Lesson study terdiri dari tiga bagian utama: (1) identifikasi tema penelitian (research theme) dari lesson study; (2) pelaksanakan sejumlah research lesson yang akan mengeksplorasi research theme; dan (3) refleksi proses pelaksanaan lesson study, termasuk pembuatan laporan tertulis.
classroom2
Identifikasi Research Theme dalam Lesson Study
Proses penetapan research theme (tujuan utama) untuk lesson study tertentu melibatkan diskusi awal di antara semua guru dalam tim/kelompok. Proses ini biasanya dilakukan di awal proses lesson study. Research theme biasanya disusun dengan terlebih dulu mengidentifikasi kesenjangan antara kenyataan kemampuan belajar dan pemahaman siswa dengan harapan guru terhadap kemampuan siswa, berdasarkan pada data yang ada dan refleksi terhadap praktik pembelajaran di kelas. Selain itu, guru-guru mendiskusikan bagaimana mereka akan dapat menutup kesenjangan kinerja siswa itu. Melalui kegiatan ini, guru-guru di Jepang mengembangkan research theme dan memanfaatkannya sebagai fokus upaya perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan lesson study. Research theme juga digunakan untuk menentukan berhasil tidaknya suatu lesson study.

Untuk menetapkan research theme, sekolah mengadakan pertemuan guru dua kali. Semua kelompok guru dari berbagai kelas berbagi pandangan mereka tentang kondisi kemampuan belajar siswa, kelemahan siswa dalam belajar dan harapan mereka terhadap siswa. Kemudian guru-guru mengidentifikasi beberapa masalah umum yang dapat mereka sepakati untuk melakukan perbaikan kemampuan belajar siswa.

Beberapa contoh kegiatan research theme dalam lesson study adalah:
•menetapkan fokus pada pembelajaran yang akan mematangkan kemampuan siswa berekspresi
•mengembangkan pembelajaran dengan persiapan yang matang sehingga dapat memberi kepuasan kepada siswa dan membuatnya menyenangi kegiatan pembelajaran sambil meningkatkan kemampuan sehingga mereka memandang masa depan secara positif dan berpikir kritis
•menerapkan teknik deep dialog/critical thinking untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam menggeluti topik-topik yang mereka jumpai sehari-hari.
•membentuk perilaku yang otonom siswa serta penuh gairah hidup dengan cara mengembangkan kebugaran dan kesehatan fisik mereka.

Untuk mencapai tujuan besar ini, guru-guru hendaknya menetapkan serangkaian sub-tujuan, satu sub-tujuan setiap tahapannya, sambil menjaga research theme sebagai tujuan utama. Tahap pertama mungkin difokuskan pada peningkatan kecakapan pemahaman siswa dalam permasalahan yang sedang dikaji. Tahap ke dua bisa fokus pada kecakapan berpresentasi dan menyimak, sedangkan tahap ke tiga untuk pengembangan kecakapan berdiskusi. Pendekatan step-by-step dalam pencapaian sub-tujuan ini dimaksudkan agar research theme dapat tercapai secara utuh.

Pelaksanakan Research Lessons
Pada tahap persiapan dan kajian, sekelompok guru secara bersama membuat rencana rinci research lesson. Kelompok ini biasanya disebut kelompok perencana pembelajaran. Kelompok perencana pembelajaran biasanya terdiri dari empat sampai enam orang.

Untuk menyiapkan suatu research lesson, tim guru mendiskusikan berbagai masalah. Pertama, guru melihat pada pokok bahasan yang mereka selidiki dan diskusikan:
•apa yang diajarkan dan bagaimana ketersediaan dan ketercukupan buku teks yang dipakai
•bagaimana buku teks atau bahan ajar lainnya menyajikan unit tersebut dengan cara berbeda
•hubungan unit pelajaran dengan kurikulum
•pengetahuan yang sebelumnya sudah dipelajari siswa dan pemahaman siswa terhadap topik saat sekarang
•tujuan dan konsep penting yang ingin dicapai pada unit itu
•bagaimana kesesuaian research lesson dengan unit tersebut
•tujuan dari research lesson

Kemudian guru-guru membahas ciri-ciri khusus dari research lesson yang sedang mereka kembangkan. Berikut ini daftar topik yang sering mereka bahas:
•masalah yang akan menjadi fokus pelajaran
•bagaimana memulai pelajaran (pelibatan dan minat)
•pertanyaan utama yang akan diberikan untuk memacu berfikir anak
•antisipasi jawaban siswa dan respon guru
•perangkat pembelajaran dan manipulatif
•handout dan catatan
•pengaturan penggunaan papan tulis dan pemanfaatan media pembelajaran
•kemajuan, alur, dan keterpaduan (koherensi) pelajaran
•bagaimana dan di mana pelajaran diakhiri
•bagaimana pelajaran dievaluasi
0720typical20classroom
Guru-guru sering membahas masalah-masalah lain bersamaan dengan pembahasan research lesson yang sedang mereka kembangkan. Sebagian topik bahasan mereka adalah:
•bagaimana menangani perbedaan individual anak
•bagaimana meningkatkan kecakapan siswa yang beragam dalam memecahkan soal-soal (misalnya, menggambar diagram, tabel, dan grafik, mengurutkan dan mengkategorikan)
•bagaimana meningkatkan kecakapan-kecakapan yang dimilki siswa lainnya disamping pengetahuan mereka tentang masalah yang sedang dipelajar (misalnya, kecakapan menyimak dan kecakapan presentasi)
•jenis pengalaman belajar yang membantu siswa terlibat, tertarik dan berkeinginan mendalami pelajarannya lebih lanjut
•persoalan-persoalan abstrak mengenai pendidikan

Dalam proses perencanaan pembelajaran, guru-guru mengembangkan research lesson tertulis yang rinci. Perencanaan research lesson secara tertulis merupakan komponen sangat penting dari proses lesson study. Proses penulisan rencana pelaksanaan pembelajaran itu sendiri akan membantu guru memperdalam pemikiran mereka mengenai masalah-masalah yang terkait.

RPP research lesson merupakan rekaman tertulis dari kerja tim/ke-lompok. Rencana itu juga berfungsi sebagai sarana komunikasi dengan guru-guru lain di dalam maupun di luar kelompok selama proses lesson study. Akhirnya, tim bisa berbagi RPP research lesson dengan pelaku-pelaku lesson study lain sehingga upaya kelompok dapat menjadi sumber inspirasi bagi orang lain dalam upaya memperbaiki pembelajaran (teaching) dan pemelajaran (learning).

Setelah rencana pelaksanaan pembelajaran tersusun, seorang guru dari anggota kelompok melaksanakan pembelajaran research lesson di kelasnya sementara anggota yang lain menjadi pengamat. Guru-guru dari luar kelompok perencana juga diundang agar dapat memberikan saran-saran yang bermanfaat bagi perbaikan pelaksanaan pembel ajaran. Setelah pelajaran selesai, lalu diadakan sesi debrefing (refleksi) dan para pengamat merefleksi serta membahas pelaksanaan research lesson.

Hal-hal yang mereka pelajari dari diskusi itu menjadi masukan berharga bagi penyempurnaan research lesson yang akan diimplementasikan di kelas lain. Kegiatan ini bersifat optional, namun sangat dianjurkan, terutama bagi pelaku lesson study pemula, karena pelaksanaan pembelajaran serta kegiatan pengamatannya dalam siklus yang pertama dapat membantu guru-guru untuk mengetahui bagaimana perencanaan yang telah mereka buat akan benar-benar bisa berhasil dilaksanakan di kelas sesungguhnya.

Menyaksikan pelaksanaan pembelajaran di kelas juga memfasilitasi terjadinya diskusi yang lebih produktif untuk mengembangkan pelajaran yang lebih baik. Setelah dilakukan revisi research lesson, anggota yang lain dari kelompok itu mengajarkannya di kelas lain. Jumlah pengamat biasanya lebih banyak dalam pelaksanaan research lesson yang ke dua ini.

Seorang penasehat dari luar biasanya diundang pada kesempatan ini. Setelah pelajaran berakhir, kemudian dilaksanakan sesi debriefing untuk merefleksi dan membahas pelaksanaan research lesson. Akhirnya, RPP research lesson dan pemikiran-pemikiran yang dihasilkan dari diskusi itu disusun menjadi sebuah laporan tertulis.

Agar pelaksanaan debriefing berjalan lancar dan efektif, perlu ada seorang fasilitator dan notulen. Guru yang mengajar, kelompok pembuat RPP research lesson, fasilitator, notulen, dan penasehat dari luar biasanya duduk bersama dan berdiskusi dengan pengamat-pengamat lainnya. Sesi debriefing ini dimulai dengan refleksi terhadap pelaksanaan research lesson oleh guru yang melaksanakan pembelajaran. Guru tersebut berbagi pandangan tentang proses belajar siswa, kesulitan-kesulitan yang dihadapinya, keputusan-keputusan yang diambil yang menyimpang dari rencana semula, dan isu-isu penting lain yang ingin didiskusikannya bersama para peserta diskusi. Kemudian anggota-anggota tim penyusun RPP yang lain berbagi hasil pengamatan mereka. Dari refleksi guru-guru ini, fasilitator menyeleksi beberapa topik yang akan dijadikan fokus pembahasan, baru kemudian diskusi terbuka bagi semua peserta. Lima sampai sepuluh menit terakhir biasanya diperuntukkan bagi penasehat dari luar (knowledgeable other). Penasehat dari luar akan bertugas merangkum hasil diskusi dan memberikan saran-saran bermanfaat mengenai hal-hal yang dapat dijadikan pelajaran dari pengamatan research lesson itu bagi semua peserta.

Refleksi dan Perekaman
Untuk membuat ringkasan (summary) tentang kegiatan dan pencapaian kelompok lesson study serta membuat rekaman/laporan agar dapat dimanfaatkan di kemudian hari, sekolah mengumpulkan RPP research lesson yang telah dibuat sepanjang tahun, data serta catatan hasil observasi, sampel-sampel pekerjaan siswa, catatan hasil diskusi, dan refleksi mengenai kegiatan lesson study untuk dijadikan sebagai laporan akhir. Rekaman ini menjadi resources yang penting bagi para guru untuk memperbaiki praktik pembelajaran mereka di kemudian hari.

Ciri-ciri Utama Lesson Study
Lesson study memberi kesempatan nyata kepada para guru menyaksikan pembelajaran (teaching) dan pemelajaran (learning) di ruang kelas. Lesson study membimbing guru untuk memfokuskan diskusi-diskusi mereka pada perencanaan, pelaksanaan, observasi/ pengamatan, dan refleksi pada praktik pembelajaran di kelas. Dengan menyaksikan praktik pembelajaran yang sebenarnya di ruang kelas, guru-guru dapat mengembangkan pemahaman atau gambaran yang sama tentang apa yang dimaksud dengan pembelajaran efektif, yang pada gilirannya dapat membantu siswa memahami apa yang sedang mereka pelajari.

Karakteristik unik yang lain dari lesson study adalah bahwa lesson study menjaga agar siswa selalu menjadi jantung kegiatan pengembangan profesi guru. Lesson study memberi kesempatan pada guru untuk dengan cermat meneliti proses belajar serta pemahaman siswa dengan cara mengamati dan mendiskusikan praktik pembelajaran di kelas. Kesempatan ini juga memperkuat peran guru sebagai peneliti di dalam kelas. Guru membuat hipotesis (misalnya, jika kami mengajar dengan cara tertentu, anak-anak akan belajar) dan mengujinya di dalam kelas bersama siswanya. Kemudian guru mengumpul-kan data ketika melakukan pengamatan terhadap siswa selama berlangsungnya pelajaran dan menentukan apakah hipotesis itu terbukti atau tidak di kelas.

Ciri lain dari lesson study adalah bahwa ia merupakan pengembangan profesi yang dimotori guru. Melalui lesson study, guru dapat secara aktif terlibat dalam proses perubahan pembelajaran dan pengembangan kurikulum. Selain itu, kolaborasi dapat membantu mengurangi isolasi di antara sesama guru dan mengembangkan pemahaman bersama tentang bagaimana secara sistematik dan konsisten memperbaiki proses pembelajaran dan proses belajar di sekolah secara keseluruhan. Selain itu, lesson study merupakan bentuk penelitian yang memungkinkan guru-guru mengambil peran sentral sebagai peneliti praktik kelas mereka sendiri dan menjadi pemikir dan peneliti yang otonom tentang pembelajaran (teaching) dan pemelajaran (learning) di ruang kelas sepanjang hidupnya.

Referensi
Yoshida, M. (1999). Lesson Study: A Case Study of a Japanese Approach to Improving Instruction Through School-Based Teacher Development. Disertasi Doktoral yang tidak diterbitkan, The University of Chicago.