PUTRA DHARMASRAYA

PINTU SURGA

Pengunjung blog yang budiman,

Negara kita adalah negara yang penduduknya lebih dari 75% beragama islam. Demikian juga pegawai maupun pejabat terasnya juga mayoritas beragama islam. Tetapi mengapa negara kita dapat menduduki peringkat ke-5 negara terkorup di dunia. Bukankah di dalam Alquran ditegaskan bahwa sholat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Atau apakah penduduk Indonesia yang jumlahnya lebih dari 75% tadi tidak mendirikan sholat? atau hanya melakukan sholat? jawabannya Allahualam, yang pasti pernyataan dalam alqur’an di atas adalah pasti “barang siapa yang mampu mendirikan sholat maka ia akan mampu untuk tidak melakukan perbuatan keji dan mungkar.

Melihat banyaknya koruptor di Indonesia penulis berasumsi bahwa jika yang bersangkutan beragama islam pastilah selama hidupnya tidak pernah mendirikan sholat. Ataupun kalau dirinya sholat pastilah sebatas mengerjakan sholat saja yang tidak pernah dilakukan secara khusuk.

Bagaimana dengan Anda……..? sudah dapat menjalankan sholat secara khusuk? Kalau belum hati-hati jangan coba-coba ingin menjadi pejabat, karena selagi sholat Anda belum bisa khusuk pasti yang akan terlintas dalam setiap sholat yang Anda kerjakan dan bahkan setiap detik waktu yang Anda lewati pasti Anda berkeinginan bagaimana caranya menumpuk harta dan kekayaan dengan cara pintas alias korupsi.

Bagi Anda yang sholatnya belum bisa khusuk jangan kawatir, jika Anda mau, Anda tinggal klick di sini setelah itu silahkan dipelajari bagaimana caranya untuk bisa menjalankan sholat secara khusuk.

Tapi jangan buru-buru akan lebih baik jika Anda membaca dulu pengantar dari calon pembimbing Anda yaitu Ustad Abu Sangkan pengarang buku “Pelatihan Sholat secara khusuk” berikut ini.

Sekilas saya rasakan, buku ini seolah mengajak dan menuntun untuk merasakan, bukan memikirkan!! Ketika rukuk dan sujud, terasa sekali ketenangan ruas-ruas tulang dan otot menjadi rileks. Ketika mengucapkan tasbih dengan penghayatan dan seolah memberikan pujian dihadapan Allah dengan sesungguhnya. Terasa sekali desiran hati akan sentuhan kalimat tayyibah menyusup dengan jelas. Sungguh sajian yang menarik untuk dimiliki dan dirasakan secara langsung.

Kalau masih mempunyai hobbi berdebat lalu mencari kesalahan dan mencari pembenaran atas aliran-aliran fikih dalam Islam, disarankan jangan baca buku ini. Karena saya pikir, khusyu’ itu tidak hanya dimiliki oleh satu aliran fikih saja. Akan tetapi, bisa dirasakan oleh siapa saja yang meyakini akan pertemuannya dengan Allah dikala berdiri shalat. Apapun jalan syariatnya, yang penting sesuai dengan nash yang sudah disepakati oleh jumhur ulama salaf maupun khalaf dan semuanya mengacu kepada hadist Nabi:

Shallu kama raitumuuni ushalli

Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat..

Saya sangat appreciate, atas diterbitkannya buku saudara Mardibros. Karena untuk menjalankan shalat yang khusyu’, tidak harus menjadi ahli dalam bidang agama yang luas. Sebagaimana orang yang hendak menunaikan ibadah zakat , haji ataupun berpuasa. Ilmu yang diperlukan hanya sekitar hukum-hukum fikih, zakat, haji dan puasa. Disamping itu, hanya diperlukan sebuah keyakinan adanya Allah yang sangat dekat. Kalau keyakinan itu ada, tidaklah mungkin orang yang meyakini adanya Allah yang Maha Melihat, lalu shalatnya terburu-buru. Kalau dia meyakini bahwa Allah Maha Mengetahui gerak-gerik hati setiap hamba-Nya, tidak mungkin shalatnya tidak serius.

Masihkah masalah shalat khusyu’ menjadi persoalan yang harus diperdebatkan dan diberikan alasan bermacam-macam. Hanya gara-gara tidak serius atas seluruh ibadahnya, lalu mengatakan shalat khusyu’ itu tidak ada bahkan mengatakan tidak mungkin.

Padahal dengan tegas, Al Qur’an mengatakan :

Qad aflahal mu’minuun, alladziina hum fii shalaatihim khasyi’uun.

Sungguh beruntung orang-orang beriman, yang di dalam shalatnya dilakukan dengan rasa khusyu’. (QS Al Mukminun [23]:1-2).

Sebaliknya Al Qur’an juga mengatakan bahwa ada shalat yang dilakukan oleh orang-orang munafik.

Innal munaafiqiiina yukhadi’uunallaaha wa huwa khaadi’uhum, idzaa qaamuu ilash shalaati qaamuu kusaalaa yuraauunan naasa wa la yadzkuruunallaaha illaa qaliilaa.

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah juga akan membalas atas tipuannya tersebut. Mereka itu apabila melaksanakan shalat dilakukan dengan perasaan malas, dan mereka tidak serius didalam mengingat Allah kecuali hanya sedikit saja. (QS An Nisaa’ [4]:142)

Singkatnya, shalat itu ada dua jenis yang tercantum dalam Al Qur’an, yaitu shalatnya orang mukmin dan shalatnya orang-orang munafik. Tinggal kita menilai, jenis shalat yang mana yang biasa kita lakukan.

Abu Sangkan

JIka Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut download aja di sini.
Bimbingan Ibadah ala Islam secara total

INGAT JIKA ANDA TELAH MEMPRAKTIKKAN BIMBINGAN SHOLAT SECARA KHUSUK INI DAN ANDA TERNYATA TELAH MAMPU MELAKUKANNYA SEGERA PERBANYAK TULISAN INI DAN BAGIKAN KEPADA REKAN-REKAN ANDA.

Jalan menuju surga,
para pengunjung yang budiman, kita harus ingat bahwa kita hidup di dunia ini hanya sebentar, ibarat musafir dalam perjalanan hanya istirahat sebentar untuk sekedar mendapat seteguk air ‘tuk melepas dahaga. Oleh sebab itu kita jangan sampai tertipu dan terperdaya oleh rayuan gemerlanya dunia ini.

Apapun pekerjaan kita dan apapun yang kita lakukan hendaknya didasarkan pada alqur’an dan alhadis rosulullah. Oleh sebab itu setiap kita harus punya alqur’an. Terus kalau kita sudah punya dan agar bisa menuntun kita menuju surga akan kita apakan alqur’an terserbut. Jawabannya adalah pertama alqur’an tersebut harus kita baca, kemudian kita pelajari dan kita pahami isinya secara utuh dan yang tidak kalah pentingnya, setelah semuanya kita lakukan maka segala prilaku kita di atas dunia ini harus didasarkan pada apa-apa yang telah tertulis di dalam alqur’an tersebut dan satu hal lagi yang perlu diingat bahwa Allah selalu berada di sisi kita oleh sebab itu hati-hatilah dalam berbuat dan bertindak

& Komentar »

  1. amal ibadah yang pertama kali dihisab adalah amal solat, jika solat kita baik maka baik pula amalan yg lain, sebaliknya jika solat kita jelek atau sama sekali tidak solat maka amal ibadah yang lain juga jelek.

    Komentar oleh sofian — 3 Juni 2009 @ 14:22 | Balas

  2. lead u to heaven, it is perpetual life ,merupakan suatu kehidupan yang hakiki,

    Komentar oleh nini — 12 November 2009 @ 14:22 | Balas


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.