Manajemen Ketatausahaan Sekolah

11 Jun

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependi dikan, Depdiknas merupakan Direktorat Jenderal yang dibentuk melalui PP No. 8 Tahun 2005. Salah satu direktorat di bawahnya adalah Direktorat Tenaga Kependidikan, yang mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pemberian bimbingan teknis, supervisi, dan evaluasi di bidang pembinaan tenaga kependidikan pada pendidikan formal.

Tenaga kependidikan yang menjadi perhatian UU Sisdiknas dan PP No. 19 Tahun 2005 adalah: Kepala Sekolah, Tenaga Perpustakaan, Tenaga Pengawas Sekolah, Tenaga Laboratorium, dan Tenaga Administrasi Sekolah (TAS). Salah satu upaya meningkatkan kompetensi manajerial kepala sekolah sesuai Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah antara lain adalah melalui bimbingan teknis. Salah satu kompetensi manajerial kepala sekolah adalah mengelola ketetausahan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah. Untuk keperluan diklat manajemen ketatatausahaan sekolah/madrasah disusunlah materi diklat ini sebagai acuan minimal untuk mengadakan bimbingan teknis. Modul ini disusun dengan pendekatan implikasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Pada diklat ini, materi dibatasi pada lima standar saja yaitu: (1) perencanaan program kerja tata usaha sekolah, (2) pengorganisasian tata usaha sekolah, (3) pelaksanaan administrasi sekolah yang meliputi antara lain administrasi standar isi, administrasi standar proses, administrasi standar pendidik dan tenaga kependidikan, administrasi standar sarana dan prasarana, dan administrasi standar pembiayaan; dan (4) membina tata usaha sekolah..

B. Kompetensi
1. Merencanakan program kerja tata usaha sekolah
2. Mengorganisasikan tata usaha sekolah
3. Membuat administrasi standar isi
4. Membuat administrasi standar proses
5. Membuat admnistrasi standar pendidik dan tenaga kependidikan
6. Membuat administrasi standar sarana dan prasarana.
7. Membuat administrasi standar pembiayaan.
8. Membina tata usaha sekolah

C. Indikator Ketercapaian Hasil
1. Program Rencana Kerja Tata Usaha Sekolah
2. Struktur organisasi Tata Usaha Sekolah
3. File dokumen administrasi standar isi
4. File dokumen administrasi standar proses
5. File dokumen admnistrasi standar pendidik dan tenaga kependidikan
6. File dokumen administrasi standar sarana dan prasarana.
7. File dokumen administrasi standar pembiayaan.
8. Pembinaan tata usaha sekolah.

Dari masing-masing file dokumen dapat diketahui secara cepat dan tepat standar yang belum dan sudah dipenuhi oleh sekolah.

D. Skenario Diklat
Pendidikan dan pelatihan (Diklat) ini diselenggarakan dengan pendekatan andragogi. Keaktifan, kreatif, kefektifan, kebermaknaan, dan suasana yang menyenangkan ditumbuhkembangkan selama proses Diklat berlangsung. Pendekatan andragogi yang akomodatif terhadap pemberian fasilitasi kepada peserta untuk mengungkapkan pengalamannya, mengolah dan menganalisis, menggeneralisasi (menyimpulkan), dan menerapkan pengalamannya dalam Diklat ini. Metode Diklat ini menggunakan berlatih langsung di depan lap top masing-masing dengan menggunakan data mutakhir yang dimiliki sekolah. Oleh sebab itu, semua peserta wajib membawa lap top dan data kurikulum, pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, dan pembiayaan. Dengan demikian, bimbingan teknis ini akan terasa manfaat langsung bagi peserta setelah kembali ke sekolahnya masing-masing

BAB II
PERENCANAAN PROGRAM KERJA TATA USAHA SEKOLAH

A. Pendahuluan
Tata Usaha Sekolah bagian dari unit pelaksana teknis penyelenggaraan bidang administrasi dan informasi data pendidikan yang perlu dikelola oleh kepala sekolah dengan sebaik-baiknya sesuai ketentuan yang berlaku. Tugas dan fungsi kepala sekolah adalah mengarahkan tata usaha sekolah agar mampu memberikan pelayanan administratif secara prima serta melaksanakan pelayanan 7 K yaitu Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, dan Kerindangan. Untuk melaksanakan kegiatan itu semua perlu dibuat program kerja yang sistimatis, terarah, jelas, realitistis, dan dapat dilaksanakan oleh petugas ketatausahaan agar pelayanan kepada guru, karyawan, siswa, orang tua siswa, instransi terkait, dan masyarakat lainnya dapat berjalan seoptimal mungkin.

B. Tujuan Pembuatan Rencana Kerja Tata Usaha Sekolah
Pembuatan rencana kerja tata usaha sekolah bertujuan sebagai:
1. pengalaman kepala sekolah untuk mengarahkan tata usahanya.
2. pedoman kerja bagi tata usaha sekolah untuk melaksanakan tugasnya.
3. tolak ukur untuk mengukur kinerja tata usaha sekolah

C. Ruang Lingkup
Latar belakang, tujuan dan fungsi program kerja tata usaha
1. Mengetahui keadaan obyektif tata usaha Sekolah
2. Program Kerja tata usaha selama satu tahun pelajaran yang mencakup jenis
3. Kegiatan, indikator, hasil yang dicapai, penanggung jawab, biaya, dan jadwal kegiatan

D. Contoh Format Rencana Kerja Tata Usaha Sekolah
Pada tabel berikut diberikan contoh borang Program Kerja Tata Usaha Rutin dan Pengembangan, yang dapat digunakan untuk leatihan merencanakan program kerja.
TABEL 2.1 PROGRAM KERJA
TATA USAHA SMA NEGERI 78 JAKARTA

1. Kegiatan Rutin
No Kegiatan Indikator Hasil yang akan dicapai / sasaran Pelaksana Sumber biaya Waktu Pelaksanaan
Bulan – 2005 / 2006 Ket.
7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6
01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
Administrasi Laboratorium Fisika, Kimia, Biologi
1.
2.
3.

Administrasi Laboratorium Bahasa dan Komputer
1.
2.

PELAKSANAAN 7K
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

PEMBINAAN KARYAWAN
1.
2.
3.

Pelayanan Administrasi Keuangan
1
2
3.
4.
5.
6.
7.

Pelayanan Administrasi Kesiswaan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Pelayanan Administrasi Kurikulum :
1.
2.
3.
5.

Pelayanan Administrasi Perlengkapan
1.
2.

Pelayanan Perpustakaan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Pelayanan Laboratorium
1.
2.

Pelayanan Telepon
1.
2.

PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI
Administrasi Persuratan dan Kearsipan
1.
2.
3.
4.

Administrasi Keuangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Administrasi Perlengkapan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Administrasi Kepegawaian
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Administrasi Kurikulum
1.
2.
3.

Administrasi Kesiswaan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
7.
8.
9.
10.
Administrasi Perpustakaan
1.
2.
3.
4.
5.

Administrasi Laboratorium Fisika, Kimia, Biologi
1.
2.
3.

Administrasi Laboratorium Bahasa dan Komputer
1.
2.

PELAKSANAAN 7K
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
PEMBINAAN KARYAWAN
1.
2.
3.

2. Program Pengembangan
No Kegiatan Indikator Hasil yang akan dicapai / sasaran Pelaksana Sumber Biaya Waktu Pelaksanaan
Bulan – 2005 / 2006 Ket.
7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6
01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
1
2.
3.
4.
5.
6.
7.

E. Penugasan
Buatlah rencana kerja tata usaha di sekolah Anda.
BAB III
PENGORGANISASIAN TATA USAHA

A. Pendahuluan
Pengorganisasian menurut Handoko (2003) ialah: (1) penentuan sumberdaya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi, (2) proses perancangan dan pengembangan suatu organisasi yang akan dapat membawa hal-hal tersebut ke arah tujuan, (3) penugasan tanggung jawab tertentu, dan (4) pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Di tambahkan pula oleh Handoko (2003) pengorganisasian ialah pengaturan kerja bersama sumberdaya keuangan, fisik dan manusia dalam organisasi. Pengorganisasian merupakan penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumberdaya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya. Sekolah sebagai UPT wajib dikelola kepala sekolah dengan sebaik–baiknya agar sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan sekolah yang telah ditetapkan.

B. Tujuan dan Manfaat Struktur Organisasi
Struktur organisasi bertujuan: (1) membentuk ciri-ciri khas organisasi yang digunakan untuk mengendalikan orang-orang yang bekerja sama dan sumberdaya organisasi dalam mencapai tujuan; (2) mengendalikan kordinasi dan motivasi; (3) mengarahkan perilaku orang-orang dalam berorganisasi; dan (4) merespons pemanfaatan lingkungan, teknologi, dan sumberdaya manusia; dan mengembangkan organisasi.

C. Bentuk Struktur Organsasi Sekolah
Struktur organisasi SMA sesuai dengan SK mendiknas Nomor 053/U/2001 Tanggal 19 April 2001 adalah sebagai berikut. Struktur organisasi SMA terdiri dari :
1. Kepala sekolah
2. Wakil kepala sekolah
3. Urusan tata usaha sekolah
4. Unit laboratorium
5. Unit perpustakaan
6. Dewan guru

STRUKTUR ORGANISASI SMA

D. Pembagian Tugas, Rincian Tugas dan Pendelegasian Wewenang
1. Pembagian tugas adalah pengelompokan tugas – tugas yang sejenis atau erat hubunganya antara satu dengan yang lainya untuk dilakukan oleh seorang pejabat tertentu misalnya : kepala seksi, bendahara.
Pembagian tugas sangat penting artinya karena :
• setiap orang mempunyai kemampuan, kecakapan dan spesialisasi yang berbeda.
• setiap orang tidak dapat berada dalam waktu yang sama
• satu orang tidak dapat mengerjakan dua hal pada saat yang sama
• begitu luasnya bidang pengetahuan yang mungkin dikuasai oleh satu orang.
Agar tujuan organisasi khususnya ketatausaha sekolah dapat memberikan pelayanan yang prima maka perlu dibuat pembagian tugas. Dalam pembagian tugas perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
• tingkat pendidikan pegawai
• keahlian pegawai
• memperhatikan pangkat pegawai
• memperhatikan umur
• memperhatikan kesehatan
• memperhatikan loyalitas/dedikasi pegawai
• memperhatikan disiplin pegawai
2. Rincian Tugas
Setelah membuat pembagian tugas lalu dibuat rincian tugas. Hal ini sangatlah penting agar pegawai dapat mengerti apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya secara rinci sehingga pegawai tidak dapat mengelak dari tugas dan tanggung jawabnya, karena semua sudah tertera dalam rincian tugas.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan rincian tugas :
• beban kerja yang ada disekolah.
• memperhatikan keahlian petugas/SDM (Pendidikan, Diklat. dsb)
• jumlah tenaga / Personil yang ada.
• sarana dan prasarana yang dimilikinya.
• biaya yang disediakan
3. Pendelegasian wewenang
Wewenang dilakukan oleh seorang pejabat untuk mengambil tindakan yang diperlukan agar tugas dan tanggung jawabnya dapat dilaksanakan dengan baik. Dengan demikian maka yang dimaksud dengan pendelegasian wewenang adalah penyerahan untuk menggambil tindakan yang diperlukan agar tugas dan tanggung jawabnya dapat dilaksanakan dengan baik dari pejabat yang satu dengan yang lain. Pelimpahan/pendelegasian wewenang bukannya penyerahan hak dari atasan kepada bawahan akan tetapi penyerahan hak dari pejabat kepada pejabat. Seorang pejabat yang diberi tugas harus mempunyai tanggung jawab agar yang diberi tugas dapat melaksanakan dengan semestinya. Tanggung jawab adalah keharusan seorang pejabat untuk melaksanakan segala sesuatu yang dibebankannya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pelimpah wewenang :
• batas wewenang
• tanggung Jawab
• keseimbangan antara tugas, wewenang dan tanggung jawab
• memperhatikan pendapat yang diberi wewenang
• mempercepat pejabat yang diberi wewenang
• membimbing pejabat yang diberi wewenang
• melakukan pengontrolan

E. Penugasan
Buatlah struktur organisasi sekolah.

BAB IV
ADMINISTRASI STANDAR ISI

A. Latar Belakang
Beberapa tahun terakhir ini pemerintah memperkenalkan dan menggalakkan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (School Based Quality Improvement), yang lebih dikenal dengan MBS atau Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Management) atau di sekolah-sekolah terkenal dengan sebutan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). MPMBS merupakan suatu model manajemen sekolah yang lebih menekankan pada otonomi sekolah dan partispasi stakeholder sesuai dengan kebutuhan nyata sekolah. Orang kunci yang yang menentukan sukses atau gagalnya implementasi MBS adalah kepala sekolah.
Keefektifan suatu sekolah dalam menggapai visi, mengemban misi, dan mencapai tujuan dan sasaran sekolah mempersyaratkan adanya seorang kepala sekolah yang efektif. Kepala sekolah merupakan orang kunci yang turut menentukan kefektifan suatu sekolah. Pernyataan ini sejalan dengan pendapat Hoy & Miskel (2005:283) yang menyatakan, “A commonly heard contention is that principals are the key to school effectiveness.” Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif merupakan fungsi organik dalam penyelenggaraan program pendidikan di sekolah. Kehadiran kepala sekolah yang efektif merupakan komponen organik, sebab bagaimanapun banyaknya sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki sekolah, betapapun besarnya dana yang tersedia bagi pembiayaan operasional sekolah, dan betapapun banyaknya sumber daya manusia yang tersedia untuk mengoperasikan kegiatan sekolah, semuanya akan sia-sia belaka bilamana tidak dikelola secara efektif dan efisien oleh kepala sekolah.
Dalam rangka implementasi MPMBS diperlukan kepala sekolah yang memiliki kompetensi manajerial sesuai dengan Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Salah satu kompetensi manajerial kepala sekolah/madrasah adalah mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolahah/madrasah. Untuk maksud tersebut, calon kepala sekolah/madrasah dipandang perlu diberikan bimbingan teknik tentang manajemen ketetausahaan sekolah/madrasah.
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu delapan standar nasional pendidikan: (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan, (5) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (6) standar sarana dan prasarana, (7) standar pengelolaan, (8) standar pembiayaan, dan (9) standar penilaian pendidikan.
Bagian diklat ini membatasi diri pada administrasi standar isi. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan pendidikan tertentu (PPRI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 1 ayat 5). Standar isi yang memuat administrasi struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum SMA/MA/SMK/MAK, dan kalender akademik.

B. Struktur Kurikulum
1. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas X
Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas X terdiri atas 16 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri seperti tertera pada Tabel 1.
Tabel 4.1. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas X
Komponen Alokasi Waktu
Semester 1 Semester 2
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 2 2
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4
4. Bahasa Inggris 4 4
5. Matematika 4 4
6. Fisika 2 2
7. Biologi 2 2
8. Kimia 2 2
9. Sejarah 1 1
10. Geografi 1 1
11. Ekonomi 2 2
12. Sosiologi 2 2
13. Seni Budaya 2 2
13. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2
14. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2
15. Ketrampilan /Bahasa Asing 2 2
B. Muatan Lokal 2 2
C. Pengembangan Diri 2*) 2*)
Jumlah 38 38
2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

2. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII
a. Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program IPA, Program IPS, Program Bahasa, dan Program Keagamaan terdiri atas 13 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri. Administrasi kurikulum tersebut secara berturut-turut disajikan pada Tabel 2, 3, 4, dan 5.

Tabel 4.2. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program IPA
Komponen Alokasi Waktu
Kelas XI Kelas XII
Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama
2 2 2 2
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4
4. Bahasa Inggris 4 4 4 4
5. Matematika 4 4 4 4
6. Fisika 4 4 4 4
7. Kimia 4 4 4 4
8. Biologi 4 4 4 4
9. Sejarah 1 1 1 1
10. Seni Budaya 2 2 2 2
11. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2 2 2
12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2
13. Keterampilan/ Bahasa Asing 2 2 2 2
B. Muatan Lokal 2 2 2 2
C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*)
Jumlah 39 39 39 39
2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

Tabel 4.3. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program IPS
Komponen Alokasi Waktu
Kelas XI Kelas XII
Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama
2
2
2
2
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4
4. Bahasa Inggris 4 4 4 4
5. Matematika 4 4 4 4
6. Sejarah 3 3 3 3
7. Geografi 3 3 3 3
8. Ekonomi 4 4 4 4
9. Sosiologi 3 3 3 3
10. Seni Budaya 2 2 2 2
11. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2 2 2
12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2
13. Keterampilan/Bahasa Asing 2 2 2 2
B. Muatan Lokal 2 2 2 2
C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*)
Jumlah 39 39 39 39
2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

Tabel 4.4. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program Bahasa
Komponen Alokasi Waktu
Kelas XI Kelas XII
Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 2 2 2 2
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2
3. Bahasa Indonesia 5 5 5 5
4. Bahasa Inggris 5 5 5 5
5. Matematika 3 3 3 3
6. Sastra Indonesia 4 4 4 4
7. Bahasa Asing 4 4 4 4
8. Antropologi 2 2 2 2
9. Sejarah 2 2 2 2
10. Seni Budaya 2 2 2 2
11. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2 2 2
12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2
13. Keterampilan 2 2 2 2
B. Muatan Lokal 2 2 2 2
C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*)
Jumlah 39 39 39 39
2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

Tabel 4.5. Struktur Kurikulum MA Kelas XI dan XII Program Keagamaan
Komponen Alokasi Waktu
Kelas XI Kelas XII
Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 2 2 2 2
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4
4. Bahasa Inggris 4 4 4 4
5. Matematika 4 4 4 4
6. Tafsir dan Ilmu Tafsir 3 3 3 3
7. Ilmu Hadits 3 3 3 3
8. Ushul Fiqih 3 3 3 3
9. Tasawuf/ Ilmu Kalam 3 3 3 3
10. Seni Budaya 2 2 2 2
11. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2 2 2
12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2
13. Keterampilan 2 2 2 2
B. Muatan Lokal 2 2 2 2
C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*)
Jumlah 38 38 38 38
2 *) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
**) Ditentukan oleh Departemen Agama

3. Struktur Kurikulum SMK/MAK
Struktur kurikulum SMK/MAK meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun atau dapat diperpanjang hingga empat tahun mulai kelas X sampai dengan kelas XII atau kelas XIII. Struktur kurikulum SMK/MAK disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran.
Struktur kurikulum SMK/MAK disajikan pada Tabel 6.

Tabel 4.6. Struktur Kurikulum SMK/MAK
Komponen Durasi Waktu (Jam)
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 192
2. Pendidikan Kewarganegaraan 192
3. Bahasa Indonesia 192
4. Bahasa Inggris 440 a)
5. Matematika
5. 1 Matematika Kelompok Seni, Pariwisata, dan Teknologi Kerumahtanggaan
5. 2 Matematika Kelompok Sosial, Administrasi Perkantoran dan Akuntansi
5. 3 Matematika Kelompok Teknologi,
Kesehatan, dan Pertanian
330 a)

403 a)

516 a)

6. Ilmu Pengetahuan Alam
6. 1 IPA
6. 2 Fisika
6. 2. 1 Fisika Kelompok Pertanian
6. 2. 2 Fisika Kelompok Teknologi
6. 3 Kimia
6. 3. 1 Kimia Kelompok Pertanian
6. 3. 2 Kimia Kelompok Teknologi dan Kesehatan
6. 4 Biologi
6. 4. 1 Biologi Kelompok Pertanian
6. 4. 2 Biologi Kelompok Kesehatan
192 a)

192 a)
276 a)

192 a)
192 a)

192 a)
192 a)
7. Ilmu Pengetahuan Sosial 128 a)
8. Seni Budaya 128 a)
9. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 192
10. Kejuruan
10. 1 Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi 202
10. 2 Kewirausahaan 192
10. 3 Dasar Kompetensi Kejuruan b) 140
10. 4 Kompetensi Kejuruan b) 1044 c)
B. Muatan Lokal 192
C. Pengembangan Diri d) (192)

Keterangan notasi
a. Durasi waktu adalah jumlah jam minimal yang digunakan oleh setiap program keahlian. Program keahlian yang memerlukan waktu lebih jam tambahannya diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sama, di luar jumlah jam yang dicantumkan.
b. Terdiri dari berbagai mata pelajaran yang ditentukan sesuai dengan kebutuhan setiap program keahlian.
c. Jumlah jam Kompetensi Kejuruan pada dasarnya sesuai dengan kebutuhan standard kompetensi kerja yang berlaku di dunia kerja tetapi tidak boleh kurang dari 1044 jam.
d. Ekuivalen 2 jam pembelajaran.

C. Beban Belajar
Jumlah jam pembelajaran tatap muka per minggu untuk SMP/MTs/SMPLB adalah 34 jam pembelajaran. Jumlah jam pembelajaran tatap muka per minggu untuk SMA/MA/SMALB/ SMK/MAK adalah 38 s.d. 39 jam pembelajaran.
Beban belajar kegiatan tatap muka keseluruhan untuk setiap satuan pendidikan adalah sebagaimana tertera pada Tabel 7.

Tabel 4.7. Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka untuk SMA/MA/SMK/MAK Pendidikan
Satuan Pendidikan Kelas Satu jam pemb. tatap muka (menit) Jumlah jam pemb. Per minggu Minggu Efektif per tahun ajaran Waktu pembelajaran per tahun Jumlah jam per tahun (@60 menit)
SMA/MA/ SMALB*) X s.d. XII 45 38-39 34-38 1292-1482 jam pembelajaran
(58140 – 66690
menit) 969-1111,5
SMK/MAK X s.d XII 45 36 38 1368 jam pelajaran
(61560 menit) 1026
(standar minimum)

D. Kurikulum SMA/MA/SMK/MAK
Tugas kepala sekolah di bidang kurikulum dan hasilnya perlu diadministrasikan antara lain adalah:
1. kepala sekolah/madrasah menyusun KTSP;
2. penyusunan KTSP memperhatikan standar kompetensi lulusan, standar isi dan peraturan pelaksanaannya;
3. KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah, potensi atau karakteristik daerah, social budaya masyarakat setempat, dan siswa.
4. kepala sekolah/madrasah bertanggung jawab atas tersusunnya KTSP;
5. wakil Kepala SMS/SMK/MA/MAK bidang kurikulum bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP;
6. penyusunan KTSP SMA dan SMK dikoordinasi, disupervisi, dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Propinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan MA dan SMK dikoordinasi, disupervisi, dan difasilitasi oleh Kantor Wilayah Departemen Agama.
Berikut diketengahkan struktur kurikulum untuk SMA/MA dan SMK seperti tertuang dalam standar isi yang diterbitkan oleh BSNP sebagai berikut.

Tabel 4.8. Kurikulum SMA/MA Kelas X
Komponen Alokasi Waktu
Semester 1 Semester 2
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 2 2
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4
4. Bahasa Inggris 4 4
5. Matematika 4 4
6. Fisika 2 2
7. Biologi 2 2
8. Kimia 2 2
9. Sejarah 1 1
10. Geografi 1 1
11. Ekonomi 2 2
12. Sosiologi 2 2
13. Seni Budaya 2 2
14. Pendidikan Jasmani, Olah raga dan Kesehatan 2 2
15. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2
16. Ketrampilan /Bahasa Asing 2 2
B. Muatan Lokal 2 2
C. Pengembangan Diri 2*) 2*)
Jumlah 38 38
2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

Tabel 4.9. Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program IPA
Komponen Alokasi Waktu
Kelas XI Kelas XII
Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 2 2 2 2
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4
4. Bahasa Inggris 4 4 4 4
5. Matematika 4 4 4 4
6. Fisika 4 4 4 4
7. Kimia 4 4 4 4
8. Biologi 4 4 4 4
9. Sejarah 1 1 1 1
10. Seni Budaya 2 2 2 2
11. Pendidikan Jasmani, Olah raga dan Kesehatan 2 2 2 2
12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2
13. Ketrampilan /Bahasa Asing 2 2 2 2
B. Muatan Lokal 2 2 2 2
C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*)
Jumlah 39 39 39 39
2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

Tabel 4.10. Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program IPS
Komponen Alokasi Waktu
Kelas XI Kelas XII
Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 2 2 2 2
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4
4. Bahasa Inggris 4 4 4 4
5. Matematika 4 4 4 4
6. Sejarah 3 3 3 3
7. Geografi 3 3 3 3
8. Ekonomi 4 4 4 4
9. Sosiologi 3 3 3 3
10. Seni Budaya 2 2 2 2
11. Pendidikan Jasmani, Olah raga dan Kesehatan 2 2 2 2
12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2
13. Ketrampilan /Bahasa Asing 2 2 2 2
B. Muatan Lokal 2 2 2 2
C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*)
Jumlah 39 39 39 39
2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

Tabel 4.11. Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program Bahasa
Komponen Alokasi Waktu
Kelas XI Kelas XII
Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 2 2 2 2
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2
3. Bahasa Indonesia 5 5 5 5
4. Bahasa Inggris 5 5 5 5
5. Matematika 3 3 3 3
6. Sastra Indonesia 4 4 4 4
7. Bahasa Asing 4 4 4 4
8. Antropologi 2 2 2 2
9. Sejarah 2 2 2 2
10. Seni Budaya 2 2 2 2
11. Pendidikan Jasmani, Olah raga dan Kesehatan 2 2 2 2
12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2
13. Ketrampilan 2 2 2 2
B. Muatan Lokal 2 2 2 2
C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*)
Jumlah 39 39 39 39
2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

Tabel 4.12. Kurikulum SMK/MAK
Komponen Alokasi Waktu
Kelas X, XI, dan XII
Jam Pelajaran Per Minggu Durasi Waktu (Jam)
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 2 192
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 192
3. Bahasa Indonesia 2 192
4. Bahasa Inggris 4 440
5. Matematika 4 440
6. Ilmu Pengetahuan Alam 2 192
7. Ilmu Pengetahuan Sosial 2 192
8. Seni Budaya 2 192
9. Pendidikan Jasmani, Olah raga dan Kesehatan 2 192
10. Kejuruan
10.1 Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi 2 202
10.2 Kewirausahaan 2 192
10.3 Dasar Kompetensi Kejuruan 2 140
10.4 Kompetensi Kejuruan 6 1000
B. Muatan Lokal 2 192
C. Pengembangan Diri 2*) 192*)
Jumlah 38 38
2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

E. Administrasi Kalender Akademik
Tugas kepala sekolah antara lain menyusun kalender akademik dan mengadministrasikannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun kalender akademik antara lain sebagai berikut.
1. Kepala sekolah/madrasah menyusun kalender pendidikan/akademik yang meliputi jadwal pembelajaran, ulangan, ujian, kegiatan ektra kurikuler, dan hari libur;
2. Penyusunan kalender pendidikan/akademik:
a. didasarkan pada standar isi,
b. berisi mengenai pelaksanaan aktivitas sekolah/madrasah selama satu tahun dan dirinci secara semesteran, bulanan, dan mingguan;
c. diputuskan dalam rapat dewan pendidik dan ditetapkan noleh kepala sekolah/madrasah
3. Sekolah/madrasah menyusun jadwal penyusunan KTSP;
4. Sekolah/madrasah menyusun mata pelajaran yang dijadwalkan pada semester gasal dan semester genap.
Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur dan kegiatan lainnya tertera pada Tabel 13.

Tabel 4.13. Contoh Alokasi Waktu pada Kelender Pendidikan
No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan
1. Minggu efektif belajar Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan
2. Jeda tengah semester Maksimum 2 minggu Satu minggu setiap semester
3. Jeda antarsemester Maksimum 2 minggu Antara semester I dan II
4. Libur akhir tahun pelajaran Maksimum 3 minggu Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran
5. Hari libur keagamaan 2 – 4 minggu Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif
6. Hari libur umum/nasional Maksimum 2 minggu Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah
7. Hari libur khusus Maksimum 1 minggu Untuk satuan pendidikan sesuai dengan ciri kekhususan masing-masing
8. Kegiatan khusus sekolah/madrasah Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif

Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.

Contoh Perhitungan Hari Belajar Efektif
SMA/SMK ………………..
Tahun Pelajaran 2006 – 2007
Semester Ganjil
Bulan Hari Efektif Minggu Efektif Libur Jumlah Hari
Minggu Lib. Khusus Lib. Umum Semester Jumlah

F. Contoh Format Administrasi Kurikulum dan Program Pembelajaran
Contoh-contoh format berikut ini tentu saja dapat dikembangkan berdasarkan kreativitas kepala sekolah dan kebutuhan sekolah.

1. Contoh Pemetaan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar per Semester
Mata Pelajaran :
Kelas/Semester :
Tahun Pelajaran :
Sekolah :

No. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Aspek
Penguasaan Konsep Ketrampilan Sosial

2. Contoh Penentuan Standar Kompetensi Belajar Minimal (SKBM)
No. KD/Indikator Kriteria / Aspek SKM
(%)
Esensial Komplek-
sitas Intake Siswa Sumber Pendukung

KD = Kompetensi Dasar

G. Rangkuman
Administrasi standar isi meliputi pencatatan dan pengarsipan yang memuat:
1. administrasi struktur kurikulum,
2. beban belajar,
3. kurikulum SMA/MA/SMK/MAK, dan
4. kalender akademik.

H. Penugasan
Melaksanakan pre-test untuk seluru materi bimbingan teknis (30 menit).
Tugas 1: Menugaskan kepada setiap peserta untuk menuliskan bentuk format Administrasi dan mengisinya sesuai kebutuhan sekolah.
a. struktur kurikulum,
b. beban belajar,
c. kurikulum SMA/MA/SMK/MAK, dan
d. kalender akademik.
(30 menit)
Tugas 2: Menugaskan peserta berdikusi kelompok (5-10 orang peserta setiap kelompok) unuk memadukan tugas 1a s.d. 1d. (30 menit)
Tugas 3: Melaksanakan sidang pleno untuk pemaparan hasil diskusi Kelompok (waktu 60 menit)
Pelatih mengomentari hasil diskusi peserta sesuai dengan Bab I, dan Bab I dibagikan (waktu 55 menit)
Memberi kesempatan tanya jawab (waktu 10 menit).
Tugas 4: Menugaskan masing-masing peserta menyimpulkan materi Bab I (15 menit).
Tugas 5: Menugaskan peserta untuk membuat file administrasi standar isi.

BAB V
ADMINISTRASI STANDAR PROSES

A. Pendahuluan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu delapan standar nasional pendidikan: (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan, (5) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (6) standar sarana dan prasarana, (7) standar pengelolaan, (8) standar pembiayaan, dan (9) standar penilaian pendidikan.
Bab ini membatasi diri pada administrasi standar proses. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan unuk mencapai standar kompetensi lulusan (PPRI No. 19 Tahun 2005 tentang Standan Nasional Pendidikan, Pasal 1, ayat 6). Administrasi standar proses memuat administrasi: (1) perencanaan proses pembelajaran, (2) pelaksanaan proses pembelajaran, (3) penilaian hasil pembelajaran. Dan (4) pengawasan proses pembelajaran.

B. Administrasi Perencanaan Proses Pembelajaran
Salah satu tugas Kepala SMA/MA/SMK/MAK dan guru adalah membuat rencana pembelajaran melalui Program Pembelajaran kemudian program yang sudah direncanakan itu diadministrasikan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun program pembelajaran antara lain adalah:
1. Kepala SMA/MA/SMK/MAK menjamin mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dan program pendidikan tambahan yang dipilihnya;
2. kegiatan pembelajaran didasarkan pada standar kompetensi lulusan, standar isi, dan peraturan pelaksanaannya, serta standar proses dan standar penilaian.
3. mutu pembelajaran di SMA/MA/SMK/MAK dikembangkan dengan:
a. model kegiatan pembelajaran mengacu pada standar proses;
b. melibatkan peserta didik secara aktif, demokratis, mendidik, memotivasi, mandaron kreativitas, dan dialogis;
c. tujuan agar peserta didik mencapai pola pikir dan kebebasan berpikir sehingga dapat melaksanakan aktivitas intelektual yang berupa berpikir, beragumentasi, mengkaji, menemukan, dan memprediksi;
d. pemahaman bahwa keterlibatan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai pemahaman konsep, tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh guru.
4. Setiap guru bertanggung jawab terhadap mutu perencanaan kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya agar peserta didik mampu:
a. meningkatkan rasa ingin tahunya;
b. mencapai keberhasilan belajarnya secara konsisten sesuai dengan tujuan pendidikan, mengembangkan kompetensi dasar;
c. memahami perkembangan pengetahuan dengan kemampuan mencari sumber informasi;
d. mengolah informasi menjadi pengetahuan;
e. menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah;
f. mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain; dan
g. mengembangkan belajar mandiri dan kelompok dengan proporsi yang wajar.
5. Guru membuat silabus berdasarkan standar kompetensi lulusan, standar isi, dan peraturan pelaksanaanya, serta standar proses dan standar penilaian; memilih strategi pembelajaran yang sesuai; melaksanakan evaluasi sumatif dan formatif; dan merencanakan program pembelajaran semeteran dan tahunan.

Contoh berikut ini dapat dikembangkan oleh kepala sekolah sesuai dengan kreativitas dan kebutuhan sekolahnya.
1. Contoh Administrasi Program Semester dan Tahunan
Mata Pelajaran :
Jenjang :
Kelas / Semester :
Tahun Pelajaran :
No Kompetensi Dasar Diberikan pada bulan ke Target Ketuntasan (%) Keterangan
7 8 9 10 11 12 .. Renc. Pelak

2. Contoh Administrasi Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Satuan Pendidikan :
Mata Pelajaran :
Kelas/Semester :
Materi Ajar :
Alokasi Waktu :

a. STANDAR KOMPETENSI :
b. KOMPETENSI DASAR :
c. TUJUAN PEMBELAJARAN:
d. INDIKATOR :
e. MATERI AJAR :
f. METODE PENGAJARAN :
1) Kegiatan Awal
2) Kegiatan Inti
3) Kegiatan Akhir
g. SUMBER BELAJAR/ Bahan
h. PENILAIAN HASIL BELAJAR
1) Jenis tagihan
2) Bentuk
3) Soal……….

C. Administrasi Pelaksanaan Proses Pembelajaran
Aspek yang diadministrasikan adalah pelaksanaan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh kepala/wakil SMA/MA/SMK/MAK bidang kurikulum dan guru. Tugas kepala/wakil SMA/MA/SMK/MAK dan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran antara lain adalah:
1. Kepala SMA/MA/SMK/MAK bertanggung jawab terhadap kegiatan pembelajaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan pemerintah.
2. Wakil kepala SMA/SMK/MA/MAK bidang kurikulum bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran.
3 Setiap guru bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya dengan cara:
a. merujuk perkembangan metode pembelajaran mutakhir;
b. menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, inovatif, dan tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran;
c. menggunakan fasilitas, peralatan, dan alat Bantu yang tersedia secara efektif dan efisien;
d. memperhatikan sifat alamiah kurikulum, kemampuan peserta didik, dan pengalaman belajar sebelumnya yang bervariasi serta kebutuhan khusus bagi peserta didik dari yang mampu belajar dengan cepat sampai yang lambat;
e. memperkaya kegiatan pembelajaran melalui lintas kurikulum, hasil-hasil penelitian dan penerapannya;
f. mengarahkan kepada pendekatan kompetensi agar dapat menghasilkan lulusan yang mudah beradaptasi, memiliki motivasi, kreatif, mandiri, mempunyai etos kerja yang tinggi, memahami belajar seumur hidup, dan berpikir logis dalam menyelesaikan masalah.
Administrasi pelaksanaan pembelajaran berisikan catatan tentang sejauh mana pelaksanaan perencanaan pembelajaran terlaksana dengan baik. Hambatan-hambatan apa yang dijumpai dalam pelaksanaan pembelajaran.
D. Administrasi Penilaian Hasil Pembelajaran
Penilaian hasil pembelajaran yang diadministrasikan disertai bukti kesahihan, keandalan, dan dievaluasi secara periodik untuk perbaikan metode penilaian. Kemajuan yang dicapai oleh siswa dipantau oleh guru dan diadministrasikan secara sistematis, serta digunakan oleh guru sebagai balikan kepada siswa untuk perbaikan secara berkala.
Hal-hal yang perlu diperhatikan kepala SMA/MA/SMK/MAK dan guru dalam melakukan penilaian hasil belajar siswa antara lain adalah:
1. Kepala SMA/MA/SMK/MAK menyusun program penilaian hasil belajar yang berkeadilan, bertanggung jawab dan berkesinambungan;
2. Penyusunan progam penilaian hasil belajar didasarkan pada Standar Penilaian Pendidikan.
3. Kepala SMA/MA/SMK/MAK menilai hasil belajar untuk seluruh kelompok mata pelajaran, dan membuat catatan keseluruhan, untuk menjadi bahan program remedial, klarifikasi capaian ketuntasan yang direncanakan, laporan kepada pihak yang memerlukan, pertimbangan kenaikan kelas atau kelulusan, dan dokumentasi.
4. Seluruh program penilaian hasil belajar disosialisaikan kepada guru.
5. Program penilaian hasil belajar perlu ditinjau secara periodik, berdasarkan data kegagalan dan kendala pelaksanaan program termasuk temuan penguji eksternal dalam rangka mendapatkan rencana penilaian yang lebih adil dan bertanggung jawab.
6. Kepala SMA/MA/SMK/MAK menetapkan prosedur yang mengatur transparansi sistem evaluasi hasil belajar untuk penilaian formal yang berkelanjutan.
7. Semua guru mengembalikan hasil kerja siswa yang telah dinilai
8. Kepala SMA/MA/SMK/MAK menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional yang mengatur mekanisme penyampaian ketidakpuasan peserta didik dan penyelesaiannya mengenai penilaian hasil belajar.
9. Penilaian meliputi semua kompotensi dan materi yang diajarkan.
10. Seperangkat metode penilaian perlu disiapkan dan digunakan secara terencana untuk tujuan diagnostik, formatif, dan sumatif, sesuai dengan metode/strategi pembelajaran yang digunakan.
11. Kepala sekolah/madrasah menyusun ketentuan pelaksanaan penilaian hasil belajar sesuai dengan standar penilaian pendidkkan.
12. Kepala sekola/madrasah melaporkan hasil belajar kepada orang tua peserta didik, komite SMA/MA/SMK/MAK dan institusi di atasnya.

1. Contoh Silabus dan Sistem Penilaian
Nama Sekolah :
Mata Pelajaran :
Kelas/Semester :
Standar Kompetensi :

Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Bahan

Jenis tagihan:

Bentuk Instrumen:

1. Contoh Penilaian Psikomotor
No Nama Siswa Menggunakan Alat Demonstrasi ………. Jumlah Rata-rata
Hasil Kerja
1.
2.

dst.

Skala
0-20 tidak tepat tidak bagus tidak sesuai
21-40 kurang tepat kurang bagus kurang sesuai
41-60 Tepat bagus sesuai
61-80 tepat sekali bagus sekali sesuai sekali
81-100 sangat tepat sangat bagus sangat sesuai

2. Contoh Penilaian Afektif
No Nama Siswa Kedisiplinan Kerjasama Ide Kreativitas Jumlah Rata-rata
1.
2.
3.

dst

Skala
A amat baik 76-100
B Baik 51-75
C Cukup 26-50
D Kurang 26-50

4. Contoh Administrasi Penilaian Hasil Belajar
Contoh administrasi penilaian belajar siswa berupa arsip laporan hasil belajar siswa seperti contoh Lampiran 1.

E. Administrasi Pengawasan Proses Pembelajaan
Tata usaha SMA/MA/SMK/MAK mengadministrasikan hasil pengawasan pembelajaran antara lain berupa hasil pemantauan, supervisi, evaluasi, dan pelaporan serta catatan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja SMA/MA/SMK/MAK dalam pengelolaan pembelajaran oleh kepala SMA/MA/SMK/MAK dan guru.

1. Contoh Buku Pemeriksaan Administrasi Pembelajaran
No Nama Guru Mata Pela
jaran Ke-las A. Program Pembelajaran
PT PS Standar Kompetensi RPP/PMH
Tgl. No Tgl. No. Tgl No I II III IV

Keterangan
PT: Program Tahunan
PS: Program semester
RPP: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
PMH: Persiapan Mingguan/ Harian

2. Contoh Instrumen Pengawasan Administrasi Kurikulum dan Program Pembelajaran

No.
Komponen Ada Tidak ada Keterangan
1. Baik
2. Cukup
3. Jelek
A AT
1. Buku/ Dokumen Kurikulum
a. Standar Isi (kerangka dasar, struktur kurikulum)
b. Standar Proses
c. Standar Kompetensi lulusan (standar kompetensi, kompetensi dasar)
d. Standar Penilaian
e. Panduan – panduan (Penyusunan Silabus dan Penilaian, pembelajaran)
2. Penyusunan Program Pengajaran
a. Pemetaan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar setiap Mata Pelajaran
b. Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM)
c. Perhitungan hari belajar efektif/ kalender pembelajaran
d. Program semester dan Tahunan
e. Silabus dan system penilaian setiap mata pelajaran
f. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
g. Jadwal Pelajaran
h. Tugas siswa
i. Pengembangan diri/ Ekstrakurikuler
j. Perbaikan dan Pengayaan
3. Buku Nilai
a. Data Siswa
b. Ulangan harian
c. Ulangan umum
d. Tugas siswa
4. Leger/ DKN
5. Kumpulan soal
a. Ulangan harian
b. Ulangan umum
6. Grafik Daya Serap/ Ketuntasan Belajar
7. Grafik pencapaian target kompetensi
8 Grafik rata-rata nilai UAN
a. Siswa Baru
b. Siswa Lulusan
9. Observasi kelas
a. Kunjungan semua guru
b. Catatan tentang guru setelah diobservasi
10. Daftar buku wajib/ alat peraga dan referensi

Keterangan: A = ada dan fungsional
AT = ada tapi tidak fungsional

Saran Tindak Lanjut …………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………….

F. Rangkuman
Administrasi standar proses oleh petugas tata usaha antara lain memuat: (1) perencanaan proses pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, (3) penilaian hasil pembelajaran, dan (4) pengawasan proses pembelajaran. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang minimal memuat tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.

G. Penugasan
Tugas 1: Menugaskan kepada setiap peserta untuk menuliskan bentuk format Administrasi (waktu 45 menit):
a. perencaaan proses pembelajaran,
b. pelaksanaan pembelajaran,
c. penilaian hasil pembelajaran, dan
d. pengawasan proses pembelajaran.
Tugas 2: Menugaskan peserta berdikusi kelompok (5-10 orang peserta setiap kelompok) unuk memadukan tugas 1a s.d. 1d. (45 menit)
Tugas 3: Melaksanakan sidang pleno untuk pemaparan hasil diskusi Kelompok (waktu 60 menit)
Pelatih mengomentari hasil diskusi peserta sesuai dengan modul 1, modul 1 dibagikan (waktu 45 menit)
Memberi kesempatan tanya jawab (waktu 5 menit).
Tugas 4: Menugaskan masing-masing peserta menyimpulkan materi 1 (10 menit).
Tugas 5: Menugaskan masing-masing peserta membuat file dan mencetak dokumen administrasi standar proses sesuai kebutuhan sekolah.

BAB VI
ADMINISTRASI STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

A. Pendahuluan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu delapan standar nasional pendidikan: (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan, (5) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (6) standar sarana dan prasarana, (7) standar pengelolaan, (8) standar pembiayaan, dan (9) standar penilaian pendidikan.
Materi diklat pada Bab III ini membatasi diri pada administrasi standar pendidik dan tenaga kependidikan. Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah criteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan (PPRI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 1 ayat 7). Administrasi standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kualifikasi akademik dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.

B. Program Administrasi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
1. Pengenalan Fungsi If
Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan suatu nilai jika ligical test menyatakan benar (sesuai dengan kriteria 0), demikian sebaliknya akan memberikan jawaban lain, apabila hasilnya salah.
Bentuk umum fungsi ini adalah:

Artinya apabila ekspresi logika benar, maka perintah pada value_if_true yang akan dilaksanakan, sebaliknya apabila ekspresi logika salah, maka perintah pada value_if_false yang akan dilaksanakan.
Fungsi logika ini menggunakan operator relasi yang ditempatkan pada pernyataan logika.
Operator relasi terdiri atas:
= sama dengan
lebih besar dari
= lebih besar atau sama dengan
tidak sama dengan

Selain itu, fungsi logika menggunakan operator logika:
AND dua syarat terpenuhi
OR salah satu syarat terpenuhi
NOT selain dari syarat yang disebutkan
Contoh:
Apabila nilai >=60, maka dinyatakan lulus
Apabila nilai <=60, maka dinyatakan gagal
Berdasarkan ketentuan di atas maka penggunaan fungsi IF adalah sebagai
berikut.
=IF(D7=”IVa”,”Guru Pembina”,IF(D7=”IVb”,”… dst”)
Gambar 6.1. Contoh Penggunaan Fungsi IF

Fungsi IF dengan tes logika digunakan untuk menguji dua tes logika dengan menggunakan bentuk umum:

C. Langkah-Langkah dalam Operasional Program Administrasi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berbasis Komputer.
1. Aktifkan lembar kerja Microsoft Excel dengan cara: klik menu start, program, Microsoft office, Microsoft excel, sehingga muncul tampilan.

Gambar 6.2. Tampilan MS Excel

2. Ubahlah nama sheet dengan cara: klik kanan mouse, rename, ketik nama sheet sesuai dengan keinginan, sebagaimana tampilan berikut.

Gambar 6.3. Menambah lembar kerja (sheet)

Gambar 6.4. Merubah nama lembar kerja (sheet)

3. Buatlah format administrasi standar kepegawaian dan isikan contoh beberapa data seperti tampilan di bawah ini.

Gambar 6.5. Format Administrasi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

4. Apabila kita ingin mengetahui data guru yang sudah memenuhi standar atau belum, kita dapat mengeklik segitiga pada kolom standar dan pilih sudah. Tampilan proses mencari data dan hasil pencariaannya adalah sebagai berikut.

Gambar 6.6. Tampilan Proses Pencarian Data

Gambar 6.7. Hasil Pencarian Data

Untuk mencari data berdasarkan kualifikasi atau yang lainnya caranya sama dengan langkah nomor 4. Penjelasan pembuatan rumus Fungsi IF silahkan memperhatikan penyaji dan berikut ini akan dicontohkan salah satu rumus yang terkait dengan administrasi standar pendidik dan Tenaga Kependidika

Gambar 6.8. Contoh penggunaan rumus fungsi IF

Berikut ini ditampilan tabel administrasi penilaian portofolio dalam rangka sertifikasi guru

Tabel 6.1. Administrasi Penilaian Portofolio Sertifikasi Guru
No. Nama Guru Kualifikasi
Akademik Diklat Pengalaman
Mengajar Perenc & Pelaks
Pembelajaran Penilaian
Pengawas Prestasi
Akademik Karya Pengem.
Profesi Keikut-
Sertaan
dalam
Forum
Ilmiah Penga-
Man
Organi-sasi Peng-
hargaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

*) tabel ini dapat dikembangkan sesuai kreativitas dan kebutuhan sekolah

D. Rangkuman
Standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kualifikasi dan kompetensi. Seseorang yang telah memiliki kompetensi ditandai lulus sertifikasi. Administrasi standar pendidik dan tenaga kependidikan sekolah akan lebih cepat, tepat, dan mudah dikerjakan apabila menggunakan program komputer, meskipun dengan program yang sangat sederhana. Pencarian informasi yang terkait dengan administrasi standar pendidik dan tenaga kependidikan untuk berbagai keperluan misalnya mengetahui barang inventaris sekolah, dan mengetahui pendidik dan tenaga kependidikan sekolah yang belum dan sudah memenuhi standar pendidik dan tenaga kependidikan yang berlaku yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

E. Penugasan
Menugaskan semua peserta untuk sama-sama berlatih mengadministrasikan standar pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan data pendidik dan tenaga kependidkkan sekolah yang mutakhir dengan program MS Excel di bawah bimbingan efektif dari instruktur/fasilitator.
(Waktu 6x 45 menit)

BAB VII
ADMINISTRASI STANDAR SARANA DAN PRASARANA

A. Pendahuluan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu delapan standar nasional pendidikan: (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan, (5) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (6) standar sarana dan prasarana, (7) standar pengelolaan, (8) standar pembiayaan, dan (9) standar penilaian pendidikan.
Materi diklat pada Bab V ini membatasi diri pada administrasi standar sarana dan prasarana. Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan criteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolah raga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi dan komunikasi. (PPRI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 1 ayat 8). Administrasi standar sarana meliputi: perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku, dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lainnya yang diperlukan untuk menujang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Administrasi standar prasarana meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan, satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang labnoratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

B. Administrasi Standar Sarana dan Prasarana SMA/MA
1. Contoh Administrasi Lahan
Tabel 7.1. Rasio Minimum Luas Lahan terhadap Peserta Didik
No Banyak rombongan belajar Rasio minimum luas lahan terhadap peserta didik
(m2/peserta didik) Standar
Bangunan satu lantai Bangunan dua lantai Bangunan tiga lantai
Memenuhi/Tidak

Untuk satuan pendidikan yang memiliki rombongan belajar dengan banyak peserta didik kurang dari kapasitas maksimum kelas, lahan juga memenuhi ketentuan luas minimum seperti tercantum pada Tabel.2.

Tabel 7.2. Luas Minimum Lahan
No Banyak rombongan belajar Luas minimum lahan (m2)
Bangunan satu lantai Bangunan dua lantai Bangunan tiga lantai

Tabel 7.3. Rasio Minimum Luas Lantai Bangunan terhadap Peserta Didik
No Banyak rombongan belajar Rasio minimum luas lantai bangunan terhadap peserta didik
(m2/peserta didik)
Bangunan satu lantai Bangunan dua lantai Bangunan tiga lantai
- -
Tabel 7.4. Luas Minimum Lantai Bangunan
No Banyak rombongan belajar Luas minimum lantai bangunan (m2)
Bangunan satu lantai Bangunan dua lantai Bangunan tiga lantai

Sebuah SMA/MA sekurang-kurangnya memiliki prasarana sebagai berikut.
1. Ruang kelas,
2. Ruang perpustakaan,
3. Ruang laboratorium biologi,
4. Ruang laboratorium fisika,
5. Ruang laboratorium kimia,
6. Ruang laboratorium komputer,
7. Ruang laboratorium bahasa,
8. Ruang pimpinan,
9. Ruang guru,
10. Ruang tata usaha,
11. Tempat beribadah,
12. Ruang konseling,
13. Ruang UKS,
14. Ruang organisasi kesiswaan,
15. Jamban,
16. Gudang,
17. Ruang sirkulasi,
18. Tempat bermain/berolahraga.

Tabel 7.5. Jenis, Rasio, dan Deskripsi Sarana Ruang Kelas
No Jenis Inventaris
yang Masih Fungsional Standar
Rasio Keadaan standar sekarang Kete-
rangan
1 Perabot
1.1 Kursi peserta didik 1 buah/peserta didik Memenuhi
1.2 Meja peserta didik 1 buah/peserta didik Tidak
1.3 Kursi guru 1 buah/guru
1.4 Meja guru 1 buah/guru
1.5 Lemari 1 buah/ruang
1.6 Papan pajang 1 buah/ruang
2 Media Pendidikan
2.1 Papan tulis 1 buah/ruang
3 Perlengkapan Lain
3.1 Tempat sampah 1 buah/ruang
3.2 Tempat cuci tangan 1 buah/ruang
3.3 Jam dinding 1 buah/ruang
3.4 Soket listrik 1 buah/ruang

Tabel 7.6. Jenis, Rasio, dan Deskripsi Sarana Ruang Perpustakaan
No Jenis Inventaris
Masih Fungsional Rasio Keadaan standar sekarang Kete-
rangan
1 Buku
1.1 Buku teks pelajaran 1 eksemplar/mata pelajaran/peserta didik, ditambah
2 eksemplar/mata pelajaran/sekolah
1.2 Buku panduan pendidik 1 eksemplar/mata pelajaran/guru mata pelajaran bersangkutan, ditambah
1 eksemplar/mata pelajaran/sekolah
1.3 Buku pengayaan 870 judul/sekolah
1.4 Buku referensi 30 judul/sekolah
1.5 Sumber belajar lain 30 judul/sekolah
2 Perabot
2.1 Rak buku 1 set/sekolah
2.2 Rak majalah 1 buah/sekolah
2.3 Rak surat kabar 1 buah/sekolah
2.4 Meja baca
15 buah/sekolah
2.5 Kursi baca 15 buah/sekolah
2.6 Kursi kerja 1 buah/petugas
2.7 Meja kerja/ sirkulasi 1 buah/petugas
2.8 Lemari katalog 1 buah/sekolah
2.9 Lemari 1 buah/sekolah
2.10 Papan pengumuman 1 buah/sekolah
2.11 Meja multimedia 1 buah/sekolah
3 Media Pendidikan
3.1 Peralatan multimedia 1 set/sekolah
4 Perlengkapan Lain
4.1 Buku inventaris 1 buah/sekolah
4.2 Tempat sampah 1 buah/ruang
4.3 Soket listrik 1 buah/ruang
4.4 Jam dinding 1 buah/ruang

Tabel 7.7. Sarana, Rasio, dan Deskripsi Sarana Laboratorium Biologi
No Jenis Inventaris Masih Fungsional Rasio Keadaan standar sekarang Kete-
rangan
1 Perabot
1.1 Kursi 1 buah/peserta didik, ditambah
1 buah/guru
1.2 Meja kerja 1 buah/7 peserta didik
1.3 Meja demonstrasi 1 buah/lab
1.4 Meja persiapan 1 buah/lab
1.5 Lemari alat 1 buah/lab
1.6 Lemari bahan 1 buah/lab
1.7 Bak cuci 1 buah/
2 kelompok, ditambah
1 buah di ruang persiapan.
2 Peralatan Pendidikan
2.1 Alat peraga :
2.1.1 Model kerangka manusia 1 buah/lab
2.1.2 Model tubuh manusia 1 buah/lab
2.1.3 Preparat mitosis 6 buah/lab
2.1.4 Preparat meiosis 6 buah/lab
2.1.5 Preparat anatomi tumbuhan 6 set/lab
2.1.6 Preparat anatomi hewan 6 set/lab
2.1.7 Gambar kromosom 1 set/lab
2.1.8 Gambar DNA 1 set/lab
2.1.9 Gambar RNA 1 set/lab
2.1.10 Gambar pewarisan Mendel 1 buah/lab
2.1.11 Gambar contoh-contoh tumbuhan dari berbagai divisi 1 set/lab
2.1.12 Gambar contoh-contoh hewan dari berbagai film 1 set/lab
2.1.13 Gambar/model sistem pencernaan manusia 1 buah/lab
2.1.14 Gambar/model sistem pernapasan manusia 1 buah/lab
2.1.15 Gambar/model sistem peredaran darah manusia 1 buah/lab
2.1.16 Gambar/model sistem pengeluaran manusia 1 buah/lab
2.1.17 Gambar/model sistem reproduksi manusia 1 buah/lab
2.1.18 Gambar/model sistem syaraf manusia 1 buah/lab
2.1.19 Gambar sistem pencernaan burung, reptil, ampibi, ikan, dan cacing tanah 1 set/lab
2.1.20 Gambar sistem pernapasan burung, reptil, ampibi, ikan, dan cacing tanah 1 set/lab
2.1.21 Gambar sistem peredaran darah burung, reptil, ampibi, ikan, dan cacing tanah 1 set/lab
2.1.22 Gambar sistem pengeluaran burung, reptil, ampibi, ikan, dan cacing tanah 1 set/lab

2.1.23 Gambar sistem reproduksi burung, reptil, ampibi, ikan, dan cacing tanah. 1 set/lab
2.1.24 Gambar sistem syaraf burung, reptil, ampibi, ikan, dan cacing tanah. 1 set/lab
2.1.25 Gambar pohon evolusi 1 buah/lab
2.2 Alat dan Bahan Percobaan:
2.2.1 Mikroskop monokuler 6 buah/lab
2.2.2 Mikroskop stereo binokuler 6 buah/lab
2.2.3. Perangkat pemeliharaan mikroskop (kertas pembersih lensa, sikat halus, kunci Allen, alat semprot, obeng halus, lup tukang arloji, tang untuk melipat) 2 set/lab
2.2.4 Gelas Benda 6 pak/lab
(isi 72)
2.2.5 Gelas penutup 6 pak/lab
(isi 50)
2.2.6 Gelas arloji 2 pak/lab
(isi 10)
2.2.7 Cawan Petri 2 pak/lab
(isi 10)
2.2.8 Gelas Beaker Masing-masing 10 buah/lab
2.2.9 Corong Masing-masing 10 buah/lab
2.2.10 Pipet ukur 6 buah/lab
2.2.11 Tabung reaksi
6 kotak/lab
(isi 10)
2.2.12 Sikat tabung reaksi
10 buah/lab
2.2.13 Penjepit tabung reaksi 10 buah/lab
2.2.14 Erlenmeyer
Masing-masing 10 buah/lab
2.2.15 Kotak preparat 6 buah/lab
(isi 100)
2.2.16 Lumpang dan alu
6 buah/lab
2.2.17 Gelas ukur Masing-masing 6 buah/lab
2.2.18 Stop watch 6 buah/lab
2.2.19 Kaki tiga 6 buah/lab
2.2.20 Perangkat batang statif (panjang dan pendek) 6 set/lab
2.2.21 Klem universal 10 buah/lab
2.2.22 Bosshead (penjepit) 10 buah/lab
2.2.23 Pembakar spiritus 6 buah/lab
2.2.24 Kasa 6 buah/lab
2.2.25 Aquarium 1 buah/lab
2.2.26 Neraca 1 buah/lab
2.2.27 Sumbat karet 1 lubang Masing-masing 6 buah/lab
2.2.28 Sumbat karet 2 lubang Masing-masing 10 buah/lab
2.2.29
Termometer Masing-masing 10 buah/lab
2.2.30 Potometer 6 buah/lab
2.2.31 Respirometer 6 buah/lab
2.2.32 Perangkat bedah hewan 6 set/lab
2.2.33 Termometer suhu tanah 6 buah/lab
2.2.34 Higrometer putar 2 buah/lab
2.2.35 Kuadrat 6 buah/lab
2.2.36 Manual percobaan 6 buah/ percobaan
3 Media Pendidikan
3.1 Papan tulis 1 buah/lab
4 Bahan Habis Pakai (Kebutuhan per tahun)
4.1 Asam sulfat 500 ml/lab
4.2 HCL 500cc/lab
4.3 Acetokarmin 10 gram/lab
4.4 Eosin 25 gram/lab
4.5 Etanol 2500 ml/lab
4.6 Glukosa 500 gram/lab
4.7 Indikator universal 4 rol/lab
4.8 Iodium 500 gram/lab
4.9 KOH 500 gram/lab
4.10 Mn SO4 500 gram/lab
4.11 NaOH 500 gram/lab
4.12 Vaseline 500 gram/lab
4.13 Kertas saring 6 pak/lab
5 Perlengkapan Lain
5.1 Soket listrik 9 buah/lab
5.2 Alat pemadam kebakaran 1 buah/lab
5.3 Peralatan P3K 1 buah/lab
5.4 Tempat sampah 1 buah/lab
5.5 Jam dinding 1 buah/lab

Tabel 7.8. Jenis, Rasio, dan Deskripsi Sarana Laboratorium Fisika
No Jenis Inventaris
Masih Fungsional Standar
Rasio Keadaan standar sekarang Kete-
rangan
1 Perabot
1.1 Kursi 1 buah/peserta didik,
ditambah
1 buah/guru
1.2 Meja kerja 1 buah/7 peserta didik
1.3 Meja demonstrasi 1 buah/lab
1.4 Meja persiapan 1 buah/lab
1.5 Lemari alat 1 buah/lab
1.6 Lemari bahan 1 buah/lab
1.7 Bak cuci 1 buah/
2 kelompok, ditambah
1 buah di ruang persiapan.
2 Peralatan Pendidikan
2.1 Bahan dan Alat Ukur Dasar:
2.1.1 Mistar 6 buah/lab
2.1.2 Rolmeter 6 buah/lab
2.1.3 Jangka sorong 6 buah/lab
2.1.4 Mikrometer 6 buah/lab
2.1.5 Kubus massa sama 6 set/lab
2.1.6 Silinder massa sama 6 set/lab
2.1.7 Plat 6 set/lab
2.1.8 Beban bercelah 10 buah/lab
2.1.9 Neraca 1 buah/lab
2.1.10 Pegas 6 buah/lab
2.1.11 Dinamometer
(pegas presisi) 6 buah/lab
2.1.12 Gelas ukur 6 buah/lab
2.1.13 Stopwatch 6 buah/lab
2.1.14 Termometer 6 buah/lab
2.1.15 Gelas Beaker 6 buah/lab
2.1.16 Garputala 6 buah/lab
2.1.17 Multimeter AC/DC
10 kilo ohm/volt 6 buah/lab
2.1.18 Kotak potensiometer 6 buah/lab
2.1.19 Osiloskop 1 set/lab
2.1.20 Generator frekuensi 6 buah/lab
2.1.21 Pengeras suara 6 buah/lab
2.1.22 Kabel penghubung 1 set/lab
2.1.23 Komponen elektronika 1 set/lab
2.1.24 Catu daya 6 buah/lab
2.1.25 Transformator 6 buah/lab
2.1.26 Magnet U 6 buah/lab
2.2 Alat Percobaan:
2.2.1 Percobaan Atwood atau 6 set/lab
Percobaan Kereta dan Pewaktu ketik 6 set/lab
2.2.2 Percobaan Papan Luncur 6 set/lab
2.2.3 Percobaan Ayunan Sederhana atau 6 set/lab
Percobaan Getaran pada Pegas 6 set/lab
2.2.4 Percobaan Hooke 6 set/lab
2.2.5 Percobaan Kalorimetri 6 set/lab
2.2.6 Percobaan Bejana Berhubungan 6 set/lab
2.2.7 Percobaan Optik 6 set/lab
2.2.8 Percobaan Resonansi Bunyi Atau 6 set/lab
Percobaan Sonometer 6 set/lab
2.2.9 Percobaan Hukum Ohm 6 set/lab
2.2.10 Manual percobaan 6 buah/ percobaan
3 Media Pendidikan
3.1 Papan tulis 1 buah/lab
4 Perlengkapan Lain
4.1 Soket listrik 9 buah/lab
4.2 Alat pemadam kebakaran 1 buah/lab
4.3 Peralatan P3K 1 buah/lab
4.4 Tempat sampah 1 buah/lab
4.5 Jam dinding 1 buah/lab

Tabel 7.9. Jenis, Rasio, dan Deskripsi Sarana Laboratorium Kimia
No Jenis Inventaris
Masih Fungsional Standar
Rasio Keadaan
Standar
Sekarang Kete-
rangan
1 Perabot
1.1 Kursi 1 buah/peserta didik,
ditambah
1 buah/guru
1.2 Meja kerja 1 buah/
7 peserta didik
1.3 Meja demonstrasi 1 buah/lab
1.4 Meja persiapan 1 buah/lab
1.5 Lemari alat 1 buah/lab
1.6 Lemari bahan 2 buah/lab
1.7 Lemari asam 1 buah/lab
1.8 Bak cuci 1 buah/
2 kelompok, ditambah
1 buah di ruang persiapan.
2 Peralatan Pendidikan
2.1 Botol zat Masing-masing 24 buah/lab
2.2 Pipet tetes 100 buah/lab
2.3 Batang pengaduk Masing-masing 25 buah/lab
2.4 Gelas beaker Masing-masing 12 buah/lab
2.5 Gelas beaker Masing-masing 3 buah/lab
2.6 Labu erlenmeyer 25 buah/lab
2.7 Labu takar Masing-masing 50, 50, dan 3 buah/lab
2.8 Pipet volume Masing-masing 30 buah/lab
2.9 Pipet seukuran Masing-masing 30 buah/lab
2.10 Corong Masing-masing 30 dan 3 buah/lab
2.11 Mortar Masing-masing 6 dan 1 buah/lab
2.12 Botol semprot 15 buah/lab
2.13 Gelas ukur Masing-masing 15, 15,15, 3, dan 3 buah/lab
2.14 Buret + klem 10 buah/lab
2.15 Statif dan klem Masing-masing 10 buah/lab
2.16 Kaca arloji 10 buah/lab
2.17 Corong pisah 10 buah/lab
2.18 Alat destilasi 2 set/lab
2.19 Neraca 2 set/lab
2.20 pHmeter 2 set/lab
2.21 Centrifuge 1 buah/lab
2.22 Barometer 1 buah/lab
2.23 Termometer 6 buah/lab
2.24 Multimeter AC/DC,
10 kilo ohm/volt 6 buah/lab
2.25 Pembakar spiritus 8 buah/lab
2.26 Kaki tiga + alas kasa kawat 8 buah/lab
2.27 Stopwatch 6 buah/lab
2.28 Kalorimeter tekanan tetap 6 buah/lab
2.29 Tabung reaksi 100 buah/lab
2.30 Rak tabung reaksi 7 buah/lab
2.31 Sikat tabung reaksi 10 buah/lab
2.32 Tabung centrifuge 8 buah/lab
2.33 Tabel Periodik Unsur 1 buah/lab
2.34 Model molekul 6 set/lab
2.35 Manual percobaan 6 buah/
Percobaan
3 Media Pendidikan
3.1 Papan tulis 1 buah/lab
4 Bahan Habis Pakai
5 Perlengkapan Lain
5.1 Soket listrik 9 buah/lab
5.2 Alat pemadam kebakaran 1 buah/lab
5.3 Peralatan P3K 1 buah/lab
5.4 Tempat sampah 1 buah/lab
5.5 Jam dinding 1 buah/lab

Tabel 7.10. Jenis, Rasio dan Deskripsi Sarana Laboratorium Komputer
No Jenis Inventaris Masih Fungsional Standar
Rasio Keadaan
Standar
sekarang Kete-
rangan
1 Perabot
1.1 Kursi peserta didik 1 buah/peserta didik
1.2 Meja 1 buah/2 peserta didik
1.3 Kursi guru 1 buah/guru
1.4 Meja guru 1 buah/guru
2 Peralatan Pendidikan
2.1 Komputer 1 unit/2 peserta didik,
ditambah 1 unit untuk guru
2.2 Printer 1 unit/lab
2.3 Scanner 1 unit/lab
2.4 Titik akses internet
1 titik/lab
2.5 LAN Sesuai banyak komputer
2.6 Stabilizer Sesuai banyak komputer
2.7 Modul praktek 1 set/komputer
3 Media Pendidikan
3.1 Papan tulis 1 buah/lab
4 Perlengkapan Lain
4.1 Soket listrik Sesuai banyak komputer
4.2 Tempat sampah 1 buah/lab
4.3 Jam dinding 1 buah/lab

Tabel 7.11. Jenis, Rasio, dan Deskripsi Sarana Laboratorium Bahasa
No Jenis Inventaris Masih Fungsional Standar
Rasio Keadaan standar sekarang Kete-
rangan
1 Perabot
1.1 Kursi peserta didik 1 buah/peserta didik
1.2 Meja peserta didik 1 buah/peserta didik
1.3 Kursi guru 1 buah/guru
1.4 Meja guru 1 buah/guru
1.5 Lemari 1 buah/lab
2 Peralatan Pendidikan
2.1 Perangkat multimedia 1 set/lab
3 Media Pendidikan
3.1 Papan tulis 1 buah/lab
4 Perlengkapan Lain
4.1 Soket listrik 2 buah/lab
4.2 Tempat sampah 1 buah/ruang
4.3 Jam dinding 1 buah/lab

Tabel 7.12. Jenis, Rasio, dan Deskripsi Sarana Ruang Pimpinan
No Jenis Inventaris
Masih Fungsional Standar
Rasio Keadaan standar sekarang Kete-
rangan
1 Perabot
1.1 Kursi pimpinan 1 buah/ruang
1.2 Meja pimpinan 1 buah/ruang
1.3 Kursi dan meja tamu 1 set/ruang
1.4 Lemari 1 buah/ruang
1.5 Papan statistik 1 buah/ruang
2 Perlengkapan lain
2.1 Simbol kenegaraan 1 set/ruang
2.2 Tempat sampah 1 buah/ruang
2.3 Jam dinding 1 buah/ruang
Tabel 7.13. Jenis, Rasio, dan Deskripsi Sarana Ruang Guru
No Jenis Inventaris
Masih Fungsional Standar
Rasio Keadaan standar sekarang Kete-
rangan
1 Perabot
1.1 Kursi kerja 1 buah/guru ditambah
1 buah/satu wakil kepala sekolah
1.2 Meja kerja 1 buah/guru
1.3 Lemari 1 buah/guru
atau 1 buah yang digunakan bersama oleh semua guru
1.4 Kursi tamu 1 set/ruang
1.5 Papan statistik 1 buah/ruang
1.6 Papan pengumuman 1 buah/sekolah
2 Perlengkapan Lain
2.1 Tempat sampah 1 buah/ruang
2.2 Tempat cuci tangan 1 buah/ruang
2.3 Jam dinding 1 buah/ruang

Tabel 7.14. Jenis, Rasio, dan Deskripsi Sarana Ruang Tata Usaha
No Jenis Inventaris
Masih Fungsional Standar
Rasio Keadaan standar sekarang Kete-
rangan
1 Perabot
1.1 Kursi kerja 1 buah/petugas
1.2 Meja kerja 1 buah/petugas
1.3 Lemari 1 buah/ruang
1.4 Papan statistik 1 buah/ruang
2 Perlengkapan Lain
2.1 Tempat sampah 1 buah/ruang
2.2 Mesin ketik/ komputer 1 buah/sekolah
2.3 Filing cabinet 1 buah/sekolah
2.4 Brankas 1 buah/sekolah
2.5 Telepon 1 buah/sekolah
2.6 Jam dinding 1 buah/ruang
2.7 Soket listrik 1 buah/ruang
2.8 Penanda waktu 1 buah/sekolah

Tabel 7.15. Jenis, Rasio, dan Deskripsi Sarana Tempat Beribadah
No Jenis Inventaris
Masih Fungsional Standar
Rasio Keadaan standar sekarang Kete-
rangan
1 Perabot
1.1 Lemari/rak 1 buah/tempat ibadah
2 Perlengkapan lain
2.1 Perlengkapan ibadah
2.2 Jam dinding 1 buah/tempat ibadah

Tabel 7.16. Jenis, Rasio, dan Deskripsi Sarana Ruang Konseling
No Jenis Inventaris
Masih Fungsional Standar
Rasio Keadaan standar sekarang Kete-
rangan
1 Perabot
1.1 Meja kerja 1 buah/ruang
1.2 Kursi kerja 1 buah/ruang
1.3 Kursi tamu 2 buah/ruang
1.4 Lemari 1 buah/ruang
1.5 Papan kegiatan 1 buah/ruang
2 Peralatan Konseling
2.1 Instrumen konseling 1 set/ruang
2.2 Buku sumber 1 set/ruang
2.3 Media pengembangan kepribadian 1 set/ruang
3 Perlengkapan lain
3.1 Jam dinding 1 buah/ruang

Tabel 7.17. Jenis, Rasio, dan Deskripsi Sarana Ruang UKS
No Jenis Inventaris
Masih Fungsional Standar
Rasio Keadaan standar sekarang Kete-
rangan
1 Perabot
1.1 Tempat tidur 1 set/ruang
1.2 Lemari 1 buah/ruang
1.3 Meja 1 buah/ruang
1.4 Kursi 2 buah/ruang
2 Perlengkapan Lain
2.1 Catatan kesehatan peserta didik 1 set/ruang
2.2 Perlengkapan P3K 1 set/ruang
2.3 Tandu 1 buah/ruang
2.4 Selimut 1 buah/ruang
2.5 Tensimeter 1 buah/ruang
2.6 Termometer badan 1 buah/ruang
2.7 Timbangan badan 1 buah/ruang
2.8 Pengukur tinggi badan 1 buah/ruang
2.9 Tempat sampah 1 buah/ruang
2.10 Tempat cuci tangan 1 buah/ruang
2.11 Jam dinding 1 buah/ruang

Tabel 7.18. Jenis, Rasio, dan Deskripsi Sarana Ruang Organisasi Kesiswaan
No Jenis Inventaris
Masih Fungsional Standar
Rasio Keadaan standar sekarang Kete-
rangan
1 Perabot
1.1 Meja 1 buah/ruang
1.2 Kursi 4 buah/ruang
1.3 Papan tulis 1 buah/ruang
1.4 Lemari 1 buah/ruang
2 Perlengkapan lain
2.1 Jam dinding 1 buah/ruang
Tabel 7.19. Jenis, Rasio, dan Deskripsi Sarana Jamban
No Jenis Inventaris
Masih Fungsional Standar
Rasio Keadaan standar sekarang Kete-
rangan
1 Perlengkapan Lain
1.1 Kloset jongkok 1 buah/ruang
1.2 Tempat air 1 buah/ruang
1.3 Gayung 1 buah/ruang
1.4 Gantungan pakaian 1 buah/ruang
1.5 Tempat sampah 1 buah/ruang

Tabel 7.20. Jenis, Rasio, dan Deskripsi Sarana Gudang
No Jenis Inventaris
Masih Fungsional Standar
Rasio Keadaan standar sekarang Kete-
rangan
1 Perabot
1.1 Lemari 1 buah/ruang
1.2 Rak 1 buah/ruang

Tabel 7.21. Jenis, Rasio, dan Deskripsi Sarana Tempat Bermain/Berolahraga
No Jenis Inventaris
Masih Fungsional Standar
Rasio Keadaan standar sekarang Kete-
rangan
1 Peralatan Pendidikan
1.1 Tiang bendera 1 buah/sekolah
1.2 Bendera 1 buah/sekolah
1.3 Peralatan bola voli 2 buah/sekolah
1.4 Peralatan sepak bola 1 set/sekolah
1.5 Peralatan bola basket 1 set/sekolah
1.6 Peralatan senam 1 set/sekolah
1.7 Peralatan atletik 1 set/sekolah
1.8 Peralatan seni budaya 1 set/sekolah
1.9 Peralatan ketrampilan 1 set/sekolah
2 Perlengkapan Lain
2.1 Pengeras suara 1 set/sekolah
2.2 Tape recorder 1 buah/sekolah

C. Program Komputer Administrasi Standar Sarana dan Prasarana
Administrasi perlengkapan digunakan untuk memberikan kemudahan dalam mencari informasi tentang keberadaan nilai kelengkapan untuk masing-masing barang pada periode tertentu. Format untuk menyelenggarakan administrasi inventarisasi barang terdiri dari 2 macam, yaitu Kartu Barang dan Rekapitulasi Kartu Barang. Kartu Barang disediakan untuk setiap item barang yang dimiliki, artinya satu barang memiliki satu kartu barang (lampiran Kartu Barang dan Rekapitulasi Kartu Barang terlampir).

D. Pengantar Pembuatan Program
Sebelum melakukan pembuatan program dengan MS Excel, maka perlu dikenalkan beberapa hal yang terkait dengan rumus matematis.

1. Entri Data dengan Persamaan Matematika
Operasi matematika yang digunakan adalah pangkat (^), perkalian (*), Pembagian (/), penambahan (+), dan pengurangan (-). Langkah yang digunakan untuk setiap operasi matematika tersebut sama, sebagai contohnya adalah
a. Ketik angka yang akan dikalikan pada dua alamat sel berbeda atau lebih, misalnya kita mengalikan 60 dengan 4 dan ditulis pada sel C3 dan Sel D3.
b. Tempatkan pointer pada sel yang akan dijadikan tempat hasil perkalian, misalnya sel E3.
c. Tuliskan pada sel E3 (=C3*D3), kemudian tekan enter, maka hasil perkaliannya (240) akan muncul.
Untuk operasi matematika yang lain caranya sama seperti di atas.
2. Fungsi SUM dan SUMIF
Langkah-langkah dalam penggunaan fungsi SUM adalah
a. Tempatkan pointer pada alamat sel C9
b. Ketik =SUM(
c. Klik sel C4
d. Tekan tombol Shift bersamaan dengan Klik sel C8
e. Ketik )
f. Tekan Enter, sehingga pada alamat sel C9 terlihat hasil dari
penjumlahan 477, lihat Tabel 22.

Gambar 7.1. Contoh Fungsi SUM

Penggunaan fungsi SUMIF digunakan untuk menjumlahkan seluruh data angka (numerik) dari sederetan angka sesuai dengan kriteria tertentu. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
a. Tempatkan pointer pada alamat sel B10
b. Ketik =SUM(
c. Klik sel B3
d. Tekan tombol Shift bersamaan dengan Klik sel B8
e. Ketik )
f. Tekan Enter, sehingga pada alamat sel C11 terlihat hasil dari penjumlahan 1200000, lihat Tabel 23.

Gambar 7.2. Contoh Fungsi SUMIF

3. Fungsi IF
Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan suatu nilai jika logical test menyatakan benar(sesuai dengan kriteria 0, demikian sebaliknya akan memberikan jawaban lain, apabila hasilnya salah.
Bentuk umum fungsi ini adalah

Artinya apabila ekspresi logika benar, maka perintah pada value_if_true yang akan dilaksanakan, sebaliknya apabila ekspresi logika salah, maka perintah pada value_if_false yang akan dilaksanakan.
Fungsi logika ini menggunakan operator relasi yang ditempatkan pada pernyataan logika.
Operator relasi terdiri atas:
= sama dengan
lebih besar dari
= lebih besar atau sama dengan
tidak sama dengan
Selain itu, fungsi logika menggunakan operator logika:
AND dua syarat terpenuhi
OR salah satu syarat terpenuhi
NOT selain dari syarat yang disebutkan
Contoh:
Apabila nilai >=60, maka dinyatakan lulus
Apabila nilai 60,”LULUS”,”GAGAL”)

Gambar 7.3. Contoh Penggunaan Fungsi IF

Fungsi IF dengan tes logika digunakan untuk menguji dua tes logika dengan menggunakan bentuk umum:

Contoh:
Ketentuannya adalah tunjangan istri sebesar Rp. 350.000,- (hanya diberikan pada karyawan laki-laki yang sudah menikah).
=IF(AND(B4=”laki-laki”,C4=”nikah”),350000,0)

Gambar 7.4. Contoh Penggunaan Fungsi IF dengan dua tes logika

E. Langkah-Langkah Operasional Program Sarana dan Prasarana Berbasis Komputer.
1. Aktifkan lembar kerja Microsoft Excel dengan cara: klik menu start, program, microsoft office, microsoft excel.

Gambar 7.5. Langkah Operasional Excel

2. Buatlah format sarana dan prasarana (jenis, inventaris masih fungsional, rasio sekarang, standar rasio, keterangan) seperti tampilan di bawah ini.

Gambar 7.6. Format Administrasi Standar Sarana dan Prasarana

3. Masukkan data sarpras pada kolom jenis, inventaris masih fungsional, rasio standar sesuai dengan keinginan. Untuk kolom rasio sekarang dan standar sekarang akan muncul secara otomatis sesuai dengan peraturan standar sarpras, yaitu jika rasionya satu atau lebih maka memenuhi. Contoh pengisian data dapat dilihat pada tampilan di bawah ini.

Gambar 7.7. Contoh Administrasi Standar Sarana dan Prasarana

4. Jika kita ingin melihat data yang memenuhi standar sekarang, maka klik gambar segitiga kecil dalam kolom standar sekarang dan pilih memenuhi sehingga akan muncul data barang yang memenuhi standar saja seperti tampilan di bawah ini.

Gambar 7.8. Cara Mencari sesuai kriteria tertentu

5. Buatlah Rumus logika dan rumus perbandingan pada masing-masing kolom format sarana dan prasarana pendidikan seperti tampilan di bawah ini.

Gambar 7.9. Rumus-rumus Administrasi Standar Sarana dan Prasarana
F. Rangkuman
Administrasi standar sarana dan prasarana sekolah akan lebih cepat, tepat, dan mudah dikerjakan apabila menggunakan program komputer, meskipun dengan program yang sangat sederhana. Pencarian informasi yang terkait dengan administrasi standar sarana dan prasarana untuk berbagai keperluan misalnya mengetahui barang inventaris sekolah, dan mengetahui sarana dan prasarana sekolah yang belum dan sudah memenuhi standar sarana dan prasarana yang yang berlaku yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

G. Penugasan
Menugaskan semua peserta untuk sama-sama berlatih mengadministrasikan standar sarana dan prasarana dengan menggunakan perogram MS Excel di bawah bimbingan efektif dari instruktur/fasilitator.
Data sarana dan prasarana menggunakan data sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah saat ini atau data terbaru.

BAB VIII
ADMINISTRASI STANDAR PEMBIAYAAN

A. Pendahuluan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu delapan standar nasional pendidikan: (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan, (5) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (6) standar sarana dan prasarana, (7) standar pengelolaan, (8) standar pembiayaan, dan (9) standar penilaian pendidikan.
Modul ini membatasi diri pada administrasi standar pembiayaan. Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. (PPRI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 1 ayat 10). Pembiayaan pendidikan terdiri atas: (1) Biaya investasi, (2) Biaya operasi, dan (3) Biaya personal. Berikut ini diberikan bimbingan teknis cara mengadministrasikan biaya investasi, biaya operasi, dan biaya personal dengan menggunakan program MS excel.

B. Pengantar Pembuatan Program
Pembuatan program administrasi standar pembiayaan dengan MS Excel mudah untuk dilakukan. Namun demikian, ada baiknya jika kita mempelajari beberapa hal yang terkait dengan rumus matematis dalam pembuatan program tersebut.

C. Entri Data dengan Persamaan Matematika
Operasi matematika yang digunakan adalah pangkat (^), perkalian (*), Pembagian (/), penambahan (+), dan pengurangan (-). Langkah yang digunakan untuk setiap operasi matematika tersebut sama, sebagai contohnya adalah:
1. Ketik angka yang akan dikalikan pada dua alamat sel berbeda atau lebih, misalnya kita mengalikan 80 dengan 5 dan ditulis pada sel A4 dan Sel B4.
2. Tempatkan pointer pada sel yang akan dijadikan tempat hasil perkalian, misalnya sel C4.
3 Tuliskan pada sel C4 (=A4*B4), kemudian tekan enter, maka hasil perkaliannya (400) akan muncul.
Untuk operasi matematika yang lain caranya sama seperti di atas.

D. Fungsi SUM Dan SUMIF
Langkah-langkah dalam penggunaan fungsi SUM adalah
1. Tempatkan pointer pada alamat sel D20 (sesuai pada contoh gambar 1)
2. Ketik =SUM(
3. Klik sel D10
4. Tekan tombol Shift bersamaan dengan Klik sel D20
5. Ketik )
6. Tekan Enter, sehingga pada alamat sel D20 terlihat hasil dari penjumlahan 5.900.000,00 seperti pada Tabel 1.

Gambar 8.1. Contoh Fungsi SUM

E. Entri Data dengan Referensi Sel dan Sheet Lain
Data dapat diinput melalui sel dan sheet lain sehingga jika kita mengubah perhitungan pada sel tertentu maka akan berubah semua secara otomatis. Untuk melakukan entri data dengan referensi sel lain adalah sebagai berikut: ketik tanda (=) pada sel tempat entri data, kemudian klik alamat sel yang diinginkan dapat berubah secara otomatis jika sel input data dirubah. Perhatikan gambar dibawah ini.

Gambar 8.2. Tampilan referensi sel

Selain itu, data dapat diinput dari sheet lain sehingga jika sel tertentu pada suatu sheet dirubah, maka sheet lain yang sudah diberi rumus akan berubah pula. Cara ini dapat memudahkan penghitungan dan menghindari terjadinya salah pengetikan karena proses pengetikan data lebih diperkecil frekuensinya.
Langkah yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Klik sel tertentu dalam sheet tertentu, misalnya sel B3 pada sheet 1 dan ketik angka tertentu (misalnya: angka 1000).
2. Klik sheet lain dan pilih alamat sel tertentu pada sheet tersebut, misalnya sheet2 alamat sel C5.
3. Ketik rumus (=sheet1!B3) pada sheet2 sel C5 dan tekan enter, maka angka 1000 akan muncul pada alamat yang diinginkan tersebut.

Gambar 8.3. Tampilan Data Referensi sheet lain

Di samping angka, cara tersebut juga berlaku untuk teks sehingga banyak memudahkan pekerjaan kita dan menghindari banyak kesalahan.

F. Langkah-Langkah dalam Operasional Program Administrasi Standar Pembiayaan Berbasis Komputer.
1. Aktifkan lembar kerja Microsoft Excel dengan cara: klik menu start, program, Microsoft office, Microsoft excel.

Gambar 8.4. Tampilan Data Referensi sheet lain

2. Buatlah format administrasi standar pembiayaan seperti tampilan di bawah ini (untuk data diisi setelah format jadi).

Gambar 8.5. Tampilan Data Referensi sheet lain

3. Isikan data pada kolom biaya operasi, jumlah, besar gaji. Pada kolom Total, Biaya Standar, dan Standar Sekarang sudah dibuat dengan rumus(disampaikan penyaji) sehingga akan muncul otomatis seperti tampilan di bawah ini.

Gambar 8.6. Proses Pengisian Data

4. Buatlah Rumus untuk mengalikan pada kolom total dan standar sekarang sehingga membantu dalam pencarian data berdasarkan kriteria tertentu. Contoh pembuatan rumus otomatis seperti gambar di bawah ini

Gambar 8.7. Rumus Perkalian

5. Untuk mencari data berdasarkan kriteria tertentu (standar sekarang), maka kita tinggal mengeklik pada segita yang ada dipojok kanan kepala tabel dan pilih kriteria yang diinginkan (misal memenuhi) lalu diklik.
Contoh operasionalnya di bawah ini.

Gambar 8.8. Rumus perkalian dan pengelompokan data

G. Rangkuman
Administrasi standar pembiayaan terdiri atas administrasi pembiayaan investasi, operasi, dan personal. Administrasi standar pembiayaan akan lebih cepat, tepat, dan mudah dikerjakan apabila menggunakan program komputer, meskipun dengan program yang sangat sederhana. Pencarian informasi yang terkait dengan administrasi standar pembiayaan sekolah untuk berbagai keperluan terutama untuk mengetahui bahwa pembiayaan investasi, operasi, dan personal yang belum dan sudah memenuhi standar pembiayaan yang berlaku dan telah ditetapkan pemerintah.

H. Penugasan
Menugaskan semua peserta untuk sama-sama berlatih mengadministrasikan standar pembiayaan sekolah dengan menggunakan perogram MS Excel di bawah bimbingan efektif dari instruktur/fasilitator.
Data pembiayaan menggunakan data sarana dan prasarana mutakhir yang dimiliki sekolah saat ini atau data terbaru.

BAB IX
PEMBINAAN TATA USAHA SEK0LAH

A. Pendahuluan
Tata Usaha (TU) merupakan salah satu unit kerja pendukung dalam organisasi dan mempunyai kedudukan yang strategis di dalam pencapaian tujuan organisasi. Dengan tugas dan fungsinya TU sebagai supporting unit yang menjadikan unit ini sama pentingnya dengan unit lain yang ada di dalam organisasi. Oleh karena itu sudah menjadi keharusan unit ini untuk senantiasa dapat memberi layanan yang baik terhadap pelanggan internal maupun pelanggan eksternalnya.
Pelanggan internal sekolah adalah warga sekolah yaitu siswa, guru, tenaga kependidikan. Pelanggan ekternal sekolah adalah orang tua siswa, pemerintah, pengusaha, alumni, tokoh masyarakat, masyarakat, pengawas sekolah, komite sekolah, lembaga swadaya masyarakat, dan asosiasi profesi.
Konsekuensi logis dari pentingnya pelayanan administratif dari tata usaha adalah kepala sekolah bertugas membina ketatausahaan sekolah secara profesional. Untuk membina ketatausahaan, kepala sekolah harus menerapkan konsep pembinaan sumber daya manusia yang antara lain meliputi:
1. definisi tenaga tata usaha (sekarang tenaga administrasi sekolah) dan ruang lingkup TAS.
2. tugas pokok dan fungsi, wewenang, tanggung jawab, hak dan kewajiban TAS
3. kualifikasi TAS
4. kompetensi TAS
5. rekrutmen dan seleksi TAS
6. pembinaan karir
7. penilaian kinerja
8. penghargaan dan perlindungan
9. pemberhentian dan pensiun

B. Definisi dan Ruang Lingkup Tas
TAS ialah sumberdaya manusia di sekolah yang tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tetapi berperan mendukung kelancaran proses pembelajaran dan administrasi sekolah (Anonim, 2001). Tenaga Administrasi Sekolah ialah sumberdaya manusia di sekolah yang tidak terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar tetapi sangat mendukung keberhasilannya dalam kegiatan sekolah.
Ruang lingkup Tenaga Administrasi Sekolah pada bahan Diklat ini adalah sebagai berikut.
1. Kepala Tenaga Administrasi Sekolah
2. Pelaksana Urusan Administrasi Sekolah/Madrasah, meliputi:
a. Pelaksana Urusan Administrasi Kepegawaian
b. Pelaksana Urusan Administrasi Keuangan
c. Pelaksana Urusan Administrasi Sarana Prasarana
d. Pelaksana Urusan Administrasi Humas
e. Pelaksana Urusan Administrasi Persuratan dan Kearsipan
f. Pelaksana Urusan Administrasi Kesiswaan
g. Pelaksana Urusan Administrasi Kurikulum
3. Petugas Layanan Khusus:
a. Penjaga Sekolah
b. Tukang Kebun
c. Pengemudi
d. Pesuruh

C. Tupoksi, Wewenang, Tanggung Jawab, Hak, dan Kewajiban Tas
1. Tugas Pokok dan Fungsi TAS
a. Tugas pokok dan fungsi kepala TAS adalah memimpin pelaksanaan urusan ketatausahaan yang meliputi rumah tangga sekolah, perlengkapan, kepegawaian, keuangan, sarana prasarana dan kesiswaan.
b. Tugas pokok dan fungsi urusan persuratan dan kearsipan adalah membantu kepala TAS melaksanakan administrasi ketatausahaan sekolah.
c. Tugas pokok dan fungsi urusan kepegawaian adalah mengatur administrasi kepegawaian.
d. Tugas pokok dan fungsi urusan keuangan adalah membantu kepala sekolah menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah, memproses pertanggungjawaban dan mengadministrasikan keuangan.
e. Tugas pokok dan fungsi urusan sarana dan prasarana adalah menyusun kebutuhan, mengatur bahan/peralatan sekolah serta memelihara dan merawatnya.
f. Tugas pokok dan fungsi urusan kesiswaan adalah membantu Kepala Tata Usaha dalam melaksanakan administrasi kesiswaan.
g. Tugas pokok dan fungsi urusan kurikulum dan Program Pembelajaran adalah membantu Kepala TAS dalam melaksanakan administrasi kurikulum dan Program Pembelajaran.
h. Tugas pokok dan fungsi urusan kehumasan adalah membantu Kepala Tata Usaha dalam melaksanakan administrasi kehumasan.
i. Tugas pokok dan fungsi pesuruh adalah mengantar surat, meminta bukti penerima surat, dan melaksanakan tugas lainnya sesuai perintah atasannya.
j. Tugas pokok dan fungsi pengemudi adalah menyiapkan dan mengemudikan kendaraan dinas untuk kepentingan dinas dengan aman dan lancar.
k. Tugas pokok dan fungsi penjaga sekolah/Petugas Keamanan adalah menjaga keamanan sekolah dan lingkungan agar tercipta suasana aman, tertib, nyaman, dan berwibawa.
l. Tugas pokok dan fungsi tukang kebun adalah menjaga, membersihkan dan memelihara kebersihan taman/kebun sekolah.
2. Wewenang Kepala TAS
Kepala Tata Usaha berwenang:
a. menilai hasil kerja dan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) bawahannya,
b. memberi tugas dan memberi petunjuk pelaksanaan pekerjaan,
c. meminta dan memberi data serta laporan tugas dari bawahannya, dan
d. menandatangani surat keluar apabila kepala sekolah berhalangan.
3. Tanggung Jawab Kepala TAS
Kepala Tata Usaha bertanggung jawab atas:
a. kebenaran dan ketepatan rencana program tata usaha,
b. penertiban pelaksanaan kegiatan ketatausahaan,
c. penertiban dan kerapihan pelaksanaan administrasi sekolah,
d. kebenaran dan ketepatan laporan,
e. keamanan dan kelayakan peralatan sekolah.
4. Hak TAS
TAS berhak memperoleh:
a. penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai;
b. penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja;
c. pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan mutu;
d. perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual;
e. kesempatan untuk menggunakan sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan tugas.
5. Kewajiban Kepala TAS
a. menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis;
b. mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan;
c. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

D. Kualifikasi TAS
Tenaga administrasi sekolah/madrasah terdiri atas kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah, pelaksana urusan, dan petugas layanan khusus.
1. Kepala Tenaga Administrasi SD/MI/SDLB
Kepala tenaga administrasi SD/MI/SDLB adalah pejabat struktural eselon Va, dapat diangkat apabila sekolah/madrasah memiliki lebih dari 6 rombongan belajar, dengan kualifikasi sebagai berikut.
a. Berpendidikan minimal lulusan SMK atau sederajat, diutamakan Jurusan Administrasi Perkantoran.
b. Pada waktu diangkat sebagai kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah berusia maksimal 51 tahun.
c. Memiliki masa kerja sebagai tenaga administrasi sekolah/madrasah minimal 4 tahun.
d. Memiliki pangkat/golongan minimal Penata Muda III/a.
e. Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh lembaga profesi atau perguruan tinggi yang ditetapkan oleh Pemprov/Pemkab/Pemkot.
2. Kepala Tenaga Administrasi SMP/MTs/SMPLB
Kepala tenaga administrasi SMP/MTs/SMPLB adalah pejabat struktural eselon Va yang berkualifikasi sebagai berikut.
a. Berpendidikan minimal lulusan DIII atau sederajat, diutamakan jurusan Administrasi Perkantoran.
b. Pada waktu diangkat sebagai kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah berusia maksimal 51 tahun.
c. Memiliki pengalaman bekerja sebagai tenaga administrasi sekolah/ madrasah minimal 4 tahun.
d. Memiliki pangkat/golongan minimal Penata Muda III/a.
e. Memiliki sertifikat uji kompetensi kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh lembaga profesi atau pendidikan tinggi yang ditunjuk oleh Pemprov/Pemkab/Pemkot.
3. Kepala Tenaga Administrasi SMA/MA/SMK/MAK/SMALB
Kepala tenaga administrasi SMA/MA/SMK/MAK/SMALB adalah pejabat struktural eselon IVb yang berkualifikasi sebagai berikut.
a. Berpendidikan S1 diutamakan Jurusan Administrasi Perkantoran/ Administrasi Pendidikan dan sejenisnya dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah/ madrasah minimal 4 tahun, atau D III diutamakan Jurusan Administrasi Perkantoran/Administrasi Pendidikan dan sejenisnya dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah/madrasah minimal 8 tahun.
b. Pada waktu diangkat sebagai kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah berusia maksimal 51 tahun.
c. Memiliki pangkat/golongan minimal Penata Muda III/b.
d. Memiliki sertifikat uji kompetensi kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh lembaga profesi atau pendidikan tinggi yang ditunjuk oleh Pemerintah Pemprov /Pemkab/Kota.

4. Pelaksana Urusan Administrasi Umum Sekolah/Madrasah (SD/MI/SDLB)
Berpendidikan minimal SMK/MAK/SMA/MA, diutamakan SMK/MAK Jurusan Administrasi Perkantoran.
5. Pelaksana Urusan Administrasi Kepegawaian
Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK dan diangkat apabila jumlah pendidik dan tenaga kependidikan minimal 50 orang.
6. Pelaksana Urusan Administrasi Keuangan
Berpendidikan minimal lulusan SMK/MAK Jurusan Akuntansi, atau SMA/MA dan memiliki sertifikat Akuntansi.
7. Pelaksana Urusan Administrasi Sarana dan Prasarana
Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat.
8. Pelaksana Urusan Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA atau SMK/MAK diutamakan JurusanAdministrasi Perkantoran.
9. Pelaksana Urusan Administrasi Persuratan dan Kearsipan
Berpendidikan minimal lulusan SMK/MAK diutamakan Jurusan Administrasi Perkantoran.
10. Pelaksana Urusan Administrasi Kesiswaan
Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat dan diangkat apabila sekolah/madrasah memiliki minimal 12 rombongan belajar.

11. Pelaksana Urusan Administrasi Kurikulum
Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat dan diangkat apabila sekolah/madrasah memiliki minimal 12 rombongan belajar.
12. Petugas Layanan Khusus
a. Penjaga Sekolah/Madrasah
Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat.
b. Tukang Kebun
Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat dan diangkat apabila luas lahan kebun sekolah/madrasah minimal 500 m2. .
c. Tenaga Kebersihan
Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat.
d. Pengemudi
Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat, memiliki SIM yang sesuai, dan diangkat apabila sekolah/madrasah memiliki kendaraan roda empat.
e. Pesuruh
Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat.

E. Kompetensi
1. Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah
Kompetensi kepribadian, sosial, manajerial dan teknis bagi kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah adalah sebagai berikut.
a. Kompetensi Kepribadian
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Memiliki integritas dan akhlak mulia

2) Memiliki etos kerja

3) Mengendalikan diri

4) Memiliki rasa percaya diri

5) Memiliki fleksibilitas

6) Memiliki ketelitian

7) Memiliki kedisiplinan

8) Kreatif dan inovatif

9) Memiliki tanggungjawab

a) Berperilaku sesuai dengan kode etik profesi
b) Bertindak konsisten dengan nilai dan keyakinannya
c) Berperilaku jujur
d) Komitmen terhadap tugas

a) Mengikuti prosedur kerja
b) Memastikan hasil kerja yang bermutu
c) Bertindak secara tepat
d) Fokus pada tugas yang diberikan
e) Meningkatkan kinerja
f) Melakukan evaluasi diri

a) Mengendalikan emosi
b) Bersikap tenang
c) Mengelola stres
d) Berpikir positif

a) Yakin dengan kemampuannya
b) Bertanggung jawab
c) Belajar dari kesalahan

a) Mengupayakan keterbukaan
b) Menghargai pendapat orang lain
c) Mengambil keputusan partisipatif

a) Melaksanakan berbagai kaidah yang terkait dengan tugasnya
b) Memperhatikan kejelasan tugas
c) Menyelesaikan tugas sesuai pedoman kerja

a) Mengelola waktu
b) Taat aturan
c) Taat azas

a) Berpikir alternatif
b) Kaya ide/gagasan baru
c) Memanfaatkan peluang
d) Mengikuti perkembangan Ipteks
e) Melakukan perubahan

a) Melaksanakan tugas sesuai aturan
b) Berani mengambil resiko
c) Tidak melimpahkan kesalahan kepada pihak lain
b. Kompetensi Sosial
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Bekerja sama dalam Tim

2) Memberikan layanan Prima

3) Memiliki kesadaran berorganisasi

4) Berkomunikasi Efektif

5) Membangun hubungan kerja
a) Berpartisipasi dalam kelompok
b) Meminta dan menghargai pendapat orang lain
c) Membangun semangat dan kelangsungan hidup tim

a) Memberikan kemudahan kepada orang lain
b) Menerapkan layanan sesuai standar pelayanan minimal
c) Memiliki empati

a) Memahami struktur organisasi sekolah/madrasah
b) Mewujudkan iklim dan budaya organisasi yang kondusif
c) Menerima perbedaan antar anggota
d) Memiliki tanggungjawab mencapai tujuan organisasi
e) Mengaktifkan diri dalam organisasi profesi tenaga administrasi sekolah/madrasah

a) Menjadi pendengar yang baik
b) Memahami pesan orang lain
c) Menyampaikan pesan dengan jelas
d) Memahami bahasa nonverbal

a) Melakukan hubungan kerja yang harmonis
b) Memposisikan diri sesuai dengan peranannya
c) Memelihara hubungan internal dan eksternal
c. Kompetensi Manajerial
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Mengadministrasikan kebijakan delapan standar nasional pendidikan

2) Menyusun program dan laporan kerja

3) Mengorganisasikan dan mengkoordinasikan staf

4) Mengarahkan, membimbing, dan mengembangkan staf

5) Mengambil keputusan

6) Menciptakan iklim kerja kondusif

7) Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya

8) Mengendalikan staf

9) Mengelola konflik

10) Menyusun Laporan a) Mengadministrasikan dokumen Standar Nasional
Pendidikan
b) Mengadministrasikan pelaksanaan Standar Nasional
Pendidikan yang meliputi standar: Isi, Proses, Kompetensi Lulusan, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, Pembiayaan, dan Penilaian Pendidikan

a) Menentukan prioritas
b) Melakukan penugasan
c) Merumuskan tujuan
d) Menetapkan sumber daya
e) Menentukan strategi penyelesaian pekerjaan
f) Menyusun laporan kerja

a) Menyusun uraian tugas tenaga kependidikan
b) Memberikan pemahaman tupoksi kepada staf
c) Menyesuaikan rencana kerja dengan kemampuan organisasi
d) Menggunakan pendekatan persuasif untuk mengkoordinasikan staf
e) Berinisiatif dalam pertemuan
f) Meningkatkan keefektifan kerja
g) Mengakomodasi ide-ide staf
h) Menjabarkan kebijakan organisasi

a) Memberi arahan kerja
b) Memotivasi staf
c) Memberikan semangat kerja

a) Mengidentifikasi masalah
b) Merumuskan masalah
c) Menentukan tindakan yang tepat
d) Memperhitungkan resiko
a) Menciptakan hubungan kerja harmonis
b) Melakukan komunikasi interaktif
c) Menghargai pendapat rekan kerja

a) Memberdayakan aset organisasi berupa sumber daya manusia, sarana prasarana, dana, dan sumber daya alam
b) Mengadministrasikan aset organisasi berupa sumber daya manusia, sarana prasarana, dana, dan sumber daya alam

a) Memantau pekerjaan staf
b) Menilai proses dan hasil kerja
c) Melaporkan hasil penilaian
d) Memberikan umpan balik

a) Mengidentifikasi sumber konflik
b) Mengidentifikasi alternatif penyelesaian
c) Mengupayakan kekompakan
d) Menggali pendapat-pendapat
e) Memilih alternatif terbaik

a) Mengkoordinasikan penyusunan laporan
b) Mengendalikan penyusunan laporan
d. Kompetensi Teknis
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Melaksanakan administrasi kepegawaian

2) Melaksanakan administrasi keuangan

3) Melaksanakan administrasi sarana dan prasarana

4) Melaksanakan administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat

5) Melaksanakan administrasi persuratan dan pengarsipan

6) Melaksanakan administrasi kesiswaan

7) Melaksanakan administrasi kurikulum

8) Melaksanakan administrasi layanan khusus

9) Menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
a) Menginterpretasikan pokok-pokok peraturan kepegawaian
b) Membantu melaksanakan prosedur dan mekanisme kepegawaian
c) Membantu merencanakan kebutuhan pegawai
d) Menilai kinerja staf

a) Membantu melaksanakan peraturan keuangan yang berlaku
b) Membantu menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah/Madrasah (RAPBS/M)

a) Menginterpretasikan peraturan administrasi sarana dan prasarana
b) Membantu menyusun rencana kebutuhan
c) Membantu menyusun rencana pemanfaatan sarana operasional sekolah/madrasah
d) Membantu menyusun rencana perawatan

a) Membantu kelancaran kegiatan komite sekolah/madrasah
b) Membantu merencanakan program keterlibatan pemangku kepentingan (stakeholders)
c) Membantu membina kerja sama dengan pemerintah dan lembaga masyarakat
d) Membantu mempromosikan sekolah/madrasah dan mengkoordinasikan penelusuran tamatan
e) Melayani tamu sekolah/madrasah

a) Menginterpretasikan peraturan kesekretariatan
b) Membantu melaksanakan program kesekretariatan
c) Membantu mengkoordinasikan program Kebersihan, Kesehatan, Keindahan, Ketertiban, Keamanan, Kekeluargaan, dan Kerindangan (7K)
d) Menyusun laporan

a) Membantu penerimaan siswa baru
b) Membantu orientasi siswa baru
c) Membantu menyusun program pengembangan diri siswa
d) Membantu menyiapkan laporan kemajuan belajar siswa

a) Membantu menyiapkan administrasi Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, dan Standar Penilaian
b) Membantu mendokumentasikan Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, dan Standar penilaian

a) Mengkoordinasikan tenaga layanan Penjaga Sekolah/ Madrasah, Tenaga Kebersihan, Tukang Kebun, Pengemudi , dan Pesuruh
b) Membantu mengkoordinasikan program layanan khusus antara lain Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Bimbingan Konseling (BK), Laboratorium/bengkel, dan Perpustakaan

a) Memanfaatkan TIK untuk kelancaran pelaksanaan administrasi sekolah/madrasah
b) Menggunakan TIK untuk mendokumentasikan administrasi sekolah/madrasah

2. Pelaksana Urusan
Pelaksana urusan harus memiliki 3 (tiga) kompetensi yang terdiri atas: kepribadian, sosial, dan teknis sebagai berikut.

a. Kompetensi Kepribadian
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Memiliki integritas dan akhlak mulia

2) Memiliki etos kerja

3) Mengendalikan diri

4) Memiliki rasa percaya diri

5) Memiliki fleksibilitas

6) Memiliki ketelitian

7) Memiliki kedisiplinan

8) Kreatif dan inovatif

9) Memiliki tanggung jawab
a) Berperilaku sesuai dengan kode etik
b) Bertindak konsisten dengan nilai dan keyakinannya
c) Berperilaku jujur
d) Komitmen terhadap tugas

a) Mengikuti prosedur kerja
b) Memastikan hasil kerja yang bermutu
c) Bertindak secara tepat
d) Fokus pada tugas yang diberikan
e) Meningkatkan kinerja
f) Melakukan evaluasi diri

a) Mengendalikan emosi
b) Bersikap tenang
c) Mengelola stres
d) Berpikir positif

a) Yakin dengan kemampuannya
b) Bertanggung jawab
c) Belajar dari kesalahan
a) Mengupayakan keterbukaan
b) Menghargai pendapat orang lain
c) Mengambil keputusan partisipatif

a) Melaksanakan berbagai kaidah yang terkait dengan tugasnya
b) Memperhatikan kejelasan tugas
c) Menyelesaikan tugas sesuai pedoman kerja

a) Mengelola waktu
b) Taat aturan
c) Taat azas

a) Berpikir alternatif
b) Kaya ide/gagasan baru
c) Memanfaatkan peluang
d) Mengikuti perkembangan Ipteks
e) Melakukan perubahan

a) Melaksanakan tugas sesuai aturan
b) Berani mengambil resiko
c) Tidak melimpahkan kesalahan kepada pihak lain
b. Kompetensi Sosial
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Bekerja sama dalam Tim

2) Memberikan layanan
Prima

3) Memiliki kesadaran
Berorganisasi

4) Berkomunikasi
Efektif

5) Membangun hubungan kerja

a) Berpartisipasi dalam kelompok
b) Meminta dan menghargai pendapat orang lain
c) Membangun semangat dan kelangsungan hidup tim

a) Memberikan kemudahan kepada orang lain
b) Menerapkan layanan sesuai standar pelayanan minimal
c) Memiliki empati

a) Memahami struktur organisasi sekolah/madrasah
b) Mewujudkan iklim dan budaya organisasi yang kondusif
c) Menerima perbedaan antar anggota
d) Memiliki tanggungjawab mencapai tujuan organisasi
e) Mengaktifkan diri dalam organisasi profesi tenaga administrasi sekolah/madrasah

a) Menjadi pendengar yang baik
b) Memahami pesan orang lain
c) Menyampaikan pesan dengan jelas
d) Memahami bahasa nonverbal

a) Melakukan hubungan kerja yang harmonis
b) Memposisikan diri sesuai dengan peranannya
c) Memelihara hubungan internal dan eksternal

c. Kompetensi Teknis
1) Pelaksana Urusan Kepegawaian
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Mengadministrasikan kepegawaian

2) Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
a) Melaksanakan pokok-pokok peraturan kepegawaian berdasarkan standar pendidik dan tenaga kependidikan
b) Merencanakan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan
c) Melaksanakan prosedur dan mekanisme kepegawaian
d) Mengelola buku induk, administrasi Daftar Urut Kepangkatan (DUK)
e) Melaksanakan registrasi dan kearsipan kepegawaian (SK, NIP, Karpeg, Karis, Karsu, Taspen,Askes, Tabungan Perumahan, Satya Lencana, DP3, ijazah, sertifikat)
f) Menyiapkan format- format kepegawaian
g) Memproses kepangkatan, mutasi, promosi, gaji berkala, tunjangan istri/suami, anak, serta pemberhentian dan pensiun pegawai
h) Mencatat kehadiran guru dan pegawai
i) Menyusun laporan kepegawaian

a) Menyusun dan menyajikan data/statistik kepegawaian
b) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan kepegawaian
c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan kepegawaian
2) Pelaksana Urusan Administrasi Keuangan
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Mengadministrasikan keuangan sekolah/madrasah

2) Menggunakan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

a) Membantu menghitung biaya investasi, biaya operasi, dan biaya personal
b) Membantu pimpinan mengatur arus dana (menerima, mencatat, menyimpan, mengeluarkan, menggunakan, mempertanggungjawabkan, dan melaporkan)

a) Menyusun dan menyajikan data/statistik keuangan
b) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan keuangan
c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan
Keuangan
3) Pelaksana Urusan Administrasi Sarana Prasarana
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Mengadministrasi-kan standar sarana dan prasarana

2) Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
a) Mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana
b) sekolah/madrasah berdasarkan standar: Ruang Kelas, Ruang Perpustakaan, Laboratorium, Ruang Pimpinan, Ruang Guru, Tempat Ibadah, Ruang UKS, Jamban, Gudang, Ruang Sirkulasi, dan Tempat Bermain/Olah Raga
c) Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana
d) Mengadakan sarana dan prasarana
e) Menginventarisasikan sarana dan prasarana
f) Memberikan nomor barang inventaris
g) Mendistribusikan sarana dan prasarana
h) Memelihara sarana dan prasarana
i) Menghapuskan sarana dan prasarana
j) Menyusun laporan sarana dan prasarana

a) Menyusun dan menyajikan data/statistik sarana dan prasarana
b) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan sarana dan prasarana
c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan sarana dan prasarana
4) Pelaksana Urusan Administrasi Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Melaksanakan administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat

2) Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
a) Memfasilitasi kelancaran kegiatan komite sekolah/madrasah
b) Merencanakan program keterlibatan pemangku kepentingan (stakeholders)
c) Membina kerja sama dengan pemerintah dan lembaga-lembaga masyarakat
d) Mempromosikan sekolah/madrasah
e) Mengkoordinasikan penelusuran tamatan
f) Melayani tamu sekolah/madrasah

a) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan
b) hubungan sekolah dengan masyarakat
c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan hubungan sekolah dengan masyarakat

5) Pelaksana Urusan Administrasi Persuratan dan Pengarsipan
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Melaksanakan administrasi persuratan dan pengarsipan

2) Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
a) Menerapkan peraturan kesekretariatan
b) Melaksanakan program kesekretariatan
c) Mengelola surat masuk dan keluar
d) Membuat konsep surat
e) Melaksanakan kearsipan sekolah/madrasah
f) Menyusutkan surat/dokumen
g) Menyusun laporan.

a) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan
b) administrasi persuratan dan pengarsipan
c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan persuratan dan pengarsipan
6) Pelaksana Urusan Administrasi Kesiswaan
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Mengadministrasikan standar pengelolaan yang berkaitan dengan peserta didik

2) Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) a) Membantu kegiatan penerimaan peserta didik
b) Membantu kegiatan masa orientasi
c) Membantu mengatur rasio peserta didik per kelas
d) Mendokumentasikan prestasi akademik dan non akademik
e) Membuat: data statistik peserta didik (pendaftar, yang diterima, putus sekolah/madrasah, lulusan, dan mutasi), buku induk peserta didik, data pribadi peserta didik, buku penghubung, buku catatan khusus, daftar peserta didik yang melanjutkan
f) Menginventarisir program kerja pembinaan peserta didik bulanan, semesteran dan tahunan
g) Mendokumentasikan program kerja OSIS, Pramuka, Paskibra, dan Palang Merah Remaja (PMR), dan dokumen tata tertib sekolah/madrasah
h) Mendokumentasikan program pengembangan diri.

a) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan administrasi kesiswaan
b) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan Kesiswaan

7) Pelaksana Urusan Administrasi Kurikulum
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Mengadministrasikan standar isi

2) Mengadministrasikan standar proses

3) Mengadministrasikan standar penilaian

4) Mengadministrasikan standar kompetensi lulusan

5) Mengadministrasikan kurikulum dan silabus

6) Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
a) Mendokumentasikan kerangka dasar dan struktur kurikulum
b) Membantu menyiapkan perangkat administrasi pembelajaran
c) Mendokumentasikan beban belajar siswa setiap semester
d) Mendokumentasikan kurikulum
e) Mensosialisasikan kalender akademik

a) Menyiapkan format silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), penilaian hasil belajar
b) Menyiapkan perangkat supervisi proses pembelajaran

a) Mendokumentasikan bahan ujian/ulangan
b) Mendokumentasikan penilaian hasil belajar oleh pendidik, sekolah/madrasah, pemerintah

a) Mendokumentasikan standar kompetensi lulusan satuan pendidikan
b) Mendokumentasikan standar kompetensi lulusan mata pelajaran
c) Mendokumentasikan kriteria ketuntasan minimal

a) Membantu fasilitas pelaksanaan kurikulum dan silabus
b) Mendokumentasikan pemetaan kompetensi dasar tiap mata pelajaran per semester
c) Mendokumentasikan kurikulum, silabus, dan RPP
d) Mendokumentasikan Daftar Kumpulan Nilai (DKN) atau leger
e) Membantu menyusun grafik daya serap ketuntasan belajar per mata pelajaran
f) Menyusun daftar buku-buku wajib

a) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan
administrasi kurikulum
b) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan kurikulum

8) Pelaksana Urusan Administrasi SD/MI/SDLB
SD/MI/SDLB yang memiliki maksimal 6 rombongan belajar tidak perlu Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah, melainkan Pelaksana Urusan Administrasi Sekolah/Madrasah, dengan kompetensi teknis sebagai berikut.
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Melaksanakan administrasi sekolah/madrasah

2) Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
a) Melaksanakan administrasi kepegawaian
b) Melaksanakan administrasi keuangan
c) Melaksanakan administrasi sarana dan prasarana
d) Melaksanakan administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat
e) Melaksanakan administrasi persuratan dan pengarsipan
f) Melaksanakan administrasi kesiswaan
g) Melaksanakan administrasi kurikulum

a) Mengoperasikan peralatan kantor/komputer
b) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan kepegawaian, keuangan, sarana prasarana, hubungan sekolah dengan masyarakat, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, dan kurikulum

3. Petugas Layanan Khusus
Petugas layanan khusus harus memiliki 3 (tiga) kompetensi yang terdiri atas: kepribadian, sosial, dan teknis sebagai berikut.

a. Kompetensi Kepribadian
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Memiliki integritas dan akhlak mulia

2) Memiliki etos kerja

3) Mengendalikan diri

4) Memiliki rasa percaya diri

5) Memiliki fleksibilitas

6) Memiliki ketelitian

7) Memiliki kedisiplinan

8) Kreatif dan inovatif

9) Memiliki tanggung jawab
a) Berperilaku sesuai dengan kode etik
b) Bertindak konsisten dengan nilai dan keyakinannya
c) Berperilaku jujur
d) Komitmen terhadap tugas

a) Mengikuti prosedur kerja
b) Memastikan hasil kerja yang bermutu
c) Bertindak secara tepat
d) Fokus pada tugas yang diberikan
e) Meningkatkan kinerja
f) Melakukan evaluasi diri

a) Mengendalikan emosi
b) Bersikap tenang
c) Mengelola stres

a) Berpikir positif
b) Yakin dengan kemapuannya
c) Bertanggung jawab
d) Belajar dari kesalahan

a) Mengupayakan keterbukaan
b) Menghargai pendapat orang lain
c) Mengambil keputusan partisipatif

a) Melaksanakan berbagai kaidah yang terkait dengan tugasnya
b) Memperhatikan kejelasan tugas
c) Menyelesaikan tugas sesuai pedoman kerja

a) Mengelola waktu
b) Taat aturan
c) Taat azas

a) Berpikir alternatif
b) Kaya ide/gagasan baru
c) Memanfaatkan peluang
d) Mengikuti perkembangan Ipteks
e) Melakukan perubahan

a) Melaksanakan tugas sesuai aturan
b) Berani mengambil resiko
c) Tidak melimpahkan kesalahan kepada pihak lain

b. Kompetensi Sosial
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Bekerja sama dalam Tim

2) Memberikan layanan Prima

3) Memiliki kesadaran Berorganisasi

4) Berkomunikasi Efektif

5) Membangun hubungan kerja
a) Berpartisipasi dalam kelompok
b) Meminta dan menghargai pendapat orang lain
c) Membangun semangat dan kelangsungan hidup tim

a) Memberikan kemudahan kepada orang lain
b) Menerapkan layanan sesuai standar pelayanan minimal
c) Memiliki empati

a) Memahami struktur organisasi sekolah/madrasah
b) Mewujudkan iklim dan budaya organisasi yang kondusif
c) Menerima perbedaan antar anggota
d) Memiliki tanggungjawab mencapai tujuan organisasi
e) Mengaktifkan diri dalam organisasi profesi tenaga administrasi sekolah/madrasah

a) Menjadi pendengar yang baik
b) Memahami pesan orang lain
c) Menyampaikan pesan dengan jelas
d) Memahami bahasa nonverbal

a) Melakukan hubungan kerja yang harmonis
b) Memposisikan diri sesuai dengan peranannya
c) Memelihara hubungan internal dan eksternal

c. Kompetensi Teknis
1) Pelaksana Urusan Kepegawaian
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Mengadministrasikan kepegawaian

2) Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
a) Melaksanakan pokok-pokok peraturan kepegawaian berdasarkan standar pendidik dan tenaga kependidikan
b) Merencanakan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan
c) Melaksanakan prosedur dan mekanisme kepegawaian
d) Mengelola buku induk, administrasi Daftar Urut Kepangkatan (DUK)
e) Melaksanakan registrasi dan kearsipan kepegawaian (SK, NIP, Karpeg, Karis, Karsu, Taspen,Askes, Tabungan Perumahan, Satya Lencana, DP3, ijazah, sertifikat)
f) Menyiapkan format- format kepegawaian
g) Memproses kepangkatan, mutasi, promosi, gaji berkala, tunjangan istri/suami, anak, serta pemberhentian dan pensiun pegawai
h) Mencatat kehadiran guru dan pegawai
i) Menyusun laporan kepegawaian

a) Menyusun dan menyajikan data/statistik kepegawaian
b) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan kepegawaian
c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan kepegawaian

2) Pelaksana Urusan Administrasi Keuangan
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Mengadministrasikan keuangan sekolah/madrasah

2) Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

a) Membantu menghitung biaya investasi, biaya operasi, dan biaya personal
b) Membantu pimpinan mengatur arus dana (menerima, mencatat, menyimpan, mengeluarkan, menggunakan, mempertanggungjawabkan, danmelaporkan)

a) Menyusun dan menyajikan data/statistik keuangan
b) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan keuangan
c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan Keuangan

3) Pelaksana Urusan Administrasi Sarana Prasarana
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
a) Mengadministrasi-kan standar sarana dan prasarana

b) Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
a) Mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah/madrasah berdasarkan standar: Ruang Kelas, Ruang Perpustakaan, Laboratorium, Ruang Pimpinan, Ruang Guru, Tempat Ibadah, Ruang UKS, Jamban, Gudang, Ruang Sirkulasi, dan Tempat Bermain/Olah Raga
b) Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana
c) Mengadakan sarana dan prasarana
d) Menginventarisasikan sarana dan prasarana
e) Memberikan nomor barang inventaris
f) Mendistribusikan sarana dan prasarana
g) Memelihara sarana dan prasarana
h) Menghapuskan sarana dan prasarana
i) Menyusun laporan sarana dan prasarana

a) Menyusun dan menyajikan data/statistik sarana dan prasarana
b) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan sarana dan prasarana
c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan sarana dan prasarana

4) Pelaksana Urusan Administrasi Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
a) Melaksanakan administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat

b) Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
a) Memfasilitasi kelancaran kegiatan komite sekolah/madrasah
b) Merencanakan program keterlibatan pemangku kepentingan (stakeholders)
c) Membina kerja sama dengan pemerintah dan lembaga-lembaga masyarakat
d) Mempromosikan sekolah/madrasah
e) Mengkoordinasikan penelusuran tamatan
f) Melayani tamu sekolah/madrasah

a) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan hubungan sekolah dengan masyarakat
c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan hubungan sekolah dengan masyarakat

5) Pelaksana Urusan Administrasi Persuratan dan Pengarsipan
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
a) Melaksanakan administrasi persuratan dan pengarsipan

b) Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
a) Menerapkan peraturan kesekretariatan
b) Melaksanakan program kesekretariatan
c) Mengelola surat masuk dan keluar
d) Membuat konsep surat
e) Melaksanakan kearsipan sekolah/madrasah
f) Menyusutkan surat/dokumen
g) Menyusun laporan.

a) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan
b) administrasi persuratan dan pengarsipan
c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan persuratan dan pengarsipan

6) Pelaksana Urusan Administrasi Kesiswaan
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
a) Mengadministrasikan standar pengelolaan yang berkaitan dengan peserta didik

b) Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
a) Membantu kegiatan penerimaan peserta didik
b) Membantu kegiatan masa orientasi
c) Membantu mengatur rasio peserta didik per kelas
d) Mendokumentasikan prestasi akademik dan non akademik
e) Membuat: data statistik peserta didik (pendaftar, yang diterima, putus sekolah/madrasah, lulusan, dan mutasi), buku induk peserta didik, data pribadi peserta didik, buku penghubung, buku catatan khusus, daftar peserta didik yang melanjutkan
f) Menginventarisir program kerja pembinaan peserta didik bulanan, semesteran dan tahunan
g) Mendokumentasikan program kerja OSIS, Pramuka, Paskibra, dan Palang Merah Remaja (PMR), dan dokumen tata tertib sekolah/madrasah
h) Mendokumentasikan program pengembangan diri.

a) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan administrasi kesiswaan
b) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan Kesiswaan

7) Pelaksana Urusan Administrasi Kurikulum
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
a) Mengadministrasikan standar isi

b) Mengadministrasikan standar proses

c) Mengadministrasikan standar penilaian

d) Mengadministrasikan standar kompetensi lulusan

e) Mengadministrasikan kurikulum dan silabus

f) Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
a) Mendokumentasikan kerangka dasar dan struktur kurikulum
b) Membantu menyiapkan perangkat administrasi pembelajaran
c) Mendokumentasikan beban belajar siswa setiap semester
d) Mendokumentasikan kurikulum
e) Mensosialisasikan kalender akademik

a) Menyiapkan format silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), penilaian hasil belajar
b) Menyiapkan perangkat supervisi proses pembelajaran

a) Mendokumentasikan bahan ujian/ulangan
b) Mendokumentasikan penilaian hasil belajar oleh pendidik, sekolah/madrasah, pemerintah

a) Mendokumentasikan standar kompetensi lulusan satuan pendidikan
b) Mendokumentasikan standar kompetensi lulusan mata pelajaran
c) Mendokumentasikan kriteria ketuntasan minimal

a) Membantu fasilitas pelaksanaan kurikulum dan silabus
b) Mendokumentasikan pemetaan kompetensi dasar tiap mata pelajaran per semester
c) Mendokumentasikan kurikulum, silabus, dan RPP
d) Mendokumentasikan Daftar Kumpulan Nilai (DKN) atau leger
e) Membantu menyusun grafik daya serap ketuntasan belajar per mata pelajaran
f) Menyusun daftar buku-buku wajib

a) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan
b) administrasi kurikulum
c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan kurikulum

8) Pelaksana Urusan Administrasi SD/MI/SDLB
SD/MI/SDLB yang memiliki maksimal 6 rombongan belajar tidak perlu Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah, melainkan Pelaksana Urusan Administrasi Sekolah/Madrasah, dengan kompetensi teknis sebagai berikut.
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Melaksanakan administrasi sekolah/madrasah

2) Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
a) Melaksanakan administrasi kepegawaian
b) Melaksanakan administrasi keuangan
c) Melaksanakan administrasi sarana dan prasarana
d) Melaksanakan administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat
e) Melaksanakan administrasi persuratan dan pengarsipan
f) Melaksanakan administrasi kesiswaan
a) Melaksanakan administrasi kurikulum
b) Mengoperasikan peralatan kantor/komputer
c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan kepegawaian, keuangan, sarana prasarana, hubungan sekolah dengan masyarakat, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, dan kurikulum

a. Petugas Layanan Khusus
Petugas layanan khusus harus memiliki 3 (tiga) kompetensi yang terdiri atas: kepribadian, sosial, dan teknis sebagai berikut.

b. Kompetensi Kepribadian
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Memiliki integritas dan akhlak mulia

2) Memiliki etos kerja

3) Mengendalikan diri

4) Memiliki rasa percaya diri

5) Memiliki fleksibilitas

6) Memiliki ketelitian

7) Memiliki kedisiplinan

8) Kreatif dan inovatif

9) Memiliki tanggung jawab
a) Berperilaku sesuai dengan kode etik
b) Bertindak konsisten dengan nilai dan keyakinannya
c) Berperilaku jujur
d) Komitmen terhadap tugas

a) Mengikuti prosedur kerja
b) Memastikan hasil kerja yang bermutu
c) Bertindak secara tepat
d) Fokus pada tugas yang diberikan
e) Meningkatkan kinerja
f) Melakukan evaluasi diri

a) Mengendalikan emosi
b) Bersikap tenang
c) Mengelola stres
d) Berpikir positif

a) Yakin dengan kemapuannya
b) Bertanggung jawab
c) Belajar dari kesalahan

a) Mengupayakan keterbukaan
b) Menghargai pendapat orang lain
c) Mengambil keputusan partisipatif

a) Melaksanakan berbagai kaidah yang terkait dengan tugasnya
b) Memperhatikan kejelasan tugas
c) Menyelesaikan tugas sesuai pedoman kerja

a) Mengelola waktu
b) Taat aturan
c) Taat azas
d) Berpikir alternatif

a) Kaya ide/gagasan baru
b) Memanfaatkan peluang
c) Mengikuti perkembangan Ipteks
d) Melakukan perubahan

a) Melaksanakan tugas sesuai aturan
b) Berani mengambil resiko
c) Tidak melimpahkan kesalahan kepada pihak lain

c. Kompetensi Teknis
1) Penjaga Sekolah/Madrasah
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Menguasai kondisi keamanan sekolah/madrasah

2) Menguasai teknik pengamanan sekolah/madrasah

3) Menerapkan prosedur operasi standar pengamanan sekolah/madrasah
a) Mengenal peta wilayah sekolah/madrasah dengan baik
b) Memanfaatkan peta wilayah sekolah/madrasah untuk keamanan sekolah/madrasah

a) Menguasai teknik bela diri
b) Merespons peristiwa dengan cepat dan tepat

a) Membuat dokumen/catatan tentang keamanan sekolah/madrasah
b) Melakukan tindakan pengamanan
c) Menggunakan peralatan keamanan
d) Menyampaikan laporan sesuai tugasnya

2) Tukang Kebun
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Menguasai penggunaan peralatan pertanian dan atau perkebunan

2) Menguasai pemeliharaan tanaman a) Menggunakan peralatan pertanian/ perkebunan
b) Merawat peralatan pertanian/perkebunan

a) Mengenal teknik penanaman tanaman
b) Merawat tanaman

3) Tenaga Kebersihan
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Menjaga kebersihan sekolah/madrasah

2) Menguasai teknik-teknik kebersihan a) Mewujudkan kebersihan sekolah/madrasah
b) Memelihara kebersihan sekolah/madrasah

a) Menggunakan peralatan kebersihan
b) Memelihara peralatan kebersihan

4) Pengemudi
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Menguasai teknik mengemudi

2) Menguasai teknik perawatan kendaraan a) Mengemudikan kendaraan
b) Mematuhi aturan lalu lintas

a) Merawat kendaraan
b) Mengurus kelengkapan dokumen kendaraan

5) Pesuruh
KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI
1) Mengenal wilayah

2) Menguasai prosedur pengiriman dokumen dinas

3) Melayani kebutuhan jasa dan daya sekolah/madrasah a) Mengenal peta wilayah setempat
b) Memanfaatkan peta wilayah untuk kepentingan penyampaian dokumen

a) Mengenal buku ekspedisi/lembar pengantar
b) Menggunakan buku ekspedisi/lembar pengantardalam pengiriman dokumen

a) Membayar jasa listrik, telepon, air, dan pajak
b) Menyiapkan minuman
c) Merawat peralatan rumah tangga sekolah/madrasah

F. Rekrutmen dan Seleksi
Rekrutmen adalah untuk mengisi formasi yang lowong. Lowongan formasi disebabkan adanya pegawai yang keluar, pensiun, meninggal dunia, dan perluasan organisasi. Mekanisme rekrutmen dan seleksi kepala tata usaha dilakukan oleh Tim Baperjakat daerah setempat. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam suatu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan kompetensi, prestasi, dan jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan itu serta syarat objektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, rasa, atau golongan. Jabatan struktual adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi negara. Untuk dapat diangkat dalam jabatan struktual seseorang harus berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil dan harus memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan.
Eselon dan jenjang pangkat jabatan strktural dari yang tertinggi sampai yang terendah untuk Eselon Va Pangkat Penata Muda Golongan III/a tertinggi pangkat Penata Muda Tingkat I Golongan III/b. Eselon IVb Pangkat Penata Muda Tingkat I Golonan III/b tertinggi pangkat Penata Golongan III/c. Penetapan eselon Va dilakukan secara selektif antara lain dengan memperhatikan: (a) kebutuhan organisasi, (b) rentang kendali, (c) kondisi geografis, dan (d) karakteristik tugas pokok dan fungsi jabatan yang berhubungan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat.
Persyaratan untuk diangkat dalam jabatan struktural adalah:
a. berstatus Pegawai Negeri Sipil,
b. serendah-rendahnya menduduki peringkat 1 (satu) tingkat di bawah jenjang pangkat yang ditentukan,
c. memiliki kualifikasi dan tingkat pendidikan yang ditentukan,
d. semua unsur penilaian prestasi kerja sekuang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir,
e. memiliki kompetensi jabatan yang diperlukan, dan
f. sehat jasmani dan rohani.
g. senioritas dalam kepangkatan
h. usia
i. pendidikan dan pelatihan prajabatan
j. pengalaman yang dimiliki.
k. wajib mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kepemimpinan selambat-lambatnya 12 (dua elas) bulan sejak yang bersangkutan dilantik.
Pengangkatan dalam jabatan struktural Eselon II ke bawah di provinsi, ditetapkan oleh Pejabatan Pembina Kepegawaian Daerah Provinsi setelah mendapat pertimbangan dari Baperjakat Instansi daerah propinsi. Pengangkatan dalam jabatan struktural Eselon II ke bawah di kabupaten/kota, ditetapkan oleh Pejabatan Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota setelah mendapat pertimbangan dari Baperjakat Instansi daerah Kabupaten/Kota.

G. Pembinaan Karier
Dalam rangka usaha untuk meningkatkan mutu dan keterampilan serta memupuk kegairahan bekerja kepala tata usaha, maka perlu dilaksanakan pembinaan kepala tata usaha dengan sebaik-baiknya atas dasar sistem karier dan sistem prestasi. Dengan demikian dapat dikembangkan bakat dan kemampuan yang ada pada diri masing-masing secara wajar. Model pembinaan karier yang paling banyak diharapkan responden adalah pelatihan. Pelatihan bagi kepala tata usaha sebagai pejabat struktural eselon IV dan V adalah Diklatpim IV dan Diklatpim V yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara.
Dalam pembinaan sistem karier yang sehat selalu ada pengaitan yang erat antara jabatan dan pangkat. Artinya, seorang Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam suatu jabatan haruslah mempunyai pangkat yang sesuai untuk jabatannya. Dengan demikian, Pegawai Negeri Sipil yang pangkatnya belum sesuai dengan pangkat terendah untuk eselon jabatan itu, maka yang bersangkutan diberikan kenaikan pankat sesuai dengan jenjang untuk jabatan itu.

H. Penilaian Kinerja
1. Pengertian Penilaian Kinerja
Penilaian ialah penentuan derajat kualitas berdasarkan indikator yang ditetapkan terhadap penyelenggara pendidikan di sekolah. Kinerja ialah hasil kerja dan kemajuan yang telah dicapai seorang TAS dalam bidang tugasnya berdasarkan kompetensi yang dimilikinya. Penilaian kinerja TAS ialah penentuan derajat kualitas hasil kerja dan kemajuan yang telah dicapai seorang TAS dalam bidang tugasnya berdasarkan kompetensi yang dimilikinya.
2. Tujuan Penilaian Kinerja
a. Umum
Secara umum, penilaian kinerja bertujuan untuk menciptakan budaya individu dan kelompok memikul tanggung jawab bagi usaha peningkatan proses kerja dan kemampuan yang berkelanjutan.

b. Khusus
Secara khusus, penilaian kinerja bertujuan untuk:
1) meningkatkan kinerja TAS secara berkelanjutan;
2) menjadi daya dongkrak untuk perubahan yang lebih berorientasi kinerja;
3) meningkatkan motivasi dan komitmen TAS,
4) memungkinkan individu mengembangkan kemampuan, meningkatkan kepuasan kerja, dan mencapai potensi pribadi yang bermanfaat bagi individu dan organisasi sekolah/madrasah;
5) mengembangkan hubungan yang terbuka dan konstruktif antara TAS dengan penilai suatu proses dialog yang berkesinambungan terkait dengan pekerjaan yang dilakukan sepanjang tahun;
6) menyediakan suatu kerangka kerja bagi kesepakatan sasaran yang dinyatakan dalam bentuk target dan standar kinerja TAS;
7) memfokuskan perhatian pada atribut dan kompetensi yang diperlukan sehingga dapat menunjukkan kinerja yang efektif dan kepada usaha pengembangan selanjutnya;
8) menyediakan kriteria untuk dapat melakukan pengukuran dan penilaian yang akurat dan objektif sehubungan dengan target dan standar yang telah disepakati sehingga TAS secara individu dapat menerima umpan balik dari pengawas sekolah/madrasah mengenai seberapa baik kinerja mereka;
9) memungkinkan TAS dan penilai mencapai kesepakatan tentang rencana pengembangan dan metode pelaksanaannya;
10) 10)mengkaji kebutuhan di bidang pelatihan dan pengembangan secara bersama;
11) menyediakan suatu kesepakatan bagi TAS untuk mengekspresikan aspirasi serta keprihatinan mengenai pekerjaan mereka;
12) memberikan suatu landasan bagi pemberian imbalan yang bersifat finansial dan/atau nonfinansial bagi TAS sesuai dengan kontribusi TAS;
13) mendemonstrasikan kepada semua orang bahwa organisasi menghargai mereka sebagai individu;
14) membantu memberdayakan TAS;
15) membantu sekolah/madrasah untuk mempertahankan TAS yang berkualitas; dan
16) mendukung inisiatif TAS dan penilai yang berkualitas secara keseluruhan.
3. Ruang Lingkup Penilaian Kinerja TAS
Ruang lingkup penilaian kinerja TAS mengacu pada standar kompetensi TAS di atas.
4. Prinsip Penilaian Kinerja TAS
a. Relevan (sesuai dengan tujuan penilaian).
b. Objektif (data seadanya).
c. Sensitif (mampu membedakan yang berkinerja tinggi dengan yang berkinerja rendah).
d. Valid (menilai yang ingin dinilai).
e. Reliabel (dapat diandalkan).
f. Akseptabel (instrumen penilaian dapat diterima penilai dan yang dinilai berdasarkan kesepakatan).
g. Praktis (mudah diterapkan).
h. Rahasia (hanya diketahui penilai dan yang dinilai saja).
i. Produktivitas (efektif, efisien, dan memotivasi kinerja tinggi).
j. Multi metode (dapat menggunakan berbagai metode penilaian).
k. Berkesinambungan (dilakukan secara periodik).
5. Penilai
Orang yang berwenang menilai kinerja TAS adalah kepala TAS untuk stafnya dan bupati/walikota untuk kepala TAS.
6. Periode Penilaian
Penilaian kinerja kepala sekolah meliputi penilaian formatif dan sumatif. Penilaian formatif dilaksanakan setiap tahun sekali yaitu paling lambat setiap akhir bulan Desember tahun bersangkutan. Penilaian sumatif dilaksanakan setiap empat tahun sekali yaitu setiap akhir masa jabatan kepala sekolah/madrasah.
7. Tata Cara Penilaian
Penilaian melalui langkah-langkah sebagai berikut.
a. Mengembangkan instrumen penilaian kinerja dengan cara menetapkan kriteria atau indikator untuk setiap kompetensi TAS.
b. Menetapkan skor penilaian kinerja yaitu 1 sampai 100.
c. Melaksanakan penilaian yaitu mengisi instrumen penilaian.
d. Menetapkan interpretasi penilaian kinerja yaitu:
1 – 20 = tidak memuaskan
21- 40 = kurang memuaskan
41 – 60 = cukup memuaskan
61 – 80 = memuaskan
81 – 100 = sangat memuaskan
e. Membandingkan hasil penilaian (kinerja aktual) dengan standar indikator kompetensi (kinerja yang diharakan).
f. Mendokumentasikan hasil penilaian.
g. Menyampaikan dan mendiskusikan hasil penilaian kepada kepala sekolah/madrasah bersangkutan untuk umpan balik.
h. Menyampaikan laporan penilaian kinerja kepada pihak yang berkepentingan untuk pengambilan keputusan.
8. Komponen yang Dinilai
Komponen yang dinilai adalah setiap indikator kompetensi dari setiap dimensi kompetensi yang telah dimiliki TAS.

I. Penghargaan dan Perlindungan
Bagi anggota TAS yang berprestasi atau bermutu tinggi hendaknya diberikan penghargaan dan perlindungan. Penghargaan dan perlindungan adalah kebutuhan dasar setiap manusia termasuk kepala tata usaha sekolah. Penghargaan dan perlindungan dalam bentuk jasmani dan rohani. Penghargaan dan perlindungan bermakna tinggi bila diberikan pada orang yang tepat dan waktu yang tepat pula. Terdapat 13 macam bentuk penghargaan dan 11 macam bentuk perlindungan. Ketiga belas macam bentuk penghargaan itu adalah: (1) gaji yang adil dan layak, (2) tanda jasa, (3) kenaikan pangkat pilihan, (4) kenaikan pangkat anumerta, (5) kenaikan pangkat istimewa, (6) surat pujian atau piagam, (7) tunjangan struktural, (8) bonus atau hadiah materi terutama uang), (9) studi banding, (10)studi lanjut, (11) tunjangan khusus, (12) kesempatan mengikuti diklat, dan (13) promosi jabatan. Bentuk perlindungan ada 11 macam yaitu: (1) asuransi kesehatan, (2) asuransi kecelakaan, (3) perlindungan hukum, (4) tabungan hari tua, (5) tabungan perumahan, (6) asuransi pendidikan bagi putra dan putri, (7) tunjangan pensiun, (8) tunjangan cacat, (9) sumbangan turut berduka cita, (10) Bantuan perawatan kesehatan preventif, dan (11) bantuan ceramah agama.

J. Pemberhentian dan Pensiun
Sembilan penyebab kepala tata usaha sebagai pejabat struktural eselon IVb dan Va diberhentikan karena: (1) mengundurkan diri; (2) mencapai batas usia pensiun; (3) diberhentikan sebagai Pegawai Negeri Sipil; (4) diangkat dalam jabatan lainnya atau jabatan fungsional;. (5) cuti di luar tanggunggan negara, kecuali cuti di luar tanggungan negara karena persalinan; (6) tugas belajar lebih dari enam bulan; (7) adanya perampingan organisasi pemerintah; (8) tidak memenuhi persyaratan kesehatan jasmani dan rohani; dan (9) hal-hal lain yang ditentukan dalam peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

K. Penugasan
Diskusikan bagaimana cara melakukan pembinaan terhadap TAS

Sumber : bahan Diklat Cakep
Dittendik PMPTK

DAFTAR RUJUKAN

Hoy, Wayne, K., & Miskel, Cecil, G. 2005. Educational Administration Theory, Research, and Practice. Seventh Edition. New York: McGraw Hill.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 18 tentang Standar Sertifikasi Bagi Guru dalam Jabatan.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah Dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
PP No. 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.
UURI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

3 Tanggapan to “Manajemen Ketatausahaan Sekolah”

  1. Asep ALi 24 Oktober 2010 pada 14:22 #

    apakah semua ini sudah lengkap?

  2. Hendri Safrin 8 Juli 2011 pada 14:22 #

    Apa sih sebenarnya tugas dan fungsi tenaga Tata Usaha???? Apakah tugas mereka tidak lebih dari seorang “pembantu” atau “pesuruh”??? Dengan adanya tulisan ini saya merasa terbantukan karena dengan tulisan ini saya jadi mengerti apa sebenarnya tugas dan fungsi seorang tenaga Tata Usaha di sekolah. Terima Kasih banyak atas info yang bermanfaat ini.

  3. sigit setiyono 18 September 2012 pada 14:22 #

    Terimakasih, semoga dapat membawa saya kearah yang lebih maju dan kearah pembaharuan sehingga saya bisa membawa amanah dalam pekerjaan dan tanggungjawab saya kepada masyarakat, nusa, bangsa, dan agama. Amin…
    Tidak lupa juga saya minta dukungan dari semua pihak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.189 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: