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut. Selain itu kecerdasan ini juga meliputi kesadaran akan suasana hati, maksud, motivasi, keinginan, berdisiplin diri dan kemampuan menghargai diri.

Adapun ciri-ciri orang yang memilki kecerdasan ini adalah memperlihatkan sikap independen dan kemampuan kuat, bersikap realistis terhadap kekuatan dan kelemahannya. Memberikan reaksi keras terhadap topic-topik kontraversial dengan dirinya. Memeiliki kecendrungan pandangan yang lain, banyak belajar dari masa lalu. Mampu dengan tepat mengekpresikan perasaannya. Mampu berfikir fokus dan terarah pada pencapaian tujuan.

  1. Kecerdasan Naturalistik

Adalah keahlian mengenali dan mengategorikan spesies flora dan fauna di lingkungan sekitar. Adapun ciri-ciri dari seseorang yang memilki kecerdasan ini adalah suka dan akrab dengan berbagai hewan peliharaan, sangat suka menikmati berjalan-jalan di alam. Mampu menunjukan kepekaan terhadap fenomena alam, suka berkebun. Menghabiskan waktu dekat akuarium, mencatat berbagai fenomena alam.

  1. Pentingnya Strategi Pembelajaran

Strategi pembelajaran untuk kegiatan proses pembelajaran memenggang peranan yang menentukan karena tercapai atau tidaknya tujuan yang ingin dicapai sangat ditentukan oleh strategi yang digunakan. Strategi pembelajaran mencakup berbagai metode yang digunakan, media, prosedur dan teknik yang dipakai untuk menyampaikan materi kepada peserta didik. Sehubungan dengan hal ini Sudjana (1991:16) menyatakan bahwa

Strategi pembelajaran adalah setiap kegiatan baik prosedur, langkah, maupun metode dan teknik yang dipakai agar dapat memberikan kemudahan, fasilitas dan atau bantuan lain kepada siswa untuk mencapai tujuan instruksional.

Dari pendapat tersebut terlihat bahwa strategi pembelajaran mencakup berbagai aspek untuk pencapaian tujuan pembelajaran yang diinginkan. Sehingga pentingnya strategi tergantung kepada materi dan tujuan apa yang diinginkan. Selain itu strategi yang digunakan harus juga disesuaikan dengan karakteristik siswa, lingkungan dan materi yang akan dibahas. Sehungan dengan hal ini maka Gulo (2002:83) menegaskan bahwa:

Strategi belajar mengajar yang efektif untuk mencapai tujuan tertentu itu tergantung pada kondisi masing-masing unsur yang terlibat dalam proses belajar mengajar secara faktual kemampuan siswa, guru, materi, sumber belajar, media, faktor logistik, tujuan yang ingin dicapai adalah unsur pembelajaran yang berbeda di setiap tempat danm waktu.

Sesuai dengan uraian tersebut strategi pembelajaran berguna untuk pencapaian tujuan instruksional yang diinginkan. Selain itu strategi pembelajaran apada umumnya dirancang oleh guru sesuai dengan kebutuhan mata pelajaran yang dikelolanya. Sesungguhnya pendekatan ini sudah baik bila dilakukan secara baik dan benar.

  1. Strategi Pembelajaran dengan Memberdayakan Kecerdasan

Vygoesky dan ahli pandangan kontruktifisme menyatakan bahwa segala seseuatu akan bermakna bagi anak, apabila ia melakukannya dengan menemukannya sendiri, melalui interaksi aktif dengan lingkungannya. Guru hanya berfungsi sebagai fasilitator saja. Sehingga untuk itu diperlukan beberapa implikasi dari teori tersebut adalah :

  1. Kurikulum pendidikan harus memberikan peluang bagi perkembangan semua aspek perkembangan anak baik perkembangan fisik, emosi, sosial, dan kongrit melalui suatu pendekatan yang interaktif
  2. Peristiwa belajar harus dipandang sebagai proses interaktif dimana guru memfasilitasi suatu lingkungan belajar yang memungkinkan anak belajar melalui interaksi aktif baik dengan guru, teman sebaya atau media belajar dan anak menggali serta menemukan sendiri pemahaman guru akan konsep yang dipelajarinya
  3. Kegiatan dan media pembelajaran harus konkrit, nyata, beragam dan relevan dengan kehidupan anak.
  4. Guru harus memberikan empiris belajar yang variatif, memberikan tantangan, meningkatkan kemmpuan anak segera setelah kemajuan anak terlihat meningkat
  5. Perencanaan pembelajaran harus didasarkan hasil observasi dan tingkat perkembangan anak yang dilakukan oleh guru.

Mengingat implikasi tersebut teknologi pembelajaran berperan dalam upaya penelitian dan pengembangan secara terus menerus tentang strategi pembelajaran yang tepat. Hal ini meliputi penelitian dan pengembangan terghadap metode, media, sistem asessment dan lingkungan belajar. Untuk dapat menerapkan strategi yang mampu memberdayakan kemampuan kecerdasan maka pendidik harus kreatif dan inovatif dalam menyikapi hal ini. Strategi yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan kecerdasan peserta didiknya.

Untuk melihat kemampuan anak didk maka ada sejumlah pendidik inovatif di banyak negara yang menempatkan teknik-teknik CBC untuk merangsang pikiran anak didik  dengan asumsi sebagai berikut :

  • Para siswa peratama-tama harus belajar bagaimana belajar dan belajar bagaimana berfikir
  • Belajar harus menyenangkan di samping membangun percaya diri
  • Pengetahuan harus disampaikan dengan pendekatan multi sensori dan multi model dengan m,enggunakan berbagai bentuk kecerdasan
  • Orang tua khususnya dan masyarakat umumnya harus terlibat sepenuhnya dalam pendidikan anak-anak
  • Sekolah harus mnjadi persiapan sebenar-benarnya bagi dunia yang nyata
  • Prinsi-prinsip manajemen kualitas total dalam bisnis harus mengilhami dunia persekolahan

(Colin Rose: 2002: 328)

Dengan adanya asumsi tersebut maka seorang guru agar mampu merangsang penggunaan kecerdasan majemuk pada siswanya. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara diantaranya adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, demokratis dan antusias. Selain itu peran orang tua dan masyarakat juga sangat menentukan dalam keberhasilan strategi ini.

Strategi pembelajaran dengan memberdayakan kecerdasan pada hakekatnya adalah upaya mengoptimalkan kecerdasan majemuk yang dimiliki setiap individu untuk mencapai kompetensi tertentu yang dituntut kurikulum. Dengan menggunakan teori kecerdasan majemuk memungkinkan guru mengembangkan strategi pembelajaran inovatif yang relatif baru dalam dunia pendidikan. Meskipun demikian tidak ada rangkaian strategi pembelajaran yang bekerja secara efektif untuk semua siswa.

Setiap siswa memiliki kecendrungan tertentu pada kedelapan kecerdasan yang ada. Oleh karena itu suatu strategi mungkin akan efektif apada kelompok siswa, tetapi akan gagal bila diterapkan padakelompok lain. Dengan dasar seperti inilah sudah seharusnya guru memperhatikan jenis kecerdasan yang menonjol pada masing-masing siswa agar dapat menetukan strategi pembelajaran yang tepat untuk mengoptimalkan potensi yang ada dalam dirinya.

Strategi pembelajaran ini pada prakteknya adalah memacu kecerdasan yang menonjol pada diri siswa seoptimal mungkin dan berupaya mempertahankan kecerdasan lainnya pada standar minimal yang ditentukan oleh lembaga atau sekolah. Dengan demikian penggunaan strategi ini tetap berada pada posisi yang selalu menguntungkan bagi siswa akan keluar sebagai individu yang memiliki jati diri, yang potensial pada salah satu atau lebih dari delapan jenis kecerdasan yang dimilikinya.

 Langkah Penerapan Strategi Pembelajaran dengan Memberdayakan Kecerdasan

Untuk dapat menerapkan strategi ini disekolah maka guru harus mampu terlebih dahulu mengenal hal-hal yang terkait dengan kecerdasan yang dimilki pebelajarnya untuk itu pengenalan lebih awal tentang kecerdasan yang dimilki anak itu penting. Untuk itu dalam penerapan strategi ini ada dua tahapan yang harus dilkukan untuk memperoleh hasil yang optimal yaitu :

  1. Memberdayakan semua jenis kecerdasan pada setiap mata pelajaran

Cara ini adalah dengan memberdayakan semua jenis kecerdasan majemuk yang ada pada setiap mata pelajaran adalah menginput informasi melalui delapan jalur ke dalam otak memori siswa. Secara empirik untuk menerapakan strategi pembelajaran ini dapat dimulai dengan melakukan reposisi pada kurikulum yang ada. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengubah tujuan intruksional khusus yang ada menjadi kompetensi yang diharapkan. Dengan demikian setiap TIK atau pokok bahasan dituntut untuk memberadayakan semua atau sebagian besar jenis kecerdasan yang ada.

Contoh yang dapat diambil adalah pada mata pelajaran bahasa yang dominan dengan kecerdasan linguistik, TIKnya berbunyi “siswa dapat membacakan puisi dengan intonasi yang benar di depan kelas“. Bila siswa melakukan semua itu benar, maka kecerdasan yang terlibat meliputi : kecerdasan linguistik, matematis, spasial terbatas dan kinestetis. Akan tetapi bila TIK diubah menjadi “siswa dapat membacakan puisinya dengan intonasi yang baik dan benar di halaman sekolah atau pada acara tertentu” maka kecerdasan yang terlibat akan lebih banyak lagi yaitu : kecerdasan linguistik, matematis, sapsial, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, dan naturalistik. Sehingga kadar belajar yang diperoleh siswa akan jauh lebih tinggi dibandingkan bila hanya membacakan puisinya di depan kelas.

Pemikiran kreatif seperti inilah yang dituntut pada setiap guru bila ingin menerapkan strategi pembelajaran ini. Dengan strategi pembelajaran dengan menggunakan kecerdasan ini akan ada perubahan dalam sikap belajar siswa. Siswa terlihat lebih aktif, percaya diri, dan kreatif dalam banyak hal.

  1. Mengoptimalkan pencapaian mata pelajaran tertentu berdasarkan kecerdasan yang menonjol pada masing-masing siswa

Cara  kedua ini dapat ditempuh jika guru telah mengetahui kecerdasan apa yang lebih menonjol pada setiap siswa. Untuk itu guru terlebih dahulu harus bisa mengetahui kecerdasan apa saja yang dimilki anak. Penerapan tahap ini lebih bersifat personal atau individual. Siswa yang memilki kecerdasan linguistik misalnya, akan dioptimalkan pencapaian hasil belajarnyapada mata pelajaran bahasa dan sastra. Sedangkan mereka yang mempunyai kecerdasan matematis dan logis lebih cendrung diarahkan pada pencapaian hasil belajar matematikanya seoptimal mungkin. Bagi mereka yang memiliki kecerdasan kinestetik jasmani akan menghasilkan sesuatu yang optimal bila diizinkan belajar dengan cara melakukan gerakan tertentu. Demikian seterusnya guru harus mampu menyesuaikan antara kecerdasan yang menonjol dengan hasil belajar yang akan dicapainya.

Dari uraian tersebut adalah contoh bagaimana strategi pembelajaran dengan memberadayakan kecerdasan diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah. Khususnya untuk mencapai setiap kompetensi yang telah ditetapkan dalam sebuah kurikulum. Sangat jelas bagaimana guru berupaya menjadikan siswanya sebagai sang juara pada bidang tertentu sesuai dengan kecerdasan yang dimilikinya. Siswa tidak hanya mengetahui konsep pengetahuan semata, tetapi ia juga dapat menerapkan pengetahuannya dalam berbagi aspek kehidupan. Dengan kata lain tidak ada yang mustahil bila kita ingin melakukan sesuatu perubahan dalam strategi pembelajaran yang kita gunakan.

  1. Penutup

 Kecerdasan yang ada pada setiap manusia ada sebanyak delapan jenis kecerdasan mulai dari kecerdasan linguistik, matematis-logis, spasial, kinestetik-jasmani, musikal, interpersonal dan intrapersonal serta kecerdasan naturalistik.Strategi pembelajaran pada umumnya dirancang oleh guru sesuai dengan kebutuhan mata pelajaran yang dikelolanya. Sesungguhnya pendekatan ini sudah baik bila dilakukan secara baik dan benar. Strategi pembelajaran memengang perana yang menetukan dalam setiap proses pembelajaran.

Strategi pembelajaran memberdayakan kecerdasan ini pada prakteknya adalah memacu kecerdasan yang menonjol pada diri siswa seoptimal mungkin dan berupaya mempertahankan kecerdasan lainnyapada standar minimal yang ditentukan oleh lembaga atau sekolah. Strategi pembelajaran dengan memberadayakan kecerdasan diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah. Khususnya untuk mencapai setiap kompetensi yang telah ditetapkan dalam sebuah kurikulum. Seharusnya guru mengenal kecerdasan yang menonjol pada setiap siswa sehingga strategi yang digunakan untuk pencapaian hasil belajar sesuai dengan kemampuan kecerdasan yang dimilkinya.

Sebaiknya guru dapat menerapkan stretegi ini untuk menjadikan anak didik memilki jati diri mereka yang sesungguhnya, sehingga mereka akan berdaya guna dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam penerapan strategi pembelajaran dengan memberdayakan kecerdasan sangat diperlukan kretifitas dari guru untuk dapat menciptakan suasana yang dapat memotivasi dan merangsang kecerdasan pada setiap individu siswa. Dalam prakteknya strategi ini akan mampu melihat tingkat penguasaan materi oleh siswa sehingga guru harus dapat membuat evaluasi hasil belajar sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

 Daftar Pustaka

De Porter, Bobbi & Mike Hernacki. (2000). Quantum Learning, Bandung: Kaifa

Dryden, Gordon and Jeannette Vos. (1999). Revolusi Cara Belajar I. Bandung: Kaifa

Schmidt, Laurel. (2002). Jalan Pintas Menjadi 7 Kali Lebih Cerdas. Bandung : Kaifa

Sells, Barbara dan Rita C. Richey. (1994). Teknologi Pembelajaran. Washington DC : AECT

Stine, Jean Marie. (2002). Doubel Your Brain Power. Jakarta : Ikrar Mandiriabadi

Iklan

INOVASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

INOVASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN_TPMPD

Membangun Kemitraan Dalam PMP

MATERI KEMITRAAN TPMPD

Contoh Kajian 9 Aspek Manajerial

Sebagai acuan bagi peserta Diklat CKS dalam melakukan kajian 9 aspek menejerial materi berikut ini dapat dijadikan acuan untuk melakukan kajian tersebut dan dapat dengan mudah didownload di sini 1. Matriks Kajian Manajerial RKS2. Matriks Kajian Manajerial Keuangan3. Matriks Kajian Manajerial Kurikulum4. Matriks Kajian Manajerial Sarpras5.Matriks Kajian Manajerial Peng. Peserta Didik6.Matriks Kajian Manajerial Adm Sekolah7. Matriks Kajian Manajerial PTK8. Matriks Kajian Manajerial TIK9. Matriks Kajian Manajerial Monitoring

Contoh Rencana Tindak Kepemimpinan

Setelah membaca dan memahami pedoman penyusunan RTK ternyata bapak/ibuk masih bingung, maka bapak ibuk dapat mendownload contoh RTK Berikut ini Contoh Matrix RTK 2018

Pedoman Penyusunan Rencana Tindak Kepemimpinan Diklat Calon Kepala Sekolah

Salah satu tagihan yang harus diselesaikan peserta Diklat Calon Kepala Sekolah sebelum melaksanakan On The Job Learning adalah menyusun Rencana Tindak Kepemimpinan. Bagi peserta yang masih belum jelas dalam menyusun RTK dapat mendownload materi berikut dengan meng klick tautan berikut ini Pedoman pengisian RTK Diklat Calon Kepala Sekolah

RTL DIKLAT CALON KEPALA SEKOLAH

Setelah menerima penjelasan dan praktik melakukan latihan kepemimpinan dan manajerial peserta diklat diwajibkan menyusun Rencana Tindak Lanjut  rencana tindak kepemimpinan yang akan dilakukan di sekolah magang, baik di sekolahnya sendiri maupun di sekolah magang dua. berikut ini disampaikan RTL Diklat calon kepala sekolah, bagi yang berminat dapat mendownload di sini Contoh Jadwal RTL  Continue reading “RTL DIKLAT CALON KEPALA SEKOLAH”

Latihan Simulasi Pengisian RTK

Bapak dan Ibu Calon Kepala Sekolah untuk materi  RTK setiap peserta wajib membuat RTK. Agar memperoleh RTK yang baik diperlukan latihan atau simulasi pengisian RTK terlebih dahulu. Sebagai bahan untuk simulasi dapat menggunakan contoh berikut ini

SIMULASI RENCANA PENYUSUNAN PROGRAM

  1. Kinerja Sekolah (EDS) yang akan ditingkatkan :

………………………………………………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………………………………………..

  1. Metode yang akan digunakan untuk meningkatkan kinerja dan kompetensi

………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………..

  1. Judul Program yang diusulkan :

Upaya peningkatan kompetensi guru dlm mengembangkan  instrumen dan                 pedoman penilaian  melalui IHT di……………………

…………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………..

RENCANA PENYUSUNAN PROGRAM

  1. TUJUAN :
  2. Peningkatan Kompetensi Calon Kepala Sekolah (CKS) :

          Meningkatkan kemampuan CKS pada kompetensi Kepribadian, Kewirausahaan           dan sosial melalui IHT mengembangkan  instrumen dan pedoman penilaian

          …………………………………………………………………………………………………………………………

  1. Peningkatan Kinerja Sekolah :

Untuk meningkatan kompetensi guru dlm mengembangkan  instrumen dan                pedoman penilaian  melalui IHT di……………………

…………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………

  1. INDIKATOR:
  2. Indikator Peningkatan Kompetensi CKS

Dilihat pada AKPK CKS (kepribadian, Kewirausahaan dan Sosial)

Perkataan selaras dengan tindak

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

  1. Indikator Peningkatan Kinerja Sekolah :(lihat indicator di EDS)

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

  1. Program Kegiatan

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

  1. Skenario/Langkah-Langkah Kegiatan yang akan dilakukan :
  2. Siklus I (satu)
  3. Persiapan

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

  1. Pelaksanaan

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

  1. Monitoring dan evaluasi

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

  1. Refleksi

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

 

  1. Sumber daya yang akan dilibatkan :

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

  1. Metode Pengumpulan Data yang akan dilakukan :

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

 

Instrumen AKPK

Bapak ibu guru yang telah ditetapkan oleh dinas kab/kota sebagai calon kepala sekolah, sebelum mengikuti seleksi akademik sebaiknya mengisi instrumen Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK).

Instrumen yang telah diisi dilampirkan didalam petsyaratan seleksi administrasi. AKPK yang sudah diisi akan dijadikan dasar pada saat bapak ibu menyusun RTK.

Jika bapak ibu belum memiliki instrumennya dapat didownload disini http://kepalasekolah.org/

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑