Supervisi Manajerial

14 Okt

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kegiatan Kelompok Kerja Pengawas Sekolah diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengawas sekolah. Salah satu tugas pengawas sekolah adalah melakukan supervisi manajerial. Penyajian materi supervisi manajerial ini diberikan kepada kelompok kerja pengawas sekolah diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan kompetensi pengawas dalam melakukan supervisi manajerial. Dengan menguasai konsep supervisi manajerial ini diharapkan pengawas sekolah dapat melakukan supervisi manajerial sesuai dengan yang diharapkan dan akhirnya dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah binaannya.

B. Deskripsi Singkat
Materi Diklat supervisi manajerial dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan dan
kinerja pengawas sekolah dalam melakukan kegiatan supervisi manajerial terhadap
sekolah binaannya. Materi yang dibahas dalam bahan ajar ini mencakup: pengertian
supervisi manajerial, prinsi—prinsip supervisi manajerial, ruang lingkup kepengawasan
di bidang manajerial, dan instrumen kepengawasan manajerial.
C. Tujuan Pembelajaran
Standar Kompetensi : Mampu menyusun instrumen dan melakukan supervisi manajerial.
Kompetensi Dasar :
1. Menjelaskan pengertian supervisi manajerial
2. Menjelaskan prinsip-prinsip supervisi manajerial
3. Menyusun instrumen supervisi manajerial
4. Melakukan supervisi manajerial
D. Pokok Bahasan/Sub Pokok Bahasan
1. Pengertian supervisi manajerial
2. Prinsip-prinsip supervisi manajerial
3. Instrumen supervisi manajerial
4. Melakukan supervisi manajerial
NOMOR DOKUMEN REVISI TANGGAL BERLAKU
FM-WID-02.00.02 0 02 Januari 2008
2
E. Media Pembelajaran
1. LCD
2. Work sheet
F. Waktu : 8 jam pelajaran
NOMOR DOKUMEN REVISI TANGGAL BERLAKU
FM-WID-02.00.02 0 02 Januari 2008
3
BAB II
TUGAS POKOK PENGAWAS
(Kepengawasan Manajerial)
Tugas pokok pengawas sekolah/satuan pendidikan adalah melakukan penilaian dan
pembinaan dengan melaksanakan fungsi-fungsi supervisi, baik supervisi akademik
maupun supervisi manajerial. Berdasarkan tugas pokok dan fungsi di atas minimal ada
tiga kegiatan yang harus dilaksanakan pengawas yakni:
1. Melakukan pembinaan pengembangan kualitas sekolah, kinerja kepala sekolah,
kinerja guru, dan kinerja seluruh staf sekolah,
2. Melakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaan program sekolah beserta
pengembangannya,
3. Melakukan penilaian terhadap proses dan hasil program pengembangan sekolah
secara kolaboratif dengan stakeholder sekolah.
Mengacu pada SK Menpan nomor 118 tahun 1996 tentang jabatan fungsional pengawas dan
angka kreditnya, Keputusan bersama Mendikbud nomor 03420/O/1996 dan Kepala Badan
Administrasi Kepegawaian Negara nomor 38 tahun 1996 tentang petunjuk pelaksanaan
jabatan fungsional pengawas serta Keputusan Mendikbud nomor 020/U/1998 tentang
petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kreditnya, dapat
dikemukakan tentang tugas pokok dan tanggung jawab pengawas sekolah yang meliputi:
1. Melaksanakan pengawasan penyelenggaraan pendidikan di sekolah sesuai dengan
penugasannya pada TK, SD, SLB, SLTP dan SLTA.
2. Meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar/bimbingan dan hasil prestasi
belajar/bimbingan siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
Tugas pokok yang pertama merujuk pada supervisi atau pengawasan manajerial sedangkan
tugas pokok yang kedua merujuk pada supervisi atau pengawasan akademik. Pengawasan
manajerial pada dasarnya memberikan pembinaan, penilaian dan bantuan/bimbingan mulai
dari rencana program, proses, sampai dengan hasil. Bimbingan dan bantuan diberikan kepada
kepala sekolah dan seluruh staf sekolah dalam pengelolaan sekolah atau penyelenggaraan
pendidikan di sekolah untuk meningkatkan kinerja sekolah. Pengawasan akademik berkaitan
dengan membina dan membantu guru dalam meningkatkan kualitas proses
pembelajaran/bimbingan dan kualitas hasil belajar siswa.
NOMOR DOKUMEN REVISI TANGGAL BERLAKU
FM-WID-02.00.02 0 02 Januari 2008
4
Berdasarkan kedua tugas pokok di atas maka kegiatan yang dilakukan oleh pengawas antara
lain:
1. Menyusun program kerja kepengawasan untuk setiap semester dan setiap tahunnya
pada sekolah yang dibinanya.
2. Melaksanakan penilaian, pengolahan dan analisis data hasil belajar/bimbingan siswa
dan kemampuan guru.
3. Mengumpulkan dan mengolah data sumber daya pendidikan, proses
pembelajaran/bimbingan, lingkungan sekolah yang berpengaruh terhadap
perkembangan hasil belajar/bimbingan siswa.
4. Melaksanakan analisis komprehensif hasil analisis berbagai faktor sumber daya
pendidikan sebagai bahan untuk melakukan inovasi sekolah.
5. Memberikan arahan, bantuan dan bimbingan kepada guru tentang proses
pembelajaran/bimbingan yang bermutu untuk meningkatkan mutu proses dan hasil
belajar/ bimbingan siswa.
6. Melaksanakan penilaian dan monitoring penyelenggaran pendidikan di sekolah
binaannya mulai dari penerimaan siswa baru, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan
ujian sampai kepada pelepasan lulusan/pemberian ijazah.
7. Menyusun laporan hasil pengawasan di sekolah binaannya dan melaporkannya
kepada Dinas Pendidikan, Komite Sekolah dan stakeholder lainnya.
8. Melaksanakan penilaian hasil pengawasan seluruh sekolah sebagai bahan kajian
untuk menetapkan program kepengawasan semester berikutnya.
9. Memberikan bahan penilaian kepada sekolah dalam rangka akreditasi sekolah.
10. Memberikan saran dan pertimbangan kepada pihak sekolah dalam memecahkan
masalah yang dihadapi sekolah berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan.
Berdasarkan uraian di atas maka tugas pengawas mencakup: (1) inspecting (mensupervisi),
(2) advising (memberi advis atau nasehat), (3) monitoring (memantau), (4) reporting
(membuat laporan), (5) coordinating (mengkoordinir) dan (6) performing leadership dalam
arti memimpin dalam melaksanakan kelima tugas pokok tersebut (Ofsted, 2003).
Tugas pokok inspecting (mensupervisi) meliputi tugas mensupervisi kinerja kepala sekolah,
kinerja guru, kinerja staf sekolah, pelaksanaan kurikulum/mata pelajaran, pelaksanaan
pembelajaran, ketersediaan dan pemanfaatan sumberdaya, manajemen sekolah, dan aspek
lainnya seperti: keputusan moral, pendidikan moral, kerjasama dengan masyarakat.
Tugas pokok advising (memberi advis/nasehat) meliputi advis mengenai sekolah sebagai
sistem, memberi advis kepada guru tentang pembelajaran yang efektif, memberi advis kepada
NOMOR DOKUMEN REVISI TANGGAL BERLAKU
FM-WID-02.00.02 0 02 Januari 2008
5
kepala sekolah dalam mengelola pendidikan, memberi advis kepada tim kerja dan staf
sekolah dalam meningkatkan kinerja sekolah, memberi advis kepada orang tua siswa dan
komite sekolah terutama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan.
Tugas pokok monitoring/pemantauan meliputi tugas: memantau penjaminan/ standard mutu
pendidikan, memantau penerimaan siswa baru, memantau proses dan hasil belajar siswa,
memantau pelaksanaan ujian, memantau rapat guru dan staf sekolah, memantau hubungan
sekolah dengan masyarakat, memantau data statistik kemajuan sekolah, memantau programprogram
pengembangan sekolah.
Tugas pokok reporting meliputi tugas: melaporkan perkembangan dan hasil pengawasan
kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Propinsi dan/atau Nasional, melaporkan
perkembangan dan hasil pengawasan ke masyarakat publik, melaporkan perkembangan dan
hasil pengawasan ke sekolah binaannya.
Tugas pokok coordinating meliputi tugas: mengkoordinir sumber-sumber daya sekolah baik
sumber daya manusia, material, financial dll, mengkoordinir kegiatan antar sekolah,
mengkoordinir kegiatan preservice dan in service training bagi Kepala Sekolah, guru dan staf
sekolah lainnya, mengkoordinir personil stakeholder yang lain, mengkoordinir pelaksanaan
kegiatan inovasi sekolah.
Tugas pokok performing leadership/memimpin meliputi tugas: memimpin pengembangan
kualitas SDM di sekolah binaannya, memimpin pengembangan inovasi sekolah, partisipasi
dalam meminpin kegiatan manajerial pendidikan di Diknas yang bersangkutan, partisipasi
pada perencanaan pendidikan di kabupaten/kota, partisipasi pada seleksi calon kepala
sekolah/calon pengawas, partisipasi dalam akreditasi sekolah, partisipasi dalam merekruit
personal untuk proyek atau program-program khusus pengembangan mutu sekolah,
partisipasi dalam mengelola konflik di sekolah dengan win-win solution dan partisipasi dalam
menangani pengaduan baik dari internal sekolah maupun dari masyarakat. Itu semua
dilakukan guna mewujudkan kelima tugas pokok di atas.
Berdasarkan uraian tugas-tugas pengawas sebagaimana dikemukakan di atas, maka pengawas
satuan pendidikan banyak berperan sebagai: (1) penilai, (2) peneliti, (3) pengembang, (4)
pelopor/inovator, (5) motivator, (6) konsultan, dan (7) kolaborator dalam rangka
meningkatkan mutu pendidikan di sekolah binaannya. Dikaitkan dengan tugas pokok
pengawas sebagai pengawas atau supervisor akademik yaitu tugas pokok supervisor yang
lebih menekankan pada aspek teknis pendidikan dan pembelajaran, dan supervisor manajerial
yaitu tugas pokok supervisor yang lebih menekankan pada aspek manajemen sekolah dapat
dimatrikkan dalam tabel berikut
Tugas pokok pengawas di bidang kepengawasan manajerial adalah sebagai berikut:
NOMOR DOKUMEN REVISI TANGGAL BERLAKU
FM-WID-02.00.02 0 02 Januari 2008
6
Rincian Tugas
Pengawasan Manajerial
(Administrasi dan Manajemen Sekolah)
Inspecting/pengawasan
1. Pelaksanaan kurikulum sekolah
2. Penyelenggaraan administrasi sekolah
3. Kinerja kepala sekolah dan staf sekolah
4. Kemajuan pelaksanaan pendidikan di sekolah
5. Kerjasama sekolah dengan masyarakat
Advising/menasehati
1. Kepala sekolah di dalam mengelola pendidikan
2. Kepala sekolah dalam melaksanakan inovasi pendidikan
3. Kepala sekolah dalam peningkatan kemamapuan
professional kepala sekolah
4. Menasehati staf sekolah dalam melaksanakan tugas
administrasi sekolah
5. Kepala sekolah dan staf dalam kesejahteraan sekolah
Monitoring/memantau
1. Penyelenggaraan kurikulum
2. Administrasi sekolah
3. Manajemen sekolah
4. Kemajuan sekolah
5. Pengembangan SDM sekolah
6. Penyelenggaraan ujian sekolah
7. Penyelenggaraan penerimaan siswa baru
Coordinating/mengkoordinir
1. Mengkoordinir peningkatan mutu SDMsekolah
2. Penyelenggaraan inovasi di sekolah
3. Mengkoordinir akreditasi sekolah
4. Mengkoordinir kegiatan sumber daya pendidikan
Reporting
1. Kinerja kepala sekolah
2. Kinerja staf sekolah
3. Standar mutu pendidikan
4. Inovasi pendidikan
NOMOR DOKUMEN REVISI TANGGAL BERLAKU
FM-WID-02.00.02 0 02 Januari 2008
7
INSTRUMEN KEPENGAWASAN KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH
KENYATAAN
LENGKAP KURANG
LENGKAP
TIDAK
LENGKAP
NO.
PERNYATAAN
3 2 1
1 Kepala sekolah merumuskan misi dan
tujuan sekolah secara jelas.
2 Kepala sekolah menentukan sasar an
sekolah secara realistis, dengan
menggunakan kriteria yang dapat
diukur.
3 Kepala sekolah menentukan lang kahlangkah
strategis untuk menca pai misi
dan tujuansekolah.
4 Kepala sekolah memilih metode dan
alat yang sebaiknya digunakan untuk
mencapai misi, tujuan dan sasaran
sekolah
5 Kepala sekolah melakukan negosiasi
dengan berbagai pihak yang
berkepentingan dengan
pendidikan di sekolah ini.
6 Kepala sekolah menganalisis faktor -
faktor kekuatan, kelemahan, pelu ang
dan ancaman yang dihadapi sekolah
7 Kepala sekolah memperkirakan
kebutuhan-kebutuhan sekolah pada
masa yang akan datang secara tepat
8 Kepala sekolah membuat struktur
organisasi sekolah yang efektif dan
efisien.
NOMOR DOKUMEN REVISI TANGGAL BERLAKU
FM-WID-02.00.02 0 02 Januari 2008
8
9 Kepala sekolah memberikan tugas
mengajar kepada guru sesuai deng an
latar belakang Pendidikan yang
dimilikinya
10 Kepala sekolah menyusun rincian tugas
setiap personil sekolah secara jelas
11 Kepala sekolah mengangkat para
pembantu kepala sekolah atau wakil
kepala sekolah sesuai dengan kepa tutan
dan kelayakan yang dimiliki nya
12 Kepala sekolah membangun team work
yang kompak dan berdedikasi tinggi.
13 Kepala sekolah memberikan bimbingan
dan arahan secara baik kepada seluruh
personil sekolah
14 Kepala sekolah memberikan
penghargaan yang layak kepada
personil sekolah yang berprestasi
15 Kepala sekolah memberikan sanksi atau
hukuman yang tegas kepada personil
sekolah yang melanggar aturan
16 Kepala sekolah memiliki keberanian
untuk melakukan perubahan –
perubahan dalam organisasi menuju ke
arah yang lebih baik
17 Kepala sekolah menyampaikan tentang
berbagai inovasi dan kebijakan baru
dalam pendidikan kepada seluruh warga
sekolah, misalnya tentang life skill,
Manaje men Peningkatan Mutu
Berbasis Sekolah, dan sebagainya
18 Kepala sekolah memiliki gagasan –
gagasan inovatif untuk kemajuan
sekolah
NOMOR DOKUMEN REVISI TANGGAL BERLAKU
FM-WID-02.00.02 0 02 Januari 2008
9
19 Kepala sekolah memiliki gagasan –
gagasan inovatif untuk kemajuan
sekolah
20 Kepala sekolah merumuskan
kriteriakriteria keberhasilan program
sekolah
21 Kepala sekolah menentukan meto de
dan langkah-langkah untuk me ngukur
keberhasilan program sekolah
22 Kepala sekolah merumuskan indi kator
–indikator untuk mengukur
keberhasilan program sekolah
23 Kepala sekolah menganalisis dan
Menindaklanjuti hasil-hasil evaluasi
24 Kepala sekolah mengatur Jadwal
/kalender kegiatan pendidikan di
sekolah ini secara baik
25 Kepala sekolah me ngembangkan
program penjurusan siswa yang
disesuaikan dengan bakat, minat dan
kemampuan yang dimiliki siswa.
26 Kepala sekolah mengembangkan
program-program ekstra kurikuler yang
berwawasan keunggulan
27 Kepala sekolah mengembangkan
program pembelajaran yang berpusat
pada siswa .
28 Kepala sekolah mengembang kan
program pengajaran perbaikan
(remedial teaching) bagi para siswa
yang belum mencapai ketuntasan
Belajar
28 Kepala sekolah mengembangkan
program pengajaran perbaikan
(remedial teaching) bagi para siswa
yang belum mencapai ketuntasan
NOMOR DOKUMEN REVISI TANGGAL BERLAKU
FM-WID-02.00.02 0 02 Januari 2008
10
belajar
29 Kepala sekolah menyediakan berba gai
Alat Tulis Kantor (ATK) yang
diperlukan untuk menunjang kelan
caran administrasi dan kegiatan
belajar mengajar
30 Kepala sekolah melaksanakan kegiatan
pemeliharaan dan perbai kan sarana
sekolah dengan baik
31 Kepala sekolah menyelenggarakan
proyek-proyek pembangunan di sekolah
dengan baik, seperti me nambah Ruang
Kelas Baru (RKB)
atau sarana belajar lainnya.
32 Kepala sekolah mengatur penyim
panan peralatan dan barang-barang
sekolah secara baik, sehingga tidak
mudah rusak atau hilang
33 Kepala sekolah menggali sumber
sumber dana yang diperlukan untuk
membiayai kegiatan rutin maupun
pembangunan sekolah.
34 Kepala sekolah menyusun Renca na
Anggaran Pendapatan dan Belan ja
Sekolah (RAPBS), dengan meli batkan
seluruh personil Sekolah
35 Kepala sekolah menyusun Renca na
Anggaran Pendapatan dan Belan ja
Sekolah (RAPBS), dengan meli batkan
seluruh personilsekolah
36 Kepala sekolah mengendalikan setiap
pemasukan dan pengeluaran keuangan
sekolah, sehingga tidak terjadi defisit
atau kebocoran
anggaran
37 Kepala sekolah melaksanakan
NOMOR DOKUMEN REVISI TANGGAL BERLAKU
FM-WID-02.00.02 0 02 Januari 2008
11
Pen dataan siswa secara lengkap dan
menyeluruh
38 Kepala sekolah memberdayakan peran
OSIS untuk melaksanakan berbagai
kegiatan kesiswaan
37 Kepala sekolah merencanakan
kebutuhan personil sekolah dengan
baik, sehinggatidak terjadi kelebihan
atau kekurangan personil.
40 Kepala sekolah mengembangkan
kemampuan pro fesional personil
sekolah, misalnyadengan mengi rimkan
guru-guru untuk mengikuti berbagai
pelatihan dan seminar
41 Kepala sekolah melaksanakan
penilaian kinerja personil sekolah
secara baik, sehingga mendorong setiap
personil untuk memperbaiki dan
meningkatkan kinerjanya.
Berdasarkan instrumen di atas nilai akhir diperoleh dengan cara mengalikan jumlah
skor maksimal dikalikan 41 dan dibagi 41 (123/41=nilai akhir), dengan keterangan
sebagai berikut:
2,60 – 3,00 = Amat baik
2,00 – 2,59 = Baik
1,60 – 2,00 = Cukup
1,00 – 1,59 = Kurang
NOMOR DOKUMEN REVISI TANGGAL BERLAKU
FM-WID-02.00.02 0 02 Januari 2008
12
BAB III
PENUTUP
Tugas pokok pengawas yang berkaitan dengan supervisi atau pengawasan manajerial adalah
memberikan pembinaan, penilaian dan bantuan/bimbingan mulai dari rencana program,
proses, sampai dengan hasil. Bimbingan dan bantuan diberikan kepada kepala sekolah dan
seluruh staf sekolah dalam pengelolaan sekolah atau penyelenggaraan pendidikan di sekolah
untuk meningkatkan kinerja sekolah.
Berdasarkan uraian di atas maka tugas pengawas mencakup: (1) inspecting (mensupervisi),
(2) advising (memberi advis atau nasehat), (3) monitoring (memantau), (4) reporting
(membuat laporan), (5) coordinating (mengkoordinir) dan (6) performing leadership dalam
arti memimpin dalam melaksanakan kelima tugas pokok tersebut.
NOMOR DOKUMEN REVISI TANGGAL BERLAKU
FM-WID-02.00.02 0 02 Januari 2008
13
DAFTAR PUSTAKA
Depdiknas (2006) Materi TOT Pengawas Sekolah. Jakarta: PMPTK Depdiknas.
Depdiknas (1996) Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya: Jakarta Depdiknas.
Depdiknas (1998) Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas: Jakarta
Depdiknas.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.189 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: