TRIK JITU MEMPEROLEH SERTIFIKASI GURU

20 Des

Kreatifitas dan Dedikasi Guru
Sebagai Upaya Untuk Memperoleh Sertifikat Guru *)
Lanjar Pramudi **)

Isi yang termaktup dalam Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan khususnya yang berkaitan dengan standar pendidik mengamanatkan bahwa guru adalah pendidik profesional.

Seorang guru atau pendidik profesional harus memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D4), menguasai kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rokhani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Sertifikasi guru merupakan salah satu upaya untuk peningkatan mutu guru yang pada akhirnya akan diikuti dengan peningkatan kesejahteraan guru. Semua ini berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran. Dengan terlaksananya sertifikasi guru, diharapkan akan berdampak pada meningkatnya mutu pembelajaran dan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru yang telah memenuhi standar kompetensi guru. Oleh sebab itu sertifikasi guru bertujuan untuk: (1) menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran serta mewujudkan tujuan pendidikan nasional, (2) meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan, (3) meningkatkan martabat guru, (4) meningkatkan profesionalitas guru.

Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 18 Tahun 2007 tentang sertifikasi bagi guru dalam jabatan meliputi beberapa komponen yang akan dinilai, anatara lain:
1. kualifikasi akademik,
2. pendidikan dan pelatihan,
3. pengalaman mengajar,
4. perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran,
5. penilaian dari atasan dan pengawas,
6. prestasi akademik,
7. karya pengembangan profesi,
8. keikutsertaan dalam forum ilmiah,
9. pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial, dan
10. penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.

Kualifikasi akademik yaitu tingkat pendidikan formal yang telah dicapai sampai dengan guru mengikuti sertifikasi, baik pendidikan gelar (S1, S2, atau S3) maupun nongelar (D4 atau Post Graduate diploma), baik di dalam maupun di luar negeri. Bukti fisik yang terkait dengan komponen ini dapat berupa ijazah atau sertifikat diploma.
Pendidikan dan Pelatihan yaitu pengalaman dalam mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan dalam rangka pengembangan dan/atau peningkatan kompetensi dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik, baik pada tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional. Bukti fisik komponen ini dapat berupa sertifikat, piagam, atau surat keterangan dari lembaga penyelenggara diklat.
Pengalaman mengajar yaitu masa kerja guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik pada satuan pendidikan tertentu sesuai dengan surat tugas dari lembaga yang berwenang (dapat dari pemerintah, dan/atau kelompok masyarakat penyelenggara pendidikan). Bukti fisik dari komponen ini dapat berupa surat keputusan/surat keterangan yang sah dari lembaga yang berwenang.
Perencanaan pembelajaran yaitu persiapan mengelola pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam kelas pada setiap tatap muka.

Perencanaan pembelajaran ini paling tidak memuat perumusan tujuan/kompetensi, pemilihan dan pengorganisasian materi, pemilihan sumber/media pembelajaran, skenario pembelajaran, dan penilaian hasil belajar. Bukti fisik dari sub komponen ini berupa dokumen perencanaan pembelajaran (RP/RPP/SP) yang diketahui/ disahkan oleh atasan.
Pelaksanaan pembelajaran yaitu kegiatan guru dalam mengelola pembelajaran di kelas. Kegiatan ini mencakup tahapan pra pembelajaran (pengecekan kesiapan kelas dan apersepsi), kegiatan inti (penguasaan materi, strategi pembelajaran, pemanfaatan media/sumber belajar, evaluasi, penggunaan bahasa), dan penutup (refleksi, rangkuman, dan tindak lanjut). Bukti fisik yang dilampirkan berupa dokumen hasil penilaian oleh kepala sekolah dan/atau pengawas tentang pelaksanaan pembelajaran yang dikelola oleh guru dengan format terlampir.

Penilaian dari atasan dan pengawas yaitu penilaian atasan terhadap kompetensi kepribadian dan sosial, yang meliputi aspek-aspek: ketaatan menjalankan ajaran agama, tanggung jawab, kejujuran, kedisiplinan, keteladanan, etos kerja, inovasi dan kreativitas, kemamampuan menerima kritik dan saran, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan bekerjasama dengan menggunakan Format Penilaian Atasan terlampir.

Prestasi akademik yaitu prestasi yang dicapai guru, utamanya yang terkait dengan bidang keahliannya yang mendapat pengakuan dari lembaga/panitia penyelenggara, baik tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional. Komponen ini meliputi lomba dan karya akademik (juara lomba atau penemuan karya monumental di bidang pendidikan atau nonkependidikan), dan pembimbingan teman sejawat dan/atau siswa (instruktur, guru inti, tutor, atau pembimbing). Bukti fisik yang dilampirkan berupa surat penghargaan, surat keterangan atau sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga/panitia penyelenggara.

Karya pengembangan profesi yaitu suatu karya yang menunjukkan adanya upaya dan hasil pengembangan profesi yang dilakukan oleh guru. Komponen ini meliputi buku yang dipublikasikan pada tingkat kabupaten/kota, provinsi, atau nasional; artikel yang dimuat dalam media jurnal/majalah/buletin yang tidak terakreditasi, terakreditasi, dan internasional; menjadi reviewer buku, penulis soal EBTANAS/UN; modul/buku cetak lokal (kabupaten/kota) yang minimal mencakup materi pembelajaran selama 1 (satu) semester; media/alat pembelajaran dalam bidangnya; laporan penelitian tindakan kelas (individu/kelompok); dan karya seni (patung, rupa, tari, lukis, sastra, dll). Bukti fisik yang dilampirkan berupa surat keterangan dari pejabat yang berwenang tentang hasil karya tersebut.

Keikutsertaan dalam forum ilmiah yaitu partisipasi dalam kegiatan ilmiah yang relevan dengan bidang tugasnya pada tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, atau internasional, baik sebagai pemakalah maupun sebagai peserta. Bukti fisik yang dilampirkan berupa makalah dan sertifikat/piagam bagi nara sumber, dan sertifikat/piagam bagi peserta.

Pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial yaitu pengalaman guru menjadi pengurus, dan bukan hanya sebagai anggota di suatu organisasi kependidikan dan sosial. Pengurus organisasi di bidang kependidikan antara lain pengawas, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua jurusan, kepala lab, kepala bengkel, kepala studio, ketua asosiasi guru bidang studi, asosiasi profesi, dan pembina kegiatan ekstra kurikuler (pramuka, drumband, mading, karya ilmiah remaja-KIR). Sedangkan pengurus di bidang sosial antara lain menjabat ketua RW, ketua RT, ketua LMD, dan pembina kegiatan keagamaan. Bukti fisik yang dilampirkan adalah surat keputusan atau surat keterangan dari pihak yang berwenang.

Penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan yaitu penghargaan yang diperoleh karena guru menunjukkan dedikasi yang baik dalam melaksanakan tugas dan memenuhi kriteria kuantitatif (lama waktu, hasil, lokasi/geografis), kualitatif (komitmen, etos kerja), dan relevansi (dalam bidang/rumpun bidang), baik pada tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional. Bukti fisik yang dilampirkan berupa fotokopi sertifikat, piagam, atau surat keterangan.

Bagaimanakah guru dapat memenuhi sepuluh komponen penilaian portofolio tersebut di atas? Banyak alternatif yang bisa dilakukan oleh guru. Salah satunya adalah guru harus mempunyai kreatifitas dan dedikasi yang tinggi terhadap tugas yang diembannya. Dengan kreatifitas dan dedikasi yang tinggi guru dapat melakukan bermacam-macam kegiatan untuk memperoleh sepuluh komponen penilaian tersebut.

Dengan kreatifitas yang dimiliki, guru akan mampu merancang dan melaksanakan berbagai pembelajaran inovatif. Melalui pembelajaran inovatif yang dilakukan guru, siswa akan selalu aktif dan kreatif dan sudah barang tentu pembelajaran yang seperti ini akan membuat siswa senang selama mengikuti pembelajaran. Dan juga tidak menutup kemungkinan hasilnyapun akan efektif.

Untuk membuat siswa aktif dan kreatif mengapa diperlukan guru yang juga kreatif? Sebab, mengajar bukan semata menceritakan bahan pembelajaran kepada siswa. Dan juga bukan merupakan konsekuensi otomatis penuangan ke dalam benak siswa. Namun belajar memerlukan keterlibatan mental dan perbuatan siswa sendiri. Penjelasan dan pemeragaan dari guru semata tidak akan membuahkan hasil belajar yang optimal. Hasil belajar yang optimal hanya akan diperoleh jika proses pembelajaran yang dilakukan banyak melibatkan siswa untuk beraktifitas serta mengembangankan kreatifitas yang dimiliki siswa secara optimal.

Bagaimanakah caranya membuat proses pembelajaran yang aktif dan kreatif? Proses pembelajaran akan menjadi aktif jika siswa terlibat langsung dalam penyelesaian semua masalah yang diberikan oleh gurunya. Dalam prosesnya siswa bahkan sering meninggalkan tempat duduknya, bergerak leluasa dan berfikir keras, mengkaji gagasan, memecahkan masalah , dan menerapkan konsep yang telah dipelajarinya.

Untuk bisa mempelajari sesuatu dengan baik, siswa perlu mende ngarnya, melihatnya, mengajukan pertanyaan tentang kompetensi yang sedang dibahas serta membahasnya dengan orang lain. Dan bahkan tidak cukup itu saja, melainkan siswa perlu mengerjakannya yakni menggambarkan sesuatu dengan caranya sendiri, menunjukkan contohnya, mencoba mempraktikkan keterampilannya, dan menger jakan tugas yang menuntut pengetahuan yang telah atau harus mereka dapatkan.

Kita tahu bahwa siswa bisa belajar dengan sangat baik jika mempraktik kannya, namun bagaimana caranya kita bisa menggalakkan belajar aktif dan kreatif? Semua permasalahan ini dapat dijawab dengan menerapkan pendekatan pembelajaran yang inovatif.

Bentuk Pembelajaran inovatif dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, diantaranya adalah dengan menerapkan pendekatan kontekstual atau sering disebut dengan istilah Contextual Teaching and Learning (CTL). Dan pendekatan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM). Untuk mengemas pembelajaran dengan pendekatan CTL ataupun PAIKEM sangat diperlukan guru yang kreatifitasnya tinggi, jika tidak pembelajaran seperti itu tidak mungkin bisa diimplementasikan.

Kretaifitas yang dimiliki guru dan diimplementasikan dalam perencanaan serta proses pembelajaran tentunya pada saat dilakukan penilaian dari atasan langsung dan pengawas pembina, guru tersebut tidak akan mengalami kesulitan dalam memperoleh nilai amat baik. Perbuatan guru ini jika hasil implementasinya ditulis dalam bentuk laporan ilmiah akan dapat dijadikan bahan untuk mengikuti berbagai macam perlombaan yang ada kaitannya dengan kreatifitas guru, dan juga tidak menutup kemungkinan dapat memperoleh penghargaan di bidang prestasi akademik.

Disamping memiliki kreatifitas yang tinggi, untuk memperoleh sepuluh komponen penilaian portofolio di atas juga diperlukan dedikasi dari seorang guru. Seorang guru yang memiliki dedikasi yang tinggi dalam segala perbuatannya tidak akan mengaitkannya dengan berapa besar imbalan yang akan diterima dari pemerintah maupun dari tempat kerjanya. Guru yang demikian akan bekerja ”tanpa pamrih” dan bahkan ia rela mengeluarkan isi dompetnya demi untuk kemajuan dan peningkatan kompetensi anak didiknya.

Rasa dedikasi tinggi yang dimiliki guru akan dapat meningkatkan kompetensinya melalui berbagai kegiatan: misalnya membaca, mengekses website, mengikuti kegiatan MGMP, mengikuti pelatihan, mengikuti kegiatan seminar, lokakarya ataupun panel diskusi dengan biaya sendiri. Semua kegiatan yang dilakukan ini akan dapat memacu peningkatan kompetensi yang dimiki, sehingga jika semua guru dapat melakukannya maka dengan sendirinya akan mudah dalam memenuhi persyaratan sertifikasi.

Dedikasi yang dimiliki guru juga akan mendorong dirinya untuk selalu berperan aktif di bidang organisasi, baik itu organisasi profesi maupun organisasi kemasyarakatan. Dia akan mengambil salah satu peran yang ada dalam organisasi tersebut. Karena apapun perannya dia tidak akan mengharapkan imbalan dari organisasi yang ditekuninya baik itu imbalan finansial maupun material, Dia akan bekerja sebaik dan seoptimal mungkin serta penuh tanggung jawab sesuai dengan tugas yang diembannya.

Dari uraian tersebut di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa sepuluh komponen yang dijadikan dasar penetapan guru sebagai guru yang profesional (memperoleh sertifikat guru dalam jabatan) dapat ditempuh dengan memiliki kreatifitas dan dedikasi yang tinggi. Permasalahan yang ada sekarang masih adakah saat ini guru yang mempunyai kreatifitas dan dedikasi yang tinggi tersebut? Jawabannya ada di dalam lubuk hati bapak dan ibu peserta seminar hari ini.

DAFTAR PUSTAKA
Dirjen Dikti, 2007, Pedoman Sertifikasi Guru Dalam Jabatan, Depdiknas, Jakarta

Dirjen Dikti 2007, Permendiknas Republik Indonesia nomor 18 tahun 2007 Tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan, Depdiknas, Jakarta

Dirjen Dikti, 2007, Panduan Penyusunan Portofolio Sertifikasi Guru Dalam Jabatan, Depdiknas Jakarta

Supriadi, D. (1999). Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Yogyakarta : Adicita Karya Nusa.

Wijaya Cece. 1991. Kemampuan guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosda

Yuliasih, S. (2002). Pengembangan kemampuan Profesional Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. Tesis Pada PPS UPI. Bandung : Tidak diterbitkan.

*) Disajikan dalam sehari di FITK kab. Lebong
**) widyaiswara LPMP Bengkulu

About these ads

Satu Tanggapan to “TRIK JITU MEMPEROLEH SERTIFIKASI GURU”

  1. rusmiati 7 Januari 2009 at 14:22 #

    saya punya data guru-guru yang tidak CTL tidak PAIKEM tidak PTK
    pada lulus tuh sertifikasinya
    dapetnya tunjangan juga sama dengan guru-guru yang malang melintang menjuarai lomba-lomba inovasi

    kalau seperti itu, gimana pak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.239 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: