Pemetaan Materi Imtaq

3 Jun

STRATEGI PEMETAAN MATERI
(sumber Modul TOT Imtaq, Malang 2009)

A. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
1. Aspek Perilaku
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar memiliki aspek perilaku yaitu kata kerja yang mengawali setiap standar kompetensi dan kompetensi dasar. Ada berbagai macam kata kerja misalnya menghargai, memahami, mendeskripsikan, menjelaskan, mengkaji, mengevaluasi, menganalisis, menentukan sikap, menunjukkan sikap, menampilkan peran, menampilkan sikap, mempresentasikan dan sebagainya. Aspek perilaku tersebut bermuatan kognitif, afektif dan psikomotor yang akan menjadi dasar perolehan ketrampilan atau kemampuan dalam pengelolaan proses pembelajaran. Sehingga dalam proses pembelajaran tersebut dapat diintegrasikan pilar belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Aspek Isi Materi
Ada berbagai macam sifat materi pembelajaran yaitu fakta, konsep, prinsip, prosedur dan keterampilan. Bila dikaitkan dengan nilai-nilai imtaq maka akan ada fakta tentang nilai imtaq, konsep tentang nilai imtaq, prinsip pelaksanaan nilai imtaq, prosedur atau langkah langkah pelaksanaan nilai-nilai imtaq dan keterampilan-keterampilan yang harus di pelajari dan dilaksanakan sesuai dengan nilai-nilai imtaq. Salah satu ciri materi yang bersifat keterampilan diawali dengan perilaku menunjukkan sikap, menampilkan peran, menampilkan sikap, mempresentasikan dan sebagainya. Materi-materi tersebut dapat dikatakan materi yang relevan dengan nilai-nilai imtaq sehingga dapat diintegrasikan ke dalamnya karena nilai-nilai imtaq mempunyai muatan lebih pada cara berperilaku. Namun tidak menutup kemungkinan untuk memasukkan juga materi yang bersifat kognitif dari nilai-nilai imtaq ke dalam materi pembelajaran.

B. Uraian Materi Pembelajaran
1. Prinsip Penentuan Materi
a. Validity yaitu materi telah teruji kebenarannya, keaktualannya dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
b. Significance yaitu penting untuk dipelajari dalam arti penting untuk siapa, di mana dan mengapa materi itu penting.
c. Utility yaitu tingkat kegunaan atau kebermanfaatan sebagai dasar pengetahuan, ketrampilan dan bersikap serta berperilaku.
d. Learnability yaitu memungkinkan untuk dipelajari baik dari tingkat kesulitan atau kelayakan
e. Interes yaitu menarik untuk dipelajari dan memotivasi dalam arti menumbuhkan rasa ingin tahu dan mendorong untuk mengembangkan diri lebih lanjut.

2. Pendekatan Pemetaan Materi
a. Pengintegrasian
Integrasi atau pengintegrasian adalah upaya terencana untuk memadukan nilai-nilai imtaq ke dalam isi materi pembelajaran dan atau ke dalam proses pembelajaran setiap mata pelajaran. Hal ini dimaksudkan agar selanjutnya dapat diwujudkan dalam proses pembelajaran standar kompetensi dan kompetensi dasar sehingga terjadi proses internalisasi dan personalisasi nilai-nilai imtaq bersamaan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Dengan kata lain nilai-nilai imtaq menjadi tak terpisahkan dari dampak pembelajaran setiap mata pelajaran dalam isi materi yang relevan maupun dalam proses pembelajaran. Penempatan nilai-nilai imtaq seyogyanya memperhatikan berbagai aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, keamanan, dan keagamaan. Memperhatikan pula siklus kehidupan peserta didik mulai dari lingkungan kehidupan keluarga, sekolah dan masyarakat lokal, regional, nasional. Dengan demikian nilai-nilai imtag itu benar-benar dihayati dan dilaksanakan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.

b. Pendekatan Tematik
Pendekatan tematik merupakan salah satu bentuk pendekatan materi yang berpijak dari tema, topik, konsep, dan materi pokok. Ada juga yang menyebutnya jaringan topik (topical web) yang dibedakan menjadi dua jenis yaitu meluas namun tetap dalam satu disiplin ilmu dan konsep dari suatu disiplin ilmu diperluas atau diinterdisiplinerkan dengan disiplin ilmu lain (Kosasih Djahiri, 1989: 88). Di samping itu ada juga yang menyebut sebagai peta materi pelajaran, peta konsep, terjala.
Berdasarkan hal tersebut perlu diuraikan berbagai macam model pendekatan tematik sebagai berikut:
1) Meluas namun tetap dalam satu disiplin ilmu, dimana konsep dari materi pokok dijadikan konsep kunci (key concept), kemudian meningkat konsepnya atau meluas isi urainnya namun tidak pindah konsep. Model semacam ini dapat juga disebut peta materi pelajaran.
2) Berawal dari materi pokok yang masih berupa tema, topik atau prinsip diidentifikasi konsep intinya. Model ini dikenal sebagai peta konsep karena semua isi materinya berupa konsep-konsep yang harus didefinisikan.
3) Key Concept dari suatu disiplin ilmu diperluas atau diinterdisiplinerkan menjadi bersifat komprehensif sehingga suatu hal/masalah/konsep selalu dikaji dari berbagai sudut pandang ilmu lainnya.
Numan Sumantri (1975: 19-20) menyebutkan sebagai pendekatan struktural yang bertitik tolak dari disiplin ilmu, walaupun bahan-bahan yang akan diambil dari berbagai disiplin ilmu. Apabila suatu tema/topik akan dijadikan materi pokok, maka disiplin ilmu lainnya hanyalah merupakan pembantu. Pendekatan pengembangan materi seperti ini seringkali disebut sebagai jaringan topik.
c. Pendekatan Lingkungan
Berkaitan dengan pendekatan lingkungan, maka ada lingkungan masyarakat, lingkungan budaya, lingkungan fisis yang disebut sebagai lingkungan geografis (Zainal Abidin, Moch. Oemar, 1980: 6) dan lingkungan kehidupan yang makin meluas.
1) Pendekatan Kemasyarakatan
Lingkungan masyarakat atau pendekatan kemasyarakatan digunakan untuk membahas kegiatan-kegiatan masyarakat riil di sekitar siswa terutama kejadian-kejadian kontemporer atau masalah-masalah controversial issues yang mungkin timbul akibat kejadian yang baru dialami.
Pendekatan ini digunakan bila ketentuan yang dipersyaratkan langsung berhubungan dengan aplikasi (penghayatan dan pengalaman) dalam masyarakat sekitarnya. Hal ini harus kita sadari bahwa masyarakat selalu berubah dan berkembang dengan cepat, lebih-lebih sebagai akibat kemajuan ilmu dan teknologi. Kejadian-kejadian dalam masyarakat sekitar tidak selalu baik dan menguntungkan bagi pendidikan kita, karena itu perlu diseleksi atau penyaringan dengan mengugnakan nilai, norma tertentu yang berlaku dalam masyarakat. Oleh sebab itu tujuan mempelajari hubungan antara manusia dan masyarakat sekitarnya dan hubungan antara manusia di dalam masyarakatnya adalah:
a) mengenal sesama manusia
b) memaklumi harkat kemanusiaannya serta bagaimana menghormatinya
c) memahami bahwa umat manusia saling membutuhkan, saling ketergantungan
d) memahami bangsa seharusnya bertanggung jawab terhadap masyarakatnya
e) memahami bagaimana seharusnya memikirkan diri dan berpartisipasi/mengambil peran
f) mengenal dan memahami berbagai bentuk, susunan, riwayat, perkembangan, kegiatan-kegiatan, dan mobilitas masyarakat
Pendekatan kemasyarakatan dipakai dalam pengembangan materi pembelajaran mempunyai berbagai macam alasan, yaitu:
a) Keseharian siswa lebih banyak bergaul di dalam masyarakat, sehingga membutuhkan kecakapan sosial, kecakapan berteman, kecakapan bergaul, sikap ramah tamah, sikap tenggang rasa, suka menolong, pandai menyelesaikan perselisihan, pandai menyesuaikan diri dalam berbagai situasi.
b) Bisa menerima hakekat situasi masyarakat sekitarnya, memahami dan mau mengerti keadaan sosial masyarakat, menyadari kepentingan manusia di sekitarnya dan dapat mengetahui perkembangan masyarakat.
c) Bisa memperluas pengetahuan dan pengertian yang didapat di sekolah dengan macam-macam kenyataan (fakta) yang didapat dalam masyarakat sehingga mempunyai wawasan lebih luas dan mendalam.
d) Bisa berpartisipasi langsung dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan yang juga diharapkan masyarakat dari hasil pendidikan di samping merupakan latihan hidup dan mendapatkan pengetahuan nyata.
e) Siswa sangat memerlukan teladan, contoh, bukti, dan penghayatan langsung dari tiap-tiap konsep pengetahuan yang didapatkan di sekolah.
f) Pembentukan nilai dan sikap kemanusiaan dan kemasyarakatan akan mudah ditanamkan lewat kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, di samping siswa dapat menghayati sendiri kenyataan dalam pergaulan hidup.
g) Dinding yang membatasi sekolah dengan dunia luar sekolah dapat diterobos dengan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan sehingga hubungan antara sekolah dan masyarakat akan lebih erat.
h) Seringkali perkembangan konsep-konsep ilmu pengetahuan di sekolah datangnya terlambat bila dibandingkan dengan perkembangan masyarakat dan teknologi sehingga dengan pendekatan ini diharapkan penyesuaian isi materi bisa diadakan setiap saat.

2) Pendekatan Lingkungan Makin Meluas
Lingkungan fisis memegang peranan yang penting dalam arti siswa harus memahami keadaan lingkungan fisisnya serta hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Menyadari bagaimana campur tangan manusia didalam mengelola sumber-sumber alam, didalam proses penghancuran dan pembangunan yang dapat berakibat merugikan umat manusia serta makhluk lainnya. memahami da menyadari tentang perlunya perlindungan dan pengawasan alam sekitar demi kelestarian lingkungan. Bagaimana manusia hidup dalam lingkungan yang berbeda-beda itu saling membutuhkan.
Pemanfaatan lingkungan kehidupan yang kian meluas disebut Hilda Taba sebagai asas spiral atau pendekatan spiral yang penggambaran materinya berangkat dari rumah, sekitar, regional, propinsi, nasional, sampai dengan liputan dunia. (Kosasih Djahiri, 1989: 97).
Analisis lingkungan semakin meluas berawal dari dunia kecil diri dan keluarganya namun tetap multi aspek/dimensional. Makin luas menuju lingkungan dunia, maka jumlah butir materi makin besar, tingkat kesukaran makin tinggi, liputan materi makin luas dan abstrak. Bila berkaitan dengan kasus/masalah tentu dimulai dari yang sederhana sampai dengan yang komplikasi.
Pendekatan lingkungan makin meluas disebut juga dengan istilah Pendekatan Eco System yang mengandung dua konsep dasar yaitu kewilayahan dan konsep manusia serta aktivitasnya
Berdasarkan pendekatan di atas, maka materi pembelajaran disusun dengan memperhatikan lingkungan yang paling dekat dengan siswa dan meluas kepada hal-hal yang lebih kompleks, mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, meningkat kepada desa, kecamatan, kota, propinsi, Indonesia, dan dunia.
3) Pendekatan Fungsional
Pendekatan fungsional bertitik tolak dari pernyataan atau masalah yang terdapat dalam masyarakat yang betul-betul mempunyai arti bagi manusia. Biasanya pendekatan fungsional temanya bersifat kemanusiaan yang diperkirakan akan timbul masalah-masalah sistem nilai yang komplek sekali. Para siswa akan diantarkan untuk menganalisa melalui aplikasi dari berbagai macam konsep, tema-tema atau topik-topik akan memasuki apa yang oleh Metcalt disebut “Closed Area” yaitu bahan yang “tabu” untuk dibicarakan. (Numan Somantri, 1975: 18-21).
Bahan yang closed area mungkin mengandung hal yang bisa menimbulkan ekses dan pertentangan, tetapi apabila disajikan dengan bijaksana dan penuh tanggung jawab akan menghasilkan suatu proses belajar dari generalisasi yang belum dibuktikan. Harapan dari pendekatan ini siswa akan memperoleh kesempatan untuk melatih menerapkan proses berpikir dalam kehidupan sosial yang nyata.
d. Pendekatan Kontekstual
Pendekatan kontekstual berupa membekali siswa dengan pengetahuan yang secara fleksibel dapat diterapkan dari suatu permasalahan ke permasalahan lain dan dari satu konteks ke konteks yang lainnya. Penerapan yang dimaksudkan adalah kemampuan untuk berpikir dan berargumentasi tentang situasi melalui penggunaan pengetahuan awal. Penerapannya dapat juga terjadi di dalam suatu konteks melalui pemberian tugas yang terkait erat dengan materi pelajaran atau antar dua atau lebih konteks dimana pengetahuan diperlukan dalam suatu situasi tertentu dan kemudian digunakan di dalam konteks yang lainnya. (Depdiknas, 2002: 4).
Pemaduan materi pelajaran dengan konteks keseharian, siswa akan menghasilkan dasar-dasar pengetahuan yang mendalam dimana siswa akan pemahaman masalah dan menggunakan pengetahuannya untuk menyelesaikan masalah-masalah baru dan belum pernah dihadapi serta memiliki tanggung jawab yang lebih terhadap belajarnya seiring dengan peningkatan pengalaman dan pengetahuan mereka. Materi pelajaran akan tambah berarti jika siswa-siswa mempelajari materi pelajaran melalui konteks kehidupan siswa.
Pada dasarnya pendekatan kontekstual berupaya menjadikan pengalaman lebih relevan dan berarti dalam membangun pengetahuan yang akan diterapkan siswa dalam belajar seumur hidup. Pendekatan kontekstual berupaya menyajikan suatu konsep yang mengaitkan materi pelajaran dengan konteks dimana materi tersebut digunakan serta berhubungan dengan bagaimana seseorang belajar (cara dan gaya). Oleh sebab itu konteks akan memberikan arti, relevansi, dan manfaat penuh terhadap belajar.
e. Pendekatan Nilai – Moral
Istilah value yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi nilai dan dapat dimaknai sebagai harga. Namun ketika dihubungkan dengan suatu obyek atau sudut pandang tertentu, “harga” yang terkandung didalamnya memiliki tafsiran yang bermacam-macam. Perbedaan tafsiran tentang harga suatu nilai tidak hanya disebabkan oleh minat manusia terhadap hal-hal yang material maupun kajian ilmiah, tapi lebih dari itu, harga suatu nilai perlu diartikulasikan untuk menyadari dan memanaatkan makna kehidupan. Manusia dituntut untuk menempatkannya secara seimbang atau memaknai harga-harga lain dengan harga keyakinan beragama yang secara hirarkhis memiliki nilai akhir yang lebih tinggi.
Nilai menyimpan rahasia yang menarik untuk ditelaah lebih mendalam. Para ahli mengklasifikasi nilai dari berbagai sudut pandang akan tetapi dalam proses kepemilikannya nilai perilaku tidak dapat dipisahkan dari keadaan lingkungan sekitar. Dari berbagai pandangan tentang klasifikasi nilai perlu dibahas nilai instrumental dan nilai terminal yang erat dengan budi pekerti karena memandang bahwa nilai-nilai pada diri manusia dapat ditunjukkan oleh cara bertingkah laku atau hasil tingkah laku.
Rescher membedakan nilai perilaku dalam konteks nilai antara dan nilai akhir, sedangkan Rokeach menggunakan istilah yang berbeda dengan menyebut nilai antara sebagai nilai instrumental dan menyebut nilai akhir sebagai nilai terminal.
f. Pendekatan Perilaku
Pendekatan perilaku digunakan untuk memberikan penegasan terhadap pesan kurikulum yang sangat memperhatikan sikap dan perilaku siswa dalam berbagia kehidupan. Sikap dalam pengertian umum adalah rasa senang atau tidak senang terhadap obyek. Perilaku menunjukkan tindakan seseorang dalam situasi tertentu. SIkap dan perilaku berkaitan erat karena sikap merupakan penyuluh atau pengarah perilaku, sehingga perilaku seseorang sebenarnya didasarkan atas sikap yang diyakininya. Sebagai penyuluh/pengarah perilaku, sikap merupakan keutuhan perataan, keyakinan dan kecenderungan bertindak seseorang terhadap obyek tertentu. (Cahyoto, 2000/2001: 22).
Studi perilaku dipelopori oleh Watson (Morgan, dkk., 1989: 25) yang menyatakan bahwa mempelajari perilaku seseorang harus melalui pengamatan atas aktivitas orang itu. Bahan utama yang dipelajari oleh Ilmu Perilaku adalah kepribadian, susunan kelompok masyarakat, budaya, perasangka, diskriminasi, strata sosial, perilaku manusia, distribusi kekuasaan pemerintahan, keluarga, dan perubahan sosial. Dalam perkembangan selanjutnya kurang populer karena obyek pengamatannya terhadap seorang individu sehingga hasil studinya tidak berlaku umum.

C. Langkah-langkah Pemetaan Materi
1. Keterkaitan Nilai Imtaq dengan Materi Pembelajaran
Berdasarkan Permen no 22 tahun 2006, kerangka dasar dan struktur kurikulum dinyatakan bahwa Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Berkaitan dengan pilar (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa mengandung makna bahwa pilar tersebut bukan hanya dimiliki oleh kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia saja melainkan juga menjadi materi pembelajaran bagi mata pelajaran lainnya. Apalagi mata pelajaran yang mempunyai relevansi isi materi dengan nilai-nilai imtaq seperti Pendidikan Kewarganegaraan.
Pilar yang dimaksud adalah pilar belajar, yang secara langsung akan menyentuh peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga merupakan keharusan untuk menanamkan nilai-nilai imtaq di dalam setiap proses pembelajaran.

2. Berbagai Macam Nilai Imtaq yang disesuaikan dengan Materi Pembelajaran
a. Keikhlasan adalah niat di dalam hati yang semata-mata karena Tuhan Yang Maha Esa dan untuk mengharapkan keridhaan-Nya. Ikhlas ialah mengerjakan segala sesuatu karena Tuhan Yang Maha Esa semata-mata. Pekerjaan yang dilakukan dengan ikhlas atau tidak, tidak membawa perbedaan apa-apa, tetapi dari segi nilai sangat jauh berbeda dan yang lebih mengetahui tentang hal ini adalah orang yang mengerjakan perbuatan itu sendiridan Tuhan Yang Maha Esa. Membentuk sikap hidup ikhlas memang sulit dan memerlukan latihan yang panjang dan harus dibekali dengan ilmu yang cukup.
b. Keadilan (sikap adil) adalah sikap dan perilaku yang tidak berat sebelah dalam mempertimbangkan keputusan, tidak memihak dan menggunakan standar yang sama bagi semua pihak. Hal ini diwujudkan dalam perilaku yang keputusannya tidak berat sebelah, tidak memihak, dan tidak sewenang-wenang. Rasa keadilan adalah hal yang tidak terpisahkan dari nilai adat, agama, dan kebudayaan. Wawasan keadilan mengandung nuansa halus antara satu daerah dan daerah lainnya
c. Kejujuran (jujur) adalah sikap perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat curang, berkata apa adanya, dan berani mengakui kesalahan, serta rela berkorban untuk kebenaran.
d. Kesabaran (sabar) adalah sikap dan perilaku yang menunjukkan kemampuan dalam mengendalikan gejolak diri dan tetap bertahan seperti keadaan semula dalam menghadapi berbagai rangsangan atau masalah. Hal ini dapat diwujudkan dalam perilaku dan sikap yang tenang dalam menghadapi dan menerima apapun.
e. Tawakal merupakan puncak keimanan manusia, karena tawakal merupakan sikap mental seseorang yang telah penuh dengan sinar iman dan keyakinan yang kokoh. Orang yang tawakal, tidak hendak melawan takdir Tuhan, dan tidak hendak mengelak dari ketentuan yang telah digariskan Tuhan. Betapapun kuatnya usaha manusia, namun tidak akan bisa melampaui garis takdir.
f. Kewaspadaan adalah sikap perilaku yang berhati-hati dan berjaga-jaga; bersiap siaga dari segala kemungkinan yang tidak diinginkan
g. Cinta damai adalah suka, ingin, dan berharap sekali keadaan yang aman, tenteram, tenang, rukun, keadaan yang tidak ada kerusuhan, keadaan yang tidak bermusuhan.
h. Kerjasama adalah sikap perilaku dalam melaksanakan atau melakukan suatu kegiatan atau usaha yang dilakukan secara bersama-sama atau oleh beberapa pihak.
i. Toleransi adalah sifat atau sikap toleran (bersifat dan bersikap menenggang yang berarti menghargai, menbiarkan, memperbolehkan pendirian, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri). Toleransi juga berarti batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang dapat diterima yang biasanya dipakai dalam pengukuran kerja.
j. Cinta Tanah Air yaitu suatu sikap batin yang dilandasi oleh ketulusan dan keikhlasan yang diwujudkan dalam perbuatan demi kejayaan tanah air dan kebahagiaan bangsa. Cinta tanah air berarti cinta pada negeri tempat seseorang memperoleh penghidupan dan mengalami kehidupan dari semenjak lahir sampai akhir hayatnya serta senantiasa berusaha agar negerinya tetap aman, sentosa, dan sejahtera. Oleh karena itu ia akan selalu tanggap serta waspada terhadap setiap kemungkinan adanya unsur-unsur yang dapat membahayakan keamanan negerinya serta kelangsungan hidup bangsa dan negaranya.
k. Pemaaf adalah sikap perilaku yang suka memberi maaf atas kesalahan yang dibuat orang lain dan tidak memendam rasa atas kesalahan orang lain. Hal ini diwujudkan dalam perilaku yang penuh pengertian akan keadaan orang lain dan dapat menerima perlakuan tanpa sakit hati.
l. Bersyukur adalah sikap dan perilaku yang tahu dan mau berterima kasih kepada Tuhan atas nikmat dan karunia yang telah dilimpahkan-Nya. Hal ini dapat diwujudkan dalam perilaku , ucapan dan perbuatan atau tindakan selalu ingat dan berterima kasih kepada-Nya atas segala rezeki dan nikmat yang telah dilimpahkan.

3. Rumusan Perilaku Sesuai Nilai-Nilai Imtaq
Nilai-nilai Imtaq tersebut di atas dapat diberikan contoh deskripsi perilaku sebagai berikut.

NO. NILAI DESKRIPSI PERILAKU
1. Keikhlasan b. Selalu ikhlas dalam membantu orang tua, sekolah, teman, dan orang lain
c. Tidak merasa rugi karena menolong orang lain
d. Senantiasa merasa senang bila turut serta dalam kegiatan upacara keagamaan dan upacara nasional
e. Tidak munafik dalam menolong sesama
f. Tulus hati dalam berucap, bersikap dan bertindak
g. Senantiasa tulus ikhlas kepada orang yang berhak atas suatu jabatan atau kedudukan
h. Selalu senang hati bila mendapat kritik atau mendapat teguran dan nasehat
h. Tidak merasa pintar sendiri
2. Keadilan a. Berupaya untuk melakukan sesuatu kepada orang lain secara proporsional
b. Berusaha untuk tidak serakah dan curang
c. Terbiasa mengatur penugasan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan
d. Menghindarkan diri dari perbuatan yang tidak wajar
e. Selalu bersikap dan bertindak sepatutnya
f. Selalu berpikir tentang kebenaran
g. Senantiasa membuat keputusan yang tidak berat sebelah
h. Selalu menghindarkan diri dari sikap memihak
i. Selalu mengatur pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab sesuai dengan kedudukan dan peranan dalam organisasi atau masyarakat
3. Kejujuran a. Terbiasa mengakui kesalahan dirinya
b. Terbiasa mengakui kelebihan orang lain
c. Menghindari sikap curang
d. Terbiasa berbuat sesuatu dengan tulus dan ikhlas
e. Biasa mengatakan yang sebenarnya, apa yang dimiliki dan apa yang diinginkannya
f. Tidak pernah berbohong
g. Selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik

4. Kesabaran a. Terbiasa menahan diri dalam menghadapi kemauan dan godaan dari lingkungan
b. Terbiasa tidak cepat marah dalam menghadapi kritik
c. Tidak mudah terbawa emosi dalam menyikapi sesuatu
d. Selalu bersikap tenang dalam menghadapi kesulitan apapun
e. Selalu menahan diri atas dasar kesadaran bahwa hidup ini dibatasi oleh ruang dan waktu
f. Tidak tergesa-gesa dalam memberi respon terhadap dunia luar
5. Tawakal a. Selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Berusaha untuk mendapatkan ridho Tuhan Yang Maha Esa
c. Bersyukur atas segala hal yang telah dicapai/yang telah dihasilkan
d. Bersabar menerina cobaan
e. Bersabar dalam melakukan sesuatu
6. Kewaspadaan a. Selalu waspada terhadap berbagai kemungkinan
b. Selalu berhati-hati dalam menerima segala jenis informasi
c. Selalu bersikap tegar walaupun digoda atau diganggu orang lain
d. Selalu menangkal segala hambatan, tantangan, dan ancaman serta gangguan
e. Selalu waspada terhadap segala bentuk usaha dari golongan ekstrem
f. Selalu waspada terhadap segala rongrongan
g. Berperilaku yang tidak menimbulkan kecemburuan sosial
h. Berperilaku yang yang tidak menimbulkan gejolak sosial
7. Cinta Damai a. Biasa hidup saling mengasihi
b. Suka menolong orang lain
c. Selalu menghindari rasa benci
d. Selalu seiya sekata dan berperan serta dalam berbagai kegiatan
e. Tidak membiarkan orang lain melakukan hal yang buruk
f. Selalu mengutamakan hidup bersama ”berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah”
g. Terbiasa bersikap suka menolong, mengayomi, dan mengasuh yang lebih muda
h. Tidak suka bertengkar
i. Selalu berperilaku peduli, belas kasih
j. Peka terhadap orang lain atau makhluk yang tidak berdaya yang perlu dibantu
8. Kerjasama a. Selalu membina kerukunan hidup sesama umat beragama
b. Selalu bekerja sama dalam kehidupan bermasyarakat
c. Mau membantu orang yang terkena musibah
d. Berperan serta dalam upaya memerangi kemiskinan dan keterbelakangan dengan pemberantasan buta aksara
e. Selalu bekerja sama dalam melaksanakan segala kegiatan
9. Toleransi a. Selalu menghargai kepentingan orang lain
b. Selalu menghormati penganut agama lain
c. Selalu hidup rukun dalam pergaulan sosial
d. Senantiasa menghindarkan diri dari sikap ekstrem, kesukuan dan kedaerahan
e. Selalu membina dan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara

10. Cinta Tanah Air a. Selalu mencintai tanah air dan bangsa
b. Semangat rela berkorban
c. Menghindari sikap memecah belah
d. Senantiasa mendahulukan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan
e. Menghindari sikap egois, apatis, dan masa bodoh
f. Selalu melaksanakan perbuatan untuk kejayaan dan kebahagiaan bangsa
g. Bersikap berani membela keadilan dan kebenaran
h. Kesediaan membela kepentingan bersama atau kepentingan orang banyak
i. Senantiasa setia terhadap bangsa dan negara
j. Selalu memberi perhatian pada kepentingan umum
k. Selalu menghindari sikap pengecut dan mementing-kan kepentingan diri sendiri
11. Pemaaf a. Selalu memaafkan kesalahan orang lain
b. Menghindari sikap dendam
c. Bersikap tidak gemar menyalahkan orang lain
d. Selalu cepat melupakan kesalahan orang lain
e. Selalu menghindari permusuhan
f. Senantiasa penuh pengertian terhadap kesalahan orang lain dan dapat menerimanya tanpa sakit hati

12. Bersyukur a. Terbiasa memanjatkan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kondisi apapun yang sedang dialaminya
b. Biasa mengucapkan terima kasih terhadap kebaikan orang lain
c. Menghindari sikap sombong
4. Menghindari sikap iri
5. Menikmati semua karunia Tuhan Yang Maha Esa dalam keadaan suka maupun duka
6. Selalu berdoa sebelum maupun sesudah melakukan kegiatan
7. Menghindari sikap takabur
8. Menghindari sikap tamak

D. Format Pemetaan Materi Yang Bermuatan Imtaq

PEMETAAN MATERI YANG BERMUATAN IMTAQ

Satuan pendidikan : Sekolah Menengah Atas (SMA)
Kelas : X
Semester : 1
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan

Standar Kompetensi : 1. Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

No. Kompetensi
Dasar Uraian
Materi Nilai
Imtaq Integrasi
Materi
Imtaq Keterangan
1.1
Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara
a. Pengertian bangsa
b. Hakikat bangsa
c. Faktor-faktor pembentuk identitas bersama – semangat kebersamaan
-cinta damai
– kerjasama
– cinta tanah air dan bangs
– menghargai – Sebagai bangsa yang besar kita harus menumbuhkan rasa hormat dan saling menghargai, saling mengingatkan sesama warga bangsa.
– Senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan Pembelajaran : kajian tentang sikap perilaku menjaga kehormatan diri dan bangsa
1.2 Mendeskripsikan hakikat negara dan bentuk-bentuk kenegaraan
a. Pengertian negara
b. Hakikat negara
c. Unsur-unsur terbentuknya negara
d. Bentuk-bentuk kenegaraan – cinta damai
– kerjasama
– cinta tanah air
– kebersamaan
– rela berkorban – Menyadari pentingnya memiliki suatu negara yang aman dan damai
– Senantiasa mendahulukan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan Pembelajaran : kajian tentang sikap perilaku yang menunjukkan rasa aman, tenteram, damai dan sejahtera.
1.3 Menjelaskan pengertian, fungsi dan tujuan NKRI
a. Pengertian NKRI
b. Wilayah NKRI
c. Fungsi NKRI
d. Tujuan NKRI – cinta tanah air
– rela berkorban
– rasa keterikatan
– kebanggaan
– bersyukur
– kesetiaan – menumbuhkan komitmen bersama untuk menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan melalui peningkatan peningkatan loyalitas, mencintai tanah airnya serta membangun semangat kebersamaan dan rela berkorban untuk kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara.
– Menghindari sikap memecah belah
– Menikmati semua karunia Tuhan Yang Maha Esa dalam keadaan suka maupun duka
– Selalu melaksanakan perbuatan untuk kejayaan dan kebahagiaan bangsa
Pembelajaran : analisis tentang sikap perilaku bersyukur mempunyai NKRI; analisis tentang sikap perilaku mencintai NKRI

Satu Tanggapan to “Pemetaan Materi Imtaq”

  1. zulfawardi 5 Oktober 2012 at 14:22 #

    terima kasih kepada pengelola blog ini, saya mau izin untuk link dalam blog saya, saya berharap bisa berkelanan dengan blogger. saya zulfawardi guru pai sma negeri 1 padang panjang penggiat pendidikan imtaq dan karakter merasa sangat terbantu dengan materi ini. email saya zulfawardi@gmail.com
    saya berharap dapat tambahan materi terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.239 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: