Cari

elpramwidya.com

Berbuat sedikit lebih berarti daripada hanya berharap

Permendikbud no. 20, 21, 22, 23, dan 24 tahun 2016 tentang tentang Standar kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, standar Penilaian, dan KI – KD Pendidikan dasar dan Menengah

Berkaitan dengan upaya standarisasi pendidikan nasional, Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan sejumlah peraturan baru atau revisi dokumen yang berkaitan dengan 4 standar pendidikan yang meliputi Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses dan Standar penilaian serta revisi terhadap Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar di seluruh jenjang pendidikan Dasar dan Menengah.

Kelima peraturan menteri di atas tidak dapat dilepaskan dari adanya upaya revisi Kurikulum 2013 yang saat ini sedang diterapkan di beberapa sekolah sasaran. Dengan kata lain, kelima peraturan menteri di atas pada dasarnya merupakan landasan yuridis bagi penerapan kurikulum 2013 yang telah direvisi dan diberlakukan mulai tahun ajaran 2016/2017.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang kelima permendikbud di atas, silahkan klik tautan tautan di bawah ini:

Permendikbud Th. 2016 No. 020 – LampiranPermendikbud Th. 2016 No. 020 Ttg. SKL Pend. Dasar _ MenengahPermendikbud Th. 2016 No. 021 – LampiranPermendikbud Th. 2016 No. 021 Ttg. Standar Isi Pend. Dasar _ MenengahPermendikbud Th. 2016 No. 022 – LampiranPermendikbud Th. 2016 No. 022 Ttg. Standar Proses DikdasmenPermendikbud Th. 2016 No. 023 Ttg. Standar PenilaianPermendikbud_Tahun2016_Nomor024Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_01Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_02Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_03Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_04Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_05Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_06Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_07Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_08Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_09Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_10Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_11Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_12Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_13Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_14Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_15Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_16Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_17Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_19Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_20Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_21Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_22Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_23Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_24Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_25Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_26Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_27Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_28Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_29Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_30Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_31Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_32Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_33Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_34Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_35Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_36Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_37Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_38Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_39Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_40Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_41Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_42Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_43Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_44Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_45Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_46Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_47Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_48Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_49Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_50Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_51Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_52Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_53Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_54Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_55Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_56Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_57Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_58Permendikbud_Tahun2016_Nomor024_Lampiran_59

Iklan

Juknis Bantah Pendampingan K13 SMK

Juknis Implementasi Kurikulum 2013 SMK

Juknis Bantah Pendampingan K13 SMA

3. Panlak Bantah Pendampingan K-13 2016 SMA

Juknis Bantah Pendampingan K13 SMP

PANDUAN PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN K13_SMP_FINAL 7 APRIL

Juknis Bantah Pendampingan K13 SD

JUKNIS BANTAH PENDAMPINGAN KURIKULUM 2013_REVISI 12 MARET 2016

Contoh Penggunaan anggaran Bantah Pendampingan K13

RANCANGAN PENGGUNAAN BANTAH 2016

Rencana Tindak Lanjut Pendampingan K 13 oleh sekolah induk kluster

Dalam upaya membekali guru sekolah sasaran implementasi kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2016/2017 perlu dipersiapkan sedemikian rupa, sehingga pelaksanaan kurikulum 2013 oleh guru sasaran terutama yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan kebijakan kementrian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini. Sehubungan dengan itu perlu disusun rencana tindak lanjut yang matang. Berikut ini contoh rencana tindak lanjut yang bisa di adopsi oleh sekolah Induk Kluster. Jika berminat dapat didownload disini RENCANA TINDAK LANJUT

Model Pelatihan dan Pendampingan Kurikulum 2013 di tahun 2015

Dalam rangka melengkapi pemahaman kita semua khususnya rekan-rekan yang berprofesi sebagai tenaga pengajar dan pendidik, pada kesempatan siang hari ini situs herlinbima.com akan membagikan informasi tebaru terkait model pelatihan dan petunjuk teknis pemberlakuan Kurikulum 2006 (KTSP) dan Kurikulum 2013 yang akan mulai dijalankan tahun 2015 mendatang.

Guna menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Bersama Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendididikan dan Kebudayaan No. 5496/C/KR/2014 dan No. 7915/D/KP/2014 tentang Petunjuk Teknis Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum Tahun 2013 pada Sekolah Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Bagi saya, hal yang menarik dari kehadiran Petunjuk Teknis (Juknis) ini yaitu berkaitan dengan Model Pelatihan dan Pendampingan Kurikulum 2013.

Seperti diketahui, semula model Pelatihan dan Pendampingan Kurikulum 2013 yang digunakan adalah model berbasis guru yang mengandalkan pada individu guru itu sendiri dengan mekanisme “getok tular, dari satu mulut ke mulut lainnya”

Tetapi untuk ke depannya menurut Juknis ini, Model Pelatihan dan Pendampingan Kurkulum 2013 yang akan digunakan adalah model berbasis satuan pendidikan (Pasal 4 ayat 1).

Dalam pemahaman saya, model pelatihan dan pendampingan berbasis satuan pendidikan merupakan model dimana kegiatan pelatihan berlangsung di satuan pendidikan setempat (Sekolah yang ditunjuk sebagai Sekolah Rintisan Penerapan Kurikulum 2013), dengan sasaran seluruh guru dan tenaga kependidikan yang ada di satuan pendidikan setempat.

Seluruh guru sama-sama belajar tentang Kurikulum 2013 dan menerima materi pelatihan secara langsung dari sumber utama yang terpercaya, bukan dari sumber-sumber lain yang mungkin sudah jauh terdistorsi.

Setiap guru di Sekolah Rintisan Penerapan Kurikulum 2013 dipantau dan dibimbing secara intensif tingkat kemampuannya dalam mengimplementasikan hasil pelatihan.

Demikian pula, dengan kepala sekolah, mereka akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan secara intens dalam mengelola kurikulum 2013 dan mendapatkan bimbingan dari sumber yang terpercaya.

Proses pendampingan dan setiap kegiatan pemecahan masalah (problem solving) benar-benar disesuaikan dengan karakteristik dan keunikan yang dimiliki masing-masing sekolah.

Keberhasilan implementasi Kurikulum 2013 di sekolah  tidak lagi bergantung kepada orang per orang, melainkan dalam bingkai organisasi secara kolektif. Peluang guru untuk memperoleh bimbingan dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di sekolahnya masing-masing dapat lebih utuh dan merata, tidak hanya didominasi oleh guru-guru tertentu yang kebetulan sering mendapat panggilan pelatihan. Begitu juga, sekolah dapat  mengembangkan kurikulum 2013 sesuai dengan segenap potensi yang dimilikinya. dan pada akhirnya terhindar dari “pseudo kesuksesan” yang menganggap seolah-olah di sekolah Kurikulum 2013 sudah berjalan dengan baik padahal kenyataannya masih terjadi compang-camping disana-sini, baik dari sisi proses maupun hasilnya.

Mudah-mudahan seperti itulah gambarannya, sehingga implementasi kurikulum 2013 dapat berjalan selaras dengan ide kurikulum 2013 itu sendiri yang secara konseptual memang tidak perlu diragukan lagi kehebatannya.

Untuk mengetahui lebih jauh isi Permendikbud No. 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 dan Peraturan Bersama No. 5496/C/KR/2014 dan No. 7915/D/KP/2014 tentang Petunjuk Teknis dapat diunduh melalui tautan ini:

Sekian dan semoga bermanfaat.

sumber http://www.herlinbima.com

Permendikbud no.160 tahun 2014

Permendikbud ini sebagai obat yang paling mujarab buat rekan-rekan guru yang selalu berkeluh kesah dan gundah gulana semenjak mendikbud M.Nuh menggelontorkan Kurikulum 2013, ada yang mengeluhkan tentang metodologi pembelajarannya, ada yang mengeluh karena harus menyiapkan berbagai media pembelajaran untuk bisa mengaplikasikan pendekatan saintifik, ada yang mengeluh penilaian yang harus dilakukan terlalu banyak dan berbagai keluhan-keluhan lainnya.

Agar tidak salah menerjemahkan berita-berita tentang implementasi K 13 yang telah beredar di berbagai   mas media perlu dibaca permendikbud nomor 160 ini. Untuk itu semua guru, kepala sekolah dan pengawas pendidikan perlu mendownload permendikbud tersebut. Biar nggak penasaran silahkan didownload disini PERMENDIKBUD NO.160 TAHUN 2014_Mr.Anis Bawesdan. Semoga Permen ini dapat mengobati insan-insan pendidik yang selalu galau dengan lahirnya Kurikulum 2013.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑