Selasa tiga puluh satu JUli 2012 hampir seluruh media cetak yang ada di negeri tercinta ini mengulas hingar bingarnya pelaksanaan UKG dihari pertama. Banyak tanggapan miring dari para pakar yang sudah dibumbui oleh para kuli tinta dan kuli warta. Dari beberapa pendapat para pakar yang telah dilansir dapat penulis kemukakan di sini sebagian besar para pakar belum setuju UKG online dilakukan pada tahun ini. Kemendikbud seolah-olah terburu-buru menerapkan kebijakan ini sehingga dalam pelaksanaannya banyak ditemui kendala dan segudang permasalahan dibeberapa wilayah di negeri ini.

Berita lain juga dikemukakan bahwa pelaksanaan UKG online bagi guru yang telah disertifikasi menimbulkan Gejolak dan pernyataan tidak setuju kebijakan ini diterapkan oleh kemndikbud. Penulis menyadari hal ini wajar dilakukan oleh para guru terutama guru-guru yang kurang menguasai kompetensinya dan juga gaptek, sebab mereka ketakutan dengan adanya UKG online ini akan menghambat kenaikan pangkat dan jabatannya hal ini sesuai dengan pernyataan Kasi Pemetaan Mutu Pendidikan LPMP Jateng, Yuli Haryanto mengatakan bahwa, pelaksanaan UKG ini tidak ada kaitannya dengan tunjangan profesional bagi guru yang sudah bersertifikat. Namun, jika pendidik yang bersangkutan tidak turut dalam ujian itu maka bisa berdampak pada kenaikan pangkat dan jabatan fungsional seperti yang diatur dalam aturan Permendikbud. “Selain itu, dimungkinkan ada juga sanksi disiplin yang telah diatur oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota,” ungkapnya, hari ini (29/7).

Menanggapi berbagai opini miring tentang pelaksanaan UKG online sebagai insan akademik ataupun pelaku dan pemerhati pendidikan Lalu bagaimana sikap kita yang sebaiknya? Langkah yang terbaik yang harus kita lakukan adalah:1) jangan mudah suuzon dan terhasut oleh isu-isu negativ yang beredar, 2) pahami dan ketahui dengan benar maksud dan tujuan dilaksanakan UKG online tersebut, 3) jangan memberikan ulasan tentang UKG yang dapat menyulut emosi para pelaku pendidikan.

Akhirnya penulis berharap semoga semua insan indonesia dapat berfikir jernih dan dengan qolbu yang bersih dalam menyikapi kebijakan kemendikbud tentang pelaksanaan UKG ini.